Meretas Akar Konflik dan Kekerasan: Refleksi Protestan

Albertus N. Patty

Abstract


Lebih dari setengah kekerasan dan peperangan di dunia ini justru dimotivasi dan dijustifikasi oleh agama! Untuk itu, bagaimana agama dapat menjadi katalisator perdamaian di tengah kultur kekerasan dan peperangan ini? Perdamaian yang dimaksud di sini adalah situasi di mana setiap orang bisa menikmati kebebasan, keadilan, kesetaraan dan persaudaraan dengan sesamanya. Akar konflik dan kekerasan di antara umat berbagai agama ada yang muncul karena persoalan teologis dan non teologis.  Di antara sumber tersebut, yang utama adalah ketidaksiapan umat beragama untuk hidup dalam masyarakat dan dunia yang multikultural. Ketika rasionalitas gagal mewujudkan visinya dalam membangun peradaban manusia yang penuh damai, agama kembali ditantang untuk membuktikan peran profetisnya untuk menciptakan perdamaian di dunia ini.


Keywords


Konflik; Kekerasan; Dialog; Protestan



DOI: https://doi.org/10.15408/ref.v7i1.25871 Abstract - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


FACULTY OF USHULUDDIN SYARIF HIDAYATULLAH STATE ISLAMIC UNIVERSITY

Office: Faculty of Ushuluddin Building - 2nd Floor R. Jurnal - Jl. Ir. Juanda No. 95 Ciputat Jakarta

Phone/fax: +62-21-7493677/+62-21-7493579 - email: jurnalrefleksi@uinjkt.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View Refleksi's Stats