Abu Nawas Dalam Miras Dan Sajak Taubat

D Sirojudin AR

Abstract


Itulah dua bait sajak yang banyak dikumandangkan di masjid-masjid, biasanya menjelang shalat fardhu atau usai shalat jumu'ah, di Indonesia. Kuat dugaan, sejak itu karangan Abu nawas, meskipun ada yang menduga hasil karya Imam Syafi'i.Tetapi, siapa sebenarnya Abu Nawas? Selain pngetahuan tentang Sajak Taubat itu, masyarakat Indonesia hanya tahu
si Abu Nawas dengan kombinasi sifat-sifat berwarna-warni; tukang banyol, cerdik atau gendeng! Abu Nawas "ngakalin" Harun al-Rasyid, sehingga Baginda selalu dapat dikalahkan. "Akal" Abu Nawas mengangkat masjid atau pura-pura gila agara tidak diangkat jadi Kadi dan kisah-kisah (yang sebenarnya lebih sekdar dongeng) lan yang kandung lengket di masyarakat, memperkuat legnda Abu Nawas ssebagai tokoh dongeng yang turun temurun bebrapa dasawarsa.

Keywords


Sajak, Abu Nawas, Dasawarsa, Kisah-Kisah, dan Dongeng.



DOI: https://doi.org/10.15408/bat.v6i10.6883 Abstract - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1970 D Sirojudin AR

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

Buletin Al-Turas
Fakultas Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
P-ISSN: 0853-1692 E-ISSN: 2579-5848

Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Phone: +6221 7443 329 Fax: +6221 7493 364
Email: alturats@uinjkt.ac.id