Integrity of Election Organizers at the Crossroads: An Indonesian Case (2017–2022)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.15408/jisi.v6i2.42174

Keywords:

Ethics, Integrity, Election Organizers, Indonesia

Abstract

Abstract. Professional election organizers play an essential role in realizing elections with integrity. It refers to capable, insightful, fair, transparent, accountable, and independent election bodies. However, the organizers in Indonesia are entangled with classic problems, ranging from ethical and administrative to criminal violations. Such complications lie in the biased selection process, political interventions, inter-agency relations, and other personal characteristics. This qualitative research analyzes the verdicts of the Election Organizer Ethics Council (DKPP) to examine the dynamics of election organizers and elections in Indonesia. Primary data in this study are verdicts by DKPP for 2017-2022, and the secondary ones are journal articles, scientific research, reports, and mass media publications. Data are collected and analyzed based on actor relations, regions, violation cases, and final decisions. Research findings reveal that dominant factors affect the emergence of ethical abuses by election organizers. Moreover, the research conclusion suggests enforcing moral codes for election organizers and gaps to study this topic further. 

Keywords: Ethics, Integrity, Election Organizers, Indonesia. 

Abstrak. Penyelenggara pemilihan umum (pemilu) yang berkompeten dan profesional memainkan peran penting dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Hal tersebut merujuk pada penyelenggara pemilu yang cakap, berwawasan, jujur, transparan, akuntabel, mandiri, dan independen. Tetapi, dalam faktanya penyelenggara pemilu di Indonesia masih dihadapkan pada beberapa permasalahan klasik, mulai dari pelanggaran etik, administrasi, sampai dengan pidana. Permasalahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti permasalahan pada proses seleksi, intervensi politik, hubungan antarlembaga, dan faktor privat lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menganalisis putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk melihat dinamika penyelenggara pemilu dan kaitannya dengan integritas pemilu di Indonesia. Data primer dalam penelitian ini adalah putusan DKPP tahun 2017-2022, sedangkan data sekunder adalah artikel, riset ilmiah, laporan penelitian, dan pemberitaan media massa. Data dikumpulkan kemudian dianalisis berdasarkan variasi aktor, pokok aduan pelanggaran, dan putusan akhir. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor dominan yang mengakibatkan pelanggaran etik oleh penyelenggara pemilu. Kesimpulan dalam riset ini memberikan rekomendasi untuk penegakan kode etik penyelenggara Pemilu, dan celah untuk kajian selanjutnya tentang kode etik penyelenggara Pemilu. 

Kata Kunci: Etika, Integritas, Indonesia, Penyelenggara Pemilu.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Muh Afit Khomsani, Universitas Islam Internasional Indonesia
    Political Science, Faculty of Social Science

References

Alibas. (2023, July 15). Tercium bau nepotisme dalam seleksi anggota Bawaslu Kabupaten Bogor tahun ini. Katalogika. Retrieved August 25, 2023, from https://www.katalogika.com/info-logika/1449477065/tercium-bau-nepotisme-dalam-seleksi-anggota-bawaslu-kabupaten-bogor-tahun-ini

Carter, E., & Farrell, D. M. (2010). Electoral systems and election management. In Comparing democracies (Vol. 3, pp. 25–44).

DKPP. (2018). Laporan kinerja Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu 2018. DKPP.

DKPP. (2019, December 10). Aspek-aspek yang mendominasi pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. DKPP. Retrieved August 20, from https://dkpp.go.id/aspek-aspek-yang-mendominasi-pelanggaran-kode-etik-penyelenggara-pemilu/

DKPP. (2020). Laporan kinerja Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu 2020. DKPP.

Esfandiari, F., & Fatih, S. A. (2020). Initiating a permanent electoral body to resolve dignified election disputes: Assessing the effectiveness of GAKKUMDU. Yustisia, 9(3), 1–15. https://doi.org/10.20961/yustisia.v9i3.44437

Garnett, H. A. (2019). Evaluating electoral management body capacity. International Political Science Review, 40(3), 335–353. https://doi.org/10.1177/0192512119832924

Hurriyah, H., Wildianti, D., & ’Ulum, F. (2022). Mendorong afirmasi keterwakilan perempuan di lembaga penyelenggara pemilu: Pengalaman advokasi She Leads Indonesia 2021. Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.46874/tkp.v4i1.585

Husin, L. H., Pratama, H. M., Prasetyo, W., Hendra, H., Darmawan, W. B., Manan, F., & Amsari, F. (2021). Malpraktik pemilu dan korupsi: Analisis terhadap proses penghitungan dan rekapitulasi pada Pemilu Indonesia 2019. Integritas: Jurnal Antikorupsi, 7(1), 57–78. https://doi.org/10.32697/integritas.v7i1.720

IDEA, International. (2010). Keadilan pemilu: Ringkasan buku acuan International IDEA (CETRO, Ed.; D. Bahasa, Trans.). Indonesia Printer.

Ifah, N. (2018). Verifikasi persyaratan administrasi calon anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dan Sidoarjo pada Pemilu Legislatif 2014: Studi kelemahan verifikasi dalam perspektif pemilu berintegritas (Skripsi). Universitas Airlangga.

Iqbal, M., & Wardhani, S. B. E. (2020). Integritas penyelenggara pemilu ad hoc: Praktik electoral fraud oleh panitia pemilihan di Provinsi Sumatera Utara. Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.46874/tkp.v1i2.69

Irianto, R. P. (2023, June 21). Komisi II tekankan penyelenggara pemilu harus transparan, akuntabel dan objektif. Media Indonesia. Retrieved August 25, 2023, from https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/591431/komisi-ii-tekankan-penyelenggara-pemilu-harus-transparan-akuntabel-dan-objektif

James, T. S., Garnett, H. A., Loeber, L., & van Ham, C. (2019). Electoral management and the organisational determinants of electoral integrity: Introduction. International Political Science Review, 40(3), 295–312. https://doi.org/10.1177/0192512119828206

Ka’bah, R. (2007). Korupsi di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 37(1), 77–89.

Kasim, H. (2019). Integritas penyelenggara pemilu di Provinsi Maluku Utara dalam pelaksanaan Pemilu 2019. In Electoral research: Evaluasi Pemilu serentak 2019 bidang evaluasi kelembagaan pemilu.

Maki, K. I., Rumokoy, D. A., & Gerungan, C. A. (2020). Kewenangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia dalam memutus pelanggaran kode etik. Lex Administratum, 8(4).

McCusker, K., & Gunaydin, S. (2015). Research using qualitative, quantitative or mixed methods and choice based on the research. Perfusion, 30(7), 537–542.

Muhlisin, Hakim, L., & Prabowo, R. A. (2022). Pertautan yang legal dan yang etis: Pemaknaan regulasi KPU dan Bawaslu dalam putusan DKPP. Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.46874/tkp.v4i1.546

Pahlevi, I. (2016). Lembaga penyelenggara pemilihan umum di Indonesia: Berbagai permasalahannya. Jurnal Politica: Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional, 2(1).

Pangestu, A. (2022). Upaya meminimalisir potensi pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu pada Pemilu serentak 2024. Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, 4(1), 31–44.

Pratitaswari, A., & Wardani, S. B. E. (2020). Fenomena broker politik dalam penyelenggara pemilu. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 19(2), 217–228. https://doi.org/10.35967/njip.v19i2.106

Puspitasari, D. (2018). Peran Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu dalam menjaga kemandirian dan integritas pemilihan umum di Indonesia. Lentera Hukum, 5(3), 380. https://doi.org/10.19184/ejlh.v5i3.5841

Rae, D. W. (1967). The political consequences of electoral laws. Yale University Press.

Ridwan, J. F., Sardini, N. H., & Adnan, M. (2017). Peranan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam menegakkan kemandirian, integritas, dan kredibilitas penyelenggara pemilu. Journal of Politic and Government Studies, 6(4).

Santoso, T. (2008). Kewenangan electoral management bodies dalam menangani tindak pidana pemilu. Indonesian Journal of International Law, 6(4), 551.

Surawijaya. (2023). Makna final dan mengikat putusan DKPP. Juridica: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani, 4(2), 22–38. https://doi.org/10.46601/juridicaugr.v4i2.224

Taufik, M. (2021). Politik lokal: Potret penyelenggara pemilu dalam putusan sidang DKPP di Kalimantan Timur. Jurnal Paradigma, 9(2), 109–118.

TribunNews. (2023, August 22). Ketua PDIP Mamuju Tengah akui ajukan nama Yanti Rizki Amaliah untuk penuhi kuota bacaleg perempuan. Tribun News Sulbar. Retrieved August 23, 2023, from https://sulbar.tribunnews.com

van Aaken, A. (2009). Independent electoral management bodies and international election observer missions. Constitutional Political Economy, 20(3), 296–322. https://doi.org/10.1007/s10602-008-9070-4

van Ham, C., & Garnett, H. A. (2019). Building impartial electoral management? International Political Science Review, 40(3), 313–334. https://doi.org/10.1177/0192512119834573

Wall, A., Ellis, A., Ayoub, A., Dundas, C. W., Rukambe, J., & Staino, S. (2006). Desain penyelenggaraan pemilu: Buku pedoman International IDEA. International IDEA.

Wall, A., Ellis, A., Ayoub, A., Dundas, C. W., Rukambe, J., & Staino, S. (2016). Desain penyelenggaraan pemilu: Buku pedoman International IDEA (Perludem, Trans.). Perludem.

Downloads

Published

2025-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Integrity of Election Organizers at the Crossroads: An Indonesian Case (2017–2022). (2025). Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI), 6(2), 77-89. https://doi.org/10.15408/jisi.v6i2.42174