Mitigasi Risiko Proses Produksi Susu Sapi di Peternakan Sapi Dua Empat Jakarta Selatan
DOI:
https://doi.org/10.15408/saj.v5i2.44683Keywords:
Diagram Pareto, Mitigasi Risiko, Model House of Risk (HOR), Produksi Susu Sapi, cow milk production, risk mitigation, house of risk (hor) model, pareto diagramAbstract
ABSTRACT
This research aims to identify, measure, map, and recommend risk mitigation strategies and priorities that can be applied to control risks in the cow milk production process at Peternakan Sapi Dua Empat. The data used is primary and secondary data obtained through observation, interviews, and questionnaires. The analysis tools used are the House of Risk (HOR) and Pareto diagrams. The results of the study found 20 risk events and 28 risk causes. The highest Aggregate Risk Potential (ARP) value was found in the maintenance process, namely direct contact between healthy cows and sick cows (A8), in the milking process, namely the absence of a milking machine (A23), and in the packaging process, namely the absence of a milk quality testing device (A26). From the risk mapping, 13 priority risk causes were identified, which were through 18 mitigation strategies to improve risk control in the cow milk production process at Peternakan Sapi Dua Empat.
Keywords: cow milk production; risk mitigation; house of risk (hor) model, pareto diagram.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur, memetakan, serta merekomendasikan strategi mitigasi risiko serta prioritas yang dapat diterapkan untuk mengendalikan risiko pada proses produksi susu sapi di Peternakan Sapi Dua Empat. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah House of Risk (HOR) dan diagram Pareto. Hasil penelitian menemukan 20 kejadian risiko dan 28 penyebab risiko. Nilai Aggregate Risk Potential (ARP) tertinggi terdapat pada proses pemeliharaan adalah kontak langsung antara sapi yang sehat dengan sapi yang terkena penyakit (A8), pada proses pemerahan adalah tidak adanya mesin pemerah susu (A23), dan pada proses pengemasan adalah tidak adanya alat pemeriksaan kualitas susu (A26). Dari pemetaan risiko diperoleh 13 penyebab risiko prioritas yang kemudian ditangani melalui 18 strategi mitigasi untuk meningkatkan pengendalian risiko pada proses produksi susu sapi di Peternakan Sapi Dua Empat.
Kata Kunci: produksi susu sapi; mitigasi risiko; model house of risk (hor); diagram pareto.
References
Anggriani, L., Badat, M., & Sumartono. (2023). Analisis Potensi Pakan Hijauan Untuk Pengembangan Ternak Ruminansia di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 6 No 2: 104-112. Malang: Universitas Islam Malang.
Astuti, A., Erwanto, & Purnama, E. (2015). Pengaruh Cara Pemberian Konsentrat Hijauan Terhadap Respon Fisiologis dan Performa Sapi Peranakan Simmental. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. Vol 3(4): 201-207.
Badan Pusat Statistik. (2023). Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2021 - 2022. https://www.bps.go.id. Diakses pada 22 September 2024.
Hanif, A., & Iyas, M. (2017). Strategi Pengendalian Mastitis Subklinis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Hartomo, G. (2018). Peternakan Jadi Kunci Penting Perekonomian Indonesia.
Kurnianto, E. (2022). Pemuliaan Ternak Sapi Perah. Sidoarjo: Indomedia Pustaka.
Lake, H., & Theresia, I.P. (2020). Performans Reproduksi Sapi Perah di Peternakan Sapi Fries Holland (FH) Novisiat Claretian Benlutu. Journal of Animal Science. Vol 5(2): 25-27.
Pujawan, I., & Geraldin, L. (2009, November). House of Risk: A Model For Proactive Supply Chain Risk Management. Business Process Management Journal. Vol 15(6): 953-967.
Ramadhani, G., Yuciana, & Suparti. (2014). Analisis Pengendalian Kualitas Menggunakan Diagram Kendali Demerit (Studi Kasus Produksi Air Minum Dalam Kemasan 240 ml di PT TIW). Jurnal Gaussian. Volume 3 Nomor 3, 401-410.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Naura Cindy Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



