DAMPAK REALOKASI SUBSIDI PUPUK MENJADI SUBSIDI HARGA PEMBELIAN PEMERINTAH (HPP) GABAH TERHADAP PENDAPATAN PETANI

Akhmad Riyadi Wastra, Ahmad Dalhar

Abstract


Nowadays, the fertilizer subsidy program is less effective indicated by the scarcity of supply and the soaring price of fertilizer at the farmer level.  In this condition, the government, DPR, and the public are relatively dissatisfied with the current subsidy policy, so that it becomes a discourse to change the fertilizer subsidy mode that is direct to producers into subsidies that are directly applied to farmers. It must be realized that subsidies applied to producers as well as direct subsidies to farmers will have advantages and disadvantages based on the factors that influence them. Therefore, in order to respond to the discourse, it is necessary to conduct research to calculate the impact of the reallocation of the fertilizer subsidy on farmers' income. The purpose of this study is to compare the impact of fertilizer subsidies and HPP rice subsidies on farmers' income. The data used in this study are primary data and secondary data. Primary data in the form of interviews or FGD with rice farmers. Secondary data can be from various related literature. The data sources for this research are farmers or farmer groups, the Central Bureau of Statistics, the Department of Agriculture, and the Ministry of Agriculture. Data analysis using PAM (Policy Analysis Matrix) method. The result of this research is that the government purchase price subsidy has a more significant impact on farmers' income than the fertilizer subsidy.


Keywords: Fertilizer subsidies, HPP grain, policy analysis matrix, income


Abstrak

Implementasi program pupuk bersubsidi saat ini kurang efektif ditandai terjadinya kelangkaan pasokan dan melonjaknya harga pupuk ditingkat petani. Kondisi ini membuat pemerintah, DPR dan masyarakat relatif belum puas terhadap kebijakan subsidi pupuk saat ini sehingga menjadi wacana untuk mengganti modus subsidi pupuk yang dibayarkan langsung ke produsen menjadi subsidi langsung yang dibayarkan ke petani. Bagaimanapun harus disadari bahwa subsidi yang dibayarkan langsung kepada produsen maupun subsidi yang dibayarkan langsung ke petani akan memiliki kelebihan dan kekurangan berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Oleh karena itu dalam rangka merespon wacana tersebut perlu dilakukan penelitian untuk menghitung dampak realokasi subsidi pupuk tersebut pada pendapatan petani. Tujuan penelitian ini, mengetahui perbandingan dampak subsidi pupuk dan subsidi HPP gabah terhadap pendapatan petani. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa wawancara atau FGD dengan petani padi. Data sekunder di dapat dari berbagai literature yang terkait. Sumber data penelitian ini adalah petani atau kelompok tani, Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian.  Analisis data menggunakan metode PAM (Policy Analysis Matrix. Hasil penelitian ini adalah subsidi harga pembelian pemerintah lebih berdampak signifikan terhadap pendapatan petani daripada subsidi pupuk.


Kata Kunci: Subsidi pupuk, HPP gabah, Policy Analysis Matrix, pendapatan



Full Text:

PDF

References


Alimoeso, S. 2010. Ketersedian Pupuk 2010 – 2014 dan Subsidi Pupuk. Jurnal Pangan. Vol 9 No 1 Hal 40 – 50.

Alma, B. 2002. Pengantar Bisnis. Alfabeta. Bandung.

Amang, Beddu dan M. Husein Sawit. 1999. Kebijakan Beras dan Pangan Nasional. IPB Press. Bogor.

Angipora, M.P. 2002. Dasar-Dasar Pemasaran. Cet 2. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Arisandi, N, W, W., Sudarma, I.M., dan Rantau, I,K., 2016. Efektivitas Distribusi Subsidi Pupuk Organik dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Usaha Tani Padi Sawah di Subak Sungsang Desa Tibubiu Kabupaten Tabanan. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, Vol 5 No 1 Hal 1 – 10.

Darwis.V. dan C. Muslim. 2007. Revitalisasi Kebijakan Sistem Distribusi Pupuk dalam Mendukung Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Tingkat Petani. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan XV(2).

Darwis, V. dan Saptana. 2010. Rekonstruksi Kelembagaan dan Uji Teknologi Pemupukan: Kebijakan Strategis Mengatasi Kelangkaan Pupuk. Analisis Kebijakan Pertanian 8(2): 167-186.

Gray, C., P, Simanjuntak, L.K. Sabur, dan P.F.L. Maspaitella. 1985. Pengantar Evaluasi Proyek. Jakarta : Gramedia.

Hadi, P.U., D.K. Swastika, F.B.M. Dabukke, N.K. Agustin, M. Siregar, D. Hidayat, dan M. Maulana. 2007. Analisis Penawaran dan Permintaan Pupuk di Indonesia 2007 – 2012. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Hadi,P.U., B. Rachman, dan V. Darwis. 2011. Laporan Awal Kajian Strategis Kebijakan Subsidi Pertanian yang Efektif, Efisien dan Berkeadilan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Jakarta.

Hendrawan, D.S., Daryanto, A., Sanim, B dan Siregar, H. 2011. Analisis Kebijakan Subsidi Pupuk : Penentuan Pola Subsidi dan Sistem Distribusi Pupuk di Indonesia. Jurnal Agribisnis dan Manajemen. Vol 8 No 2 Hal 85 – 96.

Hernanto, F. 1991. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kameo, D. D. (2010). Subsidi Pupuk : Saatnya Memberikan Kepercayaan Pada Petani. Jurnal Suar, Volume 6, Nomor 2, Desember 2010, 21 – 24.

Kasiyati, S (2010). Analisis Dampak Subsidi Harga Pupuk Terhadap Output Sektor Produksi dan Tingkat Pendapatan Rumah Tangga di Jawa Tengah. Jurnal Organisasi dan Manajemen, Volume 6, Nomor 1, Maret 2010, 28-45

Kompas, Boros Urea Bersubsidi 1 Juta Ton per Tahun. Senin, 15 Oktober 2012. hlm. 18.

Kotler, P dan G. Amstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Cet ke-8. Erlangga. Jakarta.

Monke, E.A. and S.R. Pearson. 1995. The Policy Analysis Matrix for Agricultural Development. Ithaca and London : Cornell University Press.

Osorio, C.G., Abriningrum, D.E., Armas, E. B and Firdaus, M. (2011). Who is Benefiting From Fertilizer Subsidies in Indonesia? Policy Research Working Paper. The World Bank, East Asia and Pacific Region, Poverty Reduction and Economic Management Unit.

Pearson, S., C. Gotsch, dan S. Bahri. 2005. Aplikasi Policy Analysis Matrix pada Pertanian di Indonesia. Terjemahan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

PSE, 1997. Analisis Kemampuan Petani Membeli Pupuk (Laporan Penelitian Kerjasama PT Petrokimia Gresik dan PSE). Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

Syafei, R. 2000. Fiqih Muamalah. Pustaka Setia. Bandung

Soekartawi, A. Soeharjo, Jhon, L. Dillon dan J. Brian Hardaker. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. UI Press. Jakarta.

Suryana, A. S. Mardianto dan M Ikhsan. 2001. Bunga Rampai Ekonomi Beras. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat. Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia. Jakarta.

Syafa’at, N., Purwotoo, Maulana, A dan Chaerul, M. M. 2006. Analisis Besaran Subsidi Pupuk dan Pola Distribusinya. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Stanton, W. J. 1984. Prinsip Pemasaran. Jilid 1, Cet Ke-7. Erlangga. Jakarta

Tjiptono, G. Chandra dan Dadi A. 2008. Pemasaran Strategik. CV. Andi Offset.Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.15408/saj.v1i2.22724 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.