THE STATE AND THE HOLY QURAN: POLITICS OF THE QURAN TRANSLATION BY THE MINISTRY OF RELIGIOUS AFFAIRS

Dede Rodin, Rosihon Anwar, Dody S Truna, Wahyudin Darmalaksana

Abstract


Quran Translation by the Ministry of Religious Affairs entitled “Al-Qur’an dan Terjemahannya” which has been improved and refined for the third time shows the involvement of the state in providing Quran translation for Muslims. This article aims to show how politics and state policies in the translation of Quran in Indonesia as the power-knowledge, and how this power-knowledge is related to other power-knowledge. By analyzing all edition of “Al-Qur’an dan Terjemahannya” published by the Ministry of Religious Affairs as well as a set of interviews, this article concluded that Quran translation by the Ministry of Religious Affairs is an authoritative strategy of the state in accommodating Muslims interest to comprehend their holy Quran. At the same time, through this translation, the interest of the state in maintaining its stability of power is accommodated as well. The state power-knowledge in the form of Quran translation by the Ministry of Religious Affairs is not only focused on the state (The Ministry of Religious Affairs), but also related to other translation of Quran as the power-knowledge in the society.

 

Terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama berjudul “Al-Qur’an dan Terjemahannya” yang sampai saat ini telah mengalami tiga kali perbaikan dan penyempurnaan menunjukkan bukti keterlibatan negara dalam penyediaan terjemahan Al-Qur’an bagi umat Islam. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana politik dan kebijakan negara dalam penerjemahan Al-Qur’an di Indonesia sebagai kuasa pengetahuan, dan bagaimana kuasa pengetahuan tersebut berelasi dengan kuasa-kuasa pengetahuan lain. Dengan menganalisis semua edisi “Al-Qur’an dan Terjemahannya” yang telah diterbitkan Kementerian Agama serta serangkaian wawancara, artikel ini menyimpulkan bahwa terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama merupakan strategi kuasa negara dalam mengakomodir kepentingan umat Islam dalam memahami Al-Qur’an Pada saat yang sama, melalui terjemahan ini kepentingan negara dalam menjaga stabilitas kekuasaannya pun terakomodir. Kuasa pengetahuan negara dalam bentuk terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama tidak terpusat pada negara saja (Kementerian Agama), tetapi berelasi dengan terjemahan-terjemahan Al-Qur’an lain sebagai kuasakuasa pengetahuan yang ada di tengah-tengah masyarakat.


Keywords


Politics on translation; Ministry of Religious Affairs; power-knowledge relation

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15408/iu.v8i1.18344 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ILMU USHULUDDIN

Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat 15412, Indonesia
Phone: (62-21) 7463977
Fax: (62-21) 7493577
Email: jiu.fu@uinjkt.ac.id