Startegi Pengembangan Layanan Perpustakaan Akademik di Era New Normal Untuk Mendukung Konsep Kampus Merdeka

Kalarensi Naibaho

Abstract


Perpustakaan akademik menghadapi tantangan besar di masa new normal saat ini. Tidak saja karena dampak dari pandemi covid 19 tapi juga karena perubahan kebijakan pemerintah dalam menjalankan program pendidikan, salah satunya adalah menerapkan konsep Kampus Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman pustakawan tentang konsep kampus merdeka, dan strategi yang dapat diterapkan di perpustakaan dalam pengembangan layanan, serta kendala yang akan dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Informan terdiri dari 6 orang pustakawan senior, 4 dari perguruan tinggi negeri dan 2 dari perguruan tinggi swasta. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pustakawan memaknai konsep kampus merdeka sebagai kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang memerlukan manajemen baru, dan bertujuan untuk penguatan lembaga. Pustakawan menilai bahwa konsep kampus merdeka akan berdampak pada perubahan fungsi perpustakaan menjadi salah satu laboratorium dimana mahasiswa akan banyak melakukan praktik atau magang. Sementara kendala yang dihadapi terkait dengan kebijakan terkait akses, sarana, koleksi, dan pengembangan SDM. Pustakawan harus memiliki SDM yang memahami konsep interdisiplinaritas dan memiliki kemampuan melakukan supervisi. Untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh di era new normal, pengembangan koleksi difokuskan pada e-resources dan akses yang luas dari luar kampus. Disarankan agar pustakawan membuat rumusan pengelolaan layanan perpustakaan dalam rangka menerapkan konsep kampus merdeka di perguruan tinggi. Rumusan tersebut dapat dijadikan rencana pengembangan perpustakaan jangka menengah dan diintegrasikan dengan kebijakan lembaga induk.


Keywords


perpustakaan akademik; layanan; e-learning; kampus merdeka; perpustakaan campuran

Full Text:

PDF
Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: