PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN FISIKA

Adelia Alfama Zamista, Ida Kaniawati

Abstract


Abstract

The study in this paper is based on the results of literature study, journals and research findings on proces oriented guided inquiry learning (POGIL) that focus on the implementation of POGIL and the influence of POGIL in building science process skills and student cognitive abilities. From the results of the study, it was found that POGIL could improve science process skills, thinking skills, train problem solving skills, enhance the mastery of subject matters, and improve student cognitive abilities. POGIL consists of five phases: 1) orientation, 2) exploration, 3) concept formation, 4) applications and 5) closure. Orientation, at this stage, students are directed to focus on one particular topic, also facilitates students to make observations as initial activities to explore. Exploration and concept formation, the students are guided to find concept. As a result of the exploration, concepts are formed, introduced, or students prove the concept that has been discovered by experts. Application involves using the new knowledge in exercises, problems, and even research situations. Each activity ends with a class discussion to validate the results of student performance.

 

Abstrak

Penulisan makalah ini didasarkan pada hasil studi literatur, jurnal dan temuan penelitian pada model pembelajaran process oriented guided inquiry learning (POGIL) yang berfokus pada implementasi model pembelajaran POGIL dan pengaruh model pembelajaran POGIL terhadap keterampilan proses sains (KPS) dan kemampuan kognitif siswa. Dari hasil kajian teori ditemukan bahwa model POGIL dapat meningkatkan keterampilan proses, kemampuan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah (problem solving), dan meningkatkan kemampuan kognitif siswa. POGIL terdiri dari lima tahapan, yaitu: 1) orientasi, 2) eksplorasi, 3) pembentukan konsep, 4) aplikasi dan 5) penutup. Orientasi, pada tahap ini siswa diarahkan untuk terfokus pada satu topik khusus, juga memfasilitasi siswa untuk melakukan observasi sebagai kegiatan awal untuk melakukan eksplorasi.. Sebagai hasil dari kegiatan pada tahap eksplorasi, konsep dibentuk, diperkenalkan kepada siswa atau siswa membuktikan konsep yang telah ditemukan para ahli. Aplikasi menuntut siswa untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari, bahkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Setiap kegiatan berakhir dengan diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kinerja siswa.

Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.1815


Keywords


model pembelajaran POGIL; keterampilan proses sains; kemampuan kognitif

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15408/es.v7i2.1815

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


@ EDUSAINS.  P-ISSN:1979-7281;E-ISSN:2443-1281

This is an open access article under CC-BY-SA license

 

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats

Indexed by: