Dampak Financial Sistem Terhadap Gadai Tanah Sawah Di Tinjau Dari Perspektif Hukum Islam Pada Masyarakat Bima

Indah Suwarni, Jairin Jairin

Abstract


Masyarakat di Bima biasanya menggadaikan tanah sawahnya kepada kerabat atau famili ataupun kepeda tetangganya sendiri. Dengan waktu pengembalian uang pinjaman (utang) minimal biasanya untuk dua kali masa tanam dan panen padi. Namun jika pihak penggadai (rahin) telah mampu mengembalikan uang pinjaman pada waktu panen pertama, jika memang dalam aqad telah disepakati, maka tanah akan digarap kembali oleh pemilik lahan sawah tersebut. Tapi yang unik, tidak sedikit dari kasus-kasus gadai di Bima yang sampai hingga beberapa tahun, atau bahkan mungkin puluhan tahun.

Gadai  merupakan  suatu  sarana  saling  tolong - menolong  bagi  umat  muslim,  tanpa  adanya  imbalan  jasa. Sehingga  kemudian  akad  gadai  ini dikategorikan ke dalam akad yang bersifat derma (tabarru) hal ini disebabkan  karena  apa  yang  diberikan  rahin  kepada  murtahin  tidak  ditukar  dengan  sesuatu. Sementara yang diberikan oleh  murtahin  kepada  rahin  adalah utang,  bukan penukar dari barang  yang digadaikan (marhun). Selain itu,  rahn  juga digolongkan  kepada  akad  yang  bersifat  ainiyah,  yakni  akad  yang  sempurna  setelah menyerahkan barang yang diakadkan. Sehingga kemudian dijelaskan  bahwa semua akad yang bersifat derma dikatakan sempura setelah memegang (al-qabdu), sempurna  tabarru,  kecuali  setelah  pemegangan).

Keywords


Financial; Gadai Tanah; Hukum Islam

References


Abdullah Amrin, 2000. Hukum Gadai, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Abdul Azhim bin Badawi Al- khalafi, 2001. al- Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam al-Qur’an da as- Sunnah Ash- Shahihah, Terjemahan Ma’ruf Abdul Jalil, Pustaka Indonesia. Jakarta.

Abdullah Amrin, 2006. Ekonomi Islam. PT Elex Media Komputindo. Jakarta

Departemen Agama RI, 1999. Tatat tertib dan aturan gadai. Departemen Agama RI

Fatwa-Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI revisi 2006

H. Abbas Salim, 2005. Ekonomi dan Peradaban Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

............................, 2007. Ekonomi dan Peradaban II, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Hasan Basryin, 2001. Aturan Hukum Ekonomi Islam. Bandung Perkasa. Bandung.

Heri Sudarsono, 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Ekonisia. Yogyakarta:

Husain Mubaraq, 2003. Pandangan islam Terhadap Sistem Gadai. Linear Cipta. Surabaya.

H. A. Djazuli, 2009. Lembaga Perekonomian Umat, Cet. II Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Imam Muslim, Shahih Muslim, 2002. Islamkopedia. Bina Cipta. Bandung

Muhaimin Iqbal, 2001. Return Ekonomi Islam. Bineka Cipta- Jakarta

Muhammad Syakir Sula, 2004. Gadai dan Islam. Gema Insani. Jakarta

Man Suparman Sastrawidjaja, 2000. Aspek-aspek Hukum Ekonomi Islam, Bandung: PT Alumni.

Muhaimin Iqbal, 2008. Pandangan Islm Terhadap gadai, Gema Insani Press, Jakarta

Qur’an Surat . Al-Hasyr Ayat: 59

Qur’an Surat. Al-Maidah Ayat


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/kordinat.v19i1.17310

Refbacks

  • There are currently no refbacks.