Komodifikasi dan Hibriditas Fashion Olahraga Muslimah: Analisis Tren Leging-Rok Mini di Instagram
DOI:
https://doi.org/10.15408/jisi.v6i1.53242Keywords:
Modest Fashion, Cultural Hybridity, Identity Commodification, Netnography, Peter Beyer.Abstract
Meningkatnya visibilitas leging yang dipadukan dengan rok mini olahraga di Instagram memperlihatkan negosiasi antara keleluasaan gerak tubuh, kesopanan Muslimah, presentasi diri digital, dan kepentingan pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hibriditas dan komodifikasi fashion olahraga Muslimah melalui akun Instagram @Nuchan.nurul dan @diansarwidyaningtyas. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan metode netnografi yang memadukan observasi daring, telaah unggahan dan interaksi audiens, serta wawancara mendalam. Data diinterprestasikan menggunakan teori globalisasi agama Peter Beyer dengan dukungan konsep glokalisasi dan modal kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi leging-rok mini menjadi kompromi material: leging mendukung gerakan olahraga, sedangkan rok menyediakan penanda visual kesopanan. Namun, busana tersebut mempunyai makna berbeda bagi setiap pengguna. Pada @diansarwidyaningtyas, leging-rok terutama berkaitan dengan kenyamanan, kesehatan, selera personal, dan proses perundingan standar keagamaan. Pada @Nuchan.nurul, estetika yang sama terhubung dengan presentasi diri, validasi audiens, pengulangan konten, dan promosi produk. Instagram kemudian mengubah pilihan busana personal menjadi estetika yang beredar secara publik dan memiliki nilai ekonomi. Penelitian ini memperluas penerapan teori Beyer dengan menunjukkan bahwa adaptasi agama dalam masyarakat global tidak hanya berlangsung melalui institusi dan wacana, tetapi juga melalui pakaian, tubuh yang bergerak, praktik konsumsi, dan mekanisme platform digital.
Downloads
References
Alamsyah, A. R., & Mundhir, M. (2026). Etika kepatutan kontekstual: Renegosiasi agensi moral perempuan Muslim di ruang publik. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 14(1), 305–320.
Alhouli, S. (2025). Meta-realm interactions: Presentational consumption and impression management of Muslim influencers on Instagram. Journal of Digital Culture & Society, 9(2), 112–128.
Alilaha, M., Fitriani, R., & Rahmawati, A. (2026). Inovasi busana adaptif: Adopsi hijab pro-sport di kalangan atlet Muslimah urban. Jurnal Industri dan Fesyen, 11(3), 1040–1055.
Amjad, H. (2025). The negotiation of identities through sport participation of British Muslim females living in the United Kingdom (Doctoral dissertation). University of Wolverhampton. https://wlv.openrepository.com/handle/2436/625938
Asri, M., & Soehadha, B. (2022). Komodifikasi kesalehan visual: Ekonomi politik dakwah digital gerakan hijrah di Instagram. Jurnal Sosiologi Agama, 16(1), 45–62.
Basya, M. F., & Fikri, A. (2025). Akulturasi fesyen global dan K-Fashion dalam konstruksi modest fashion generasi Z di Indonesia. Jurnal Kajian Budaya, 8(2), 75–89.
Beyer, P. (1994). Religion and globalization. SAGE Publications.
Boudjella, A. (2022). Modest Fashion? Dress, Body, and Space: An ethnographic account of Muslim female stakeholders' experiences in the modest fashion industry (Doctoral dissertation). Canterbury Church University.
Bourdieu, P. (1984). Distinction: A social critique of the judgement of taste. Harvard University Press.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dayana, R. (2016). Pergeseran indikator kesalehan: Spiritualitas, estetika tubuh, dan penetrasi kapitalisme digital masyarakat perkotaan. Jurnal Masyarakat Indonesia, 42(2), 189–204.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.
Hafiz, Z. (2024). Batas aurat dan performa atletik: Dilema berbusana atlet Muslimah dalam kompetisi olahraga modern. Jurnal Teologi Islam dan Kontemporer, 5(2), 99–115.
Hakim, L., & Dahri, H. (2025). Kapitalisme digital dan desakralisasi simbol Islam di platform media sosial. Jurnal Sosiologi Reflektif, 19(2), 210–227.
Hamzeh, M., & Oliver, K. L. (2012). “Because I am Muslim, I cannot wear a swimsuit”: Muslim girls negotiate participation opportunities for physical activity. Research Quarterly for Exercise and Sport, 83(2), 330–339. https://doi.org/10.1080/02701367.2012.10599864
Hashmi, A., Utami, T., & Nugroho, S. (2025). Kebingungan antargenerasi: Respon orang tua terhadap tren busana hibrida remaja Muslim urban. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 18(1), 55–68.
Husain, F. (2025). Muslim women’s agency: Getting past the binary trap. Sociological Forum. https://doi.org/10.1111/socf.13059
Hussain, S. (2021). Subjective norms and purchase intention of sports hijab among religious active women. International Journal of Sports Marketing and Sponsorship, 22(4), 612–630.
Ibharim, N. (2025). Pergeseran pola busana olahraga Muslimah: Strategi peleburan fungsi dan gaya di era modern. Jurnal Mode Kontemporer, 7(1), 1–15.
Jones, C. (2007). Fashion and faith in urban Indonesia. Fashion Theory, 11(2–3), 211–231. https://doi.org/10.2752/136270407X202763
Kholida, N., & Rodiah, S. (2022). Personal branding influencer hijab dalam lingkaran kapitalisme media sosial. Jurnal Komunikasi Global, 11(2), 175–192.
Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). SAGE Publications.
Longhurst, R. (2021). Fashioning hybrid Muslim women’s veiled embodied geographies in Hamilton, Aotearoa New Zealand: #hijabi spaces. Gender, Place & Culture, 28(11), 1535–1557. https://doi.org/10.1080/0966369X.2020.1825211
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mishra, S., & Shirazi, F. (2010). Hybrid identities: American Muslim women speak. Gender, Place & Culture, 17(2), 191–209.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Morais, G. M., Santos, V. F. D., & Gonçalves, C. A. (2020). Netnography: Origins, foundations, evolution and axiological and methodological developments and trends. The Qualitative Report, 25(2), 441–455. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2020.4227
Rashad, M. (2017). Hegemoni budaya global dan krisis identitas lokal pada komunitas Muslim. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 4(1), 20–35.
Rifqi, P. A. (2025). Islamic femininity and hijab fashion: Negotiating identity between religiosity and modernity in Indonesia. Kalijaga Journal, 2(3), 142–158. https://doi.org/10.62872/qcjy0982
Robertson, R. (1995). Glocalization: Time-space and homogeneity-heterogeneity. Dalam M. Featherstone, S. Lash, & R. Robertson (Eds.), Global modernities (hlm. 25–44). Sage Publications.
Robertson, R. (1995). Glocalization: Time-space and homogeneity-heterogeneity. In M. Featherstone, S. Lash, & R. Robertson (Eds.), Global modernities (pp. 25–44). SAGE Publications.
Simmel, G. (1971). On individuality and social forms: Selected writings. University of Chicago Press.
Soltani, A., Johnston, L., & Longhurst, R. (2022). Fashioning hybrid Muslim women’s veiled embodied geographies in Hamilton, Aotearoa New Zealand: #hijabi spaces. Gender, Place & Culture, 29(3), 393–418. https://doi.org/10.1080/0966369X.2021.1946487
The Global Statistic. (2025). Statistik pengguna Instagram di Indonesia 2025: Pengguna aktif Insta. The Global Statistic Digital Report. Diakses pada 24 Mei 2025.
Toyyib, M., Zulkarnain, I., & Hasanah, U. (2026). Otoritas keagamaan digital: Pergeseran dakwah tradisional menuju religiositas partisipatif berbasis algoritma. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, 7(1), 12–29.
Uzunoğlu, E., & Baynal, M. (2026). Dual-sided neighborhood pressure: Muslim women between secular public gaze and traditional religious community. International Journal of Cultural Studies, 29(1), 44–61.
Wagner, L. (2017). Mattering moralities: Learning corporeal modesty through Muslim diasporic clothing practices. Social Sciences, 6(3), 97. https://doi.org/10.3390/socsci6030097
Waters, T. (2020). Weber, Schütz, and the sociology of meaning. Palgrave Macmillan.
Widiyanti, D. (2021). Fashion lurik kontemporer sebagai hibriditas dalam budaya urban. Jurnal Seni dan Desain, 5(2), 45–60.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Annissa Dwi Puspitaningtyas, Vinisa Nurul Aisyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





