Manajemen Konflik Negara terhadap Masyarakat Multikultural: Kasus Komunitas Muslim Australia

M. Amin Nurdin

Abstract


Realitas sosial penduduk Australia yang beragam kultur, etnis, dan agama sebagai implikasi terbukanya kebijakan imigrasi di tahun 1960-an telah mendorong pemerintah Australia untuk melakukan rekayasa sosial politik dengan bertujuan untuk meredusir konflik nilai dan norma yang saling bertentangan antara masyarakat; kulit putih di satu pihak dan para pendatang di pihak lain. Australia tampaknya berhasil mengelola berbagai konflik yang diindikasikan dengan rendahnya beragam potensi kekerasan politik, etnik, dan keagamaan, termasuk terorisme, bila dibandingkan dengan negara lain, khususnya negara-negara tetangganya.


Keywords


Konflik; Multikultural; Muslim; Australia



DOI: https://doi.org/10.15408/ref.v7i1.25873 Abstract - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


FACULTY OF USHULUDDIN SYARIF HIDAYATULLAH STATE ISLAMIC UNIVERSITY

Office: Faculty of Ushuluddin Building - 2nd Floor R. Jurnal - Jl. Ir. Juanda No. 95 Ciputat Jakarta

Phone/fax: +62-21-7493677/+62-21-7493579 - email: jurnalrefleksi@uinjkt.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View Refleksi's Stats