KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT HUMANISME: MEMBANGUN RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN YANG ADIL DAN HARMONIS
DOI:
https://doi.org/10.15408/harkat.v21i2.47216Keywords:
gender equality, humanism, gender relations, men and women, gender justice, kesetaraan gender, humanisme, relasi gender, laki-laki dan perempuan, keadilan genderAbstract
Abstract. This research aims to reconstruct the concept of gender equality through the lens of humanist philosophy to address the inequality in relations between men and women. The main issue addressed is the existence of rigid role dichotomies in society, resulting in structural subordination for women and the psychological burden of toxic masculinity for men. The method employed is qualitative, using a library research approach through content analysis of primary humanist philosophy literature and secondary literature on contemporary gender issues. The results show that humanist philosophy provides a strong ethical foundation for viewing gender as an ontological dignity that transcends biological attributes. This analysis reveals that just gender equality can only be achieved through the harmonization of relations, where both parties are recognized as equal subjects in self-actualization. The conclusion of this study emphasizes that the humanism approach is capable of shifting the paradigm from a competition for rights to an inclusive humanitarian dialogue, which ultimately serves as a foundation for creating sustainable social harmony.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep kesetaraan gender melalui lensa filsafat humanisme guna mengatasi ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan. Masalah utama yang diangkat adalah adanya dikotomi peran yang kaku dalam masyarakat yang mengakibatkan subordinasi bagi perempuan dan beban psikologis berupa toxic masculinity bagi laki-laki. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis konten terhadap literatur primer filsafat humanisme dan literatur sekunder terkait isu gender kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat humanisme menyediakan landasan etis yang kuat untuk memandang gender sebagai martabat ontologis yang melampaui atribut biologis. Analisis ini mengungkapkan bahwa kesetaraan gender yang berkeadilan hanya dapat dicapai melalui harmonisasi relasi, di mana kedua belah pihak diakui sebagai subjek yang setara dalam aktualisasi diri. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan humanisme mampu mengubah paradigma persaingan hak menjadi dialog kemanusiaan yang inklusif, yang pada akhirnya menjadi fondasi bagi terciptanya kerukunan sosial yang berkelanjutan.
References
Abidin, B. F., Bulqis, S. I., Valensi, A. S., Abidin, A. W., & Amalia, M. F. (2018). 4 - Ketidakadilan Kesetaraan Gender Yang Membudaya. Research Gate, December, 1–12.
Al Auny, M. S., & Arrohmatan, A. (2023). Manajemen pendidikan hubungan masyarakat berbasis humanis multikulturalis Abdurrahman Wahid. Jurnal Insan Cendekia, 4(1), 11–24.
Daulay, H., Sawitri, I., Damanik, F. H. S., Ivone, D., Pujiriyani, D. W., Syahara, A. F., Ramadhany, A. N. C., Adhani, A., Wulandari, P., & Sari, R. (2025). Perempuan: Dalam Bingkai Berbagai Perspektif Humaniora. Star Digital Publishing.
Djayadin, C., & Fathurrahman, F. (2020). Teori Humanisme sebagai Dasar Etika Religius (Perspektif Ibnu Athā’illah Al-Sakandarī). Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 15(1), 28. https://doi.org/10.31332/ai.v0i0.1788
Efendy, R. (2014). Kesetaraan Gender Dalam Pendidikan. Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 7(2), 142–165. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v7i2.239
Halim, M., Batubara, E. A., Nasution, A. K. P., Dallion, R., Ananda, R., Siregar, I. K., Efendi, B., Siburian, E. P. T., Hafidza, H., & Bangun, O. (2025). Transformasi Paradigma Filsafat Pendidikan Di Era Digital: Dari Humanisme Ke Posthumanisme Dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi. Serasi Media Teknologi.
Halizah, L. R., & Faralita, E. (2023). Budaya patriarki dan kesetaraan gender. Wasaka Hukum, 11(1), 19–32.
Harianti, W. S. (2022). “moving On After Life Crisis´(Studi Fenomenologis pada Laki-laki dengan Pengalaman Percobaan Bunuh Diri). Universitas Islam Indonesia.
Henderika, E., Neang, D., Bura, T., & Mutmainnah, F. A. (2025). Analisis Kesetaraan Gender dalam Rumah Tangga Keluarga Modern dalam Penerapan di Lingkungan Pasutri ( Pengantin yang Menikah Mudah ). WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1, 321–334.
Hidayat, R. (2021). Maskulinisme dalam konstruksi ilmu. UGM PRESS.
Hijrah, N. (2024). Representasi domestifikasi dalam iklan detergen di media Indonesia. IAIN Parepare.
Huda, H. M. D., & Dodi, L. (2020). Rethinking peran perempuan dan keadilan gender: Sebuah konstruksi metodologis berbasis sejarah dan perkembangan sosial budaya. CV Cendekia Press.
Irmayani, N., Sahabuddin, C., Fitrah, N., Mukharrim, M. S., & Muin, R. (2026). Perempuan Yang Menanggung Langit. Penerbit KBM Indonesia.
Jusufveto, M. G., & Khasanah, N. (2025). Membangun Pendidikan Humanis Yang Inklusif Terhadap Perempuan: Perspektif Sosiologi. Insan Cendekia: Jurnal Studi Islam, Sosial Dan Pendidikan, 4(2), 20–31.
Leovani, E., Ismadi, F. H., & Terenggana, C. A. (2023). Ketidaksetaraan Gender Di Tempat Kerja : Tinjauan Mengenai Proses Dan Praktek Dalam Organisasi. JURNAL ILMIAH FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS FLORES, 13(2), 303–319. https://doi.org/10.37478/als.v13i2.3118
Magdalena, R. (2017). Kedudukan Perempuan dalam Perjalanan Sejarah (Studi tentang Kedudukan Perempuan dalam Masyarakat Islam). Harkat An-Nisa: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 2(1), h. 22 26-27.
Masidin, M., Arrisman, A., Mustakim, M., & Abifar, M. F. (2025). Perlindungan Upah bagi Pekerja Perempuan Guna Mewujudkan Keadilan Gender. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 29, 178–186.
Maulida, A., & Ahmadi, A. (2025). Perlawanan Laki-laki terhadap Toxic Masculinity dalam Serial Sugar Daddy. Jurnal Lazuardi, 8(4), 8–21.
Nuraida, N., & Zaki, M. (2018). Pola Komunikasi Gender Dalam Keluarga. Wardah, 18(2), 181. https://doi.org/10.19109/wardah.v18i2.1780
Putri, N. E., & Suherman, A. (2024). Budaya Patriarki Akar KDRT Terhadap PerempuanBudaya Patriarki: Pengaruhnya Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perempuan (Di Bidang Ekonomi). Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik| E-ISSN: 3031-8882, 2(1), 193–202.
Rasidi, I. A., & Al Farizi, M. K. (2025). Implementasi sila kedua Pancasila dalam perlindungan hak asasi manusia: Perspektif teori humanisme dan Deklarasi HAM. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 2(02).
Saguni, F. (2020). Dinamika Gender Dalam Masyarakat. Musawa: Journal for Gender Studies, 12(2), 207–227. https://doi.org/10.24239/msw.v12i2.667
Saputra, A. M., & Rafli, R. M. (2024). Analisis Hegemoni Maskulinitas Beracun Tokoh Arthur Fleck Dalam Film Joker Melalui Perspektif Psikoanalisa Alfred Adler. Journal of Gender Equality and Social Inclusion (Gesi), 3(2), 1–10.
Sari, E. (2023). Jugun Ianfu : Wanita Penghibur Dan Tentara Jepang 1942-1945. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi, 3(1), 51–63. https://doi.org/10.22437/krinok.v3i1.28238
Sari, M. N., Susmita, N., & Ikhlas, A. (2025). Melakukan penelitian kepustakaan. Pradina Pustaka.
Sarmauli, Handriani, J. H., Veronika, S., & Yuverdina. (2024). Studi Gender Terhadap Ketidaksetaraan Gender di Indonesia Gender Studies on Gender Inequality in Indonesia. IJoEd: Indonesian Journal on Education, 1(2), 66–70.
Sukmana, O., Sulistyaningsih, T., Damanik, F. H. S., Wahyudi, F. D., Ras, A., Astari, F., Agustang, A. D. M. P., Tantri, E., Adnan, R. S., & Nur, M. (2025). Sosiologi Digital: Transformasi Sosial di Era Teknologi. Star Digital Publishing,.
Sulistyowati, Y. (2021). Kesetaraan Gender Dalam Lingkup Pendidikan Dan Tata Sosial. IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies, 1(2), 1–14. https://doi.org/10.21154/ijougs.v1i2.2317
Supratiwi. (2024). Toxic Masculinitites under the Microscope of Social Psychology Theory. Buana Gender: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 9(2), 95–103. https://doi.org/10.22515/bg.v9i2.8486
Tanamal, N. A., & Siagian, S. B. U. (2022). Perspektif Gender dan Polisi Wanita Dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Indonesia. Jurnal Ilmu Kepolisian, 16(1), 12. https://doi.org/10.35879/jik.v16i1.346
Taufik, M., Hasnani, & Suhartina. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Kesetaraan Gender Dalam Keluarga (Di Desa Mattiro Ade Kabupaten Pinrang). Sosiologia: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 5(1), 50–65.
Vebiana, D., & Dian Ariana, A. (2023). Maskulinitas dan Intensi Mencari Bantuan pada Laki-Laki Dewasa Awal: Stigma Diri sebagai Mediasi Masculinity and Help-seeking Intention in Early Adult Males: Self-stigma as Mediation. Proceeding of “International Conference of the Apply Psychology on SDGs and The Annual Meeting", 29(May 2023), 11–19.
Waty, E. R. K., Nurrizalia, M., Elvito, S. N., Toressa, A., Nurafifah, S., & Naura, K. (2024). Peran Perempuan dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Non Formal, 1(4), 13.
Widjanarko, W., Sucipta, J. A. W., Sitawati, A. D., Alodia, A. Y., Lusiana, Y., Rosyidah, U., Sulistyawati, N. L. K. S., Putri, R. N. I., & Luhukay, M. S. (2025). Komunikasi Humanis: Perspektif Interpersonal, Sosial dan Budaya dalam Kehidupan Modern. Star Digital Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Zaidaan Zulkaisi, Fauzan Akbar Novianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.