Tradisi Berpakaian Mispa Pasca-Haji dalam Masyarakat Bugis: Studi Kasus Desa Bulu-Bulu, Tonra

Authors

  • Abu Haif Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Hasriah Hasanuddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muh. Fauzi Isnan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Khaerunnisa Wahid Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Firman Natzir Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nur Aidah Fauziah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nurul Fatimah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.15408/refleksi.v24.i2.42818

Keywords:

Mispa Tradition, Hajj, Sociology of Islamic Law, Bugis Community

Abstract

This study examines the tradition of wearing Mispa among the Bugis community in Bulu-Bulu Village, Tonra District, following the performance of the Hajj, from the perspectives of Islamic law and the sociology of religious law. The study aims to explore the social, cultural, and religious foundations underlying the persistence of the Mispa tradition among female pilgrims, as well as to analyze the normative tension between customary practices and Islamic legal prescriptions regarding aurat (modesty requirements). This research employs a qualitative field research method using normative-juridical and empirical approaches, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that the tradition of wearing Mispa functions not merely as an item of clothing but as a symbol of honor (siri’), spiritual commitment, and a marker of social identity within Bugis society. The tradition also encompasses socio-economic and cultural dimensions through the involvement of local artisans and constitutes an integral part of post-Hajj cultural expression. However, from the perspective of Islamic law, the practice of wearing Mispa, particularly the use of transparent fabric, raises normative concerns, as it potentially contradicts Islamic prescriptions regarding the covering of aurat. These findings highlight the existence of a dynamic negotiation between customary law and Islamic law, underscoring the importance of cultural and contextual approaches in responding to local religious practices within the demands of Islamic normative frameworks.

Author Biography

  • Khaerunnisa Wahid, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    Dr. Abu Haif, M.Hum (Dosen Pascasarjana) UIN ALAUDDIN MAKASSAR Hasriah Hasanuddin, S.H. (Mahasiswa Pascasarjana) UIN ALAUDDIN MAKASSAR Muh. Fauzi Isnan, S.H. (Mahasiswa Pascasarjana) UIN ALAUDDIN MAKASSAR Khaerunnisa Wahid, S.H. (Mahasiswa Pascasarjana) UIN ALAUDDIN MAKASSAR Firman Natzir, S.H. (Mahasiswa Pascasarjana) UIN ALAUDDIN MAKASSAR Nur Aidah Fauziah, S.H. (Mahasiswa Pascasarjana) UIN ALAUDDIN MAKASSAR Nurul Fatimah, S.H. (Mahasiswa Pascasarjana) UIN ALAUDDIN MAKASSAR

References

Abbas, Ahmad Sudirman. 2004. Qawa id Fiqhiyyah dalam Perspektif Fiqih. Jakarta: Radar Jaya Offset.

Anwar, Syamsul. 2010. Hukum Perjanjian Syariah. Jakarta: Rajawali Pers.

az-Zuhaili, Wahbah. 1986. Ushul al-Fiqh. Damaskus: al-Fikr.

Bahua, Muhammad Ikbal. 2018. Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat. Gorontalo: Ideas Publishing.

Cahyana, A. Maolani, Rukaesih, Ucu. 2015. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Departemen Agama RI. 2012. Al-Qur’an dan Terjemahannya, Baca Juga dalam Al-Qur’an Cordoba. Bandung: PT Cordoba International Indonesia.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Djalil, Basiq. 2010. Ilmu Ushul Fiqih. Jakarta: Kencana Panamedia Group.

Ghoni, Junaidi & Al-Mansur, Fausan. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Hatta, Anggraini Frista Pratiwi. “Manajemen Travel Haji dan Umrah dalam Merekrut Jamaah”, Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar, 2015.

Iryani, Eva. “Hukum Islam, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, Vol. 17, No. 2, 2017.

Kahmad, Dadang. 2000. Metode Penelitian Agama. Bandung: CV Pustaka Setia.

Labib Mz. 1999. Wanita dan Jilbab. Gresik: CV. Bulan Bintang.

Latupono, Barzah, et. all. 2007. Buku Ajar Hukum Islam. Yogyakarta: CV Budi Utama.

M, Nurjannah. “Haji dan Pesta (Studi Pengaruh Tren Busana Muslim terhadap Identitas Haji di Desa Mataiwoi Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan)” Jurnal Sosial dan Budaya, Vol. 8, No. 3, 2019.

M. Amirin, Tatang. 1995. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

M. Armando, Nina. 2005. Ensiklopedi Islam, Vol. 6. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

MKD IAIN Sunan Ampel. 2012. Studi Hukum Islam. Surabaya: IAIN SA Press.

Mursalin, Amir Hamzah, dan Abdul Ghany. “Fenomena Busana Hajja Pasca Haji di Kabupaten Bone Perspektif Al-Qur'an.” Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Studi Islam 2, no. 2 (Desember 2025): 79-95

Musfah, Jejen. 2016. Tips Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Perpustakaan Nasional.

Nasruddin. “Haji dalam Budaya Masyarakat Bugis Barru: Suatu Pergeseran Makna” Jayapangus Press, Vol. 3 No. 2, 2020.

Nasution, Khoiruddin.2010. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Academia.

Nata, Abuddin. 2012. Metodologi Studi Islam. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Nirwanti. “Tradisi Penggunaan Busana Haji dalam Suku Bugis (Studi Living Qur’an Terhadap Perempuan Desa Puurema Subur Kabupaten Konawe Selatan)” Jurnal El-Maqra’, Vol. 1, No.1, 2021.

Nurdin, Ismail & Hartati, Sri. 2019. Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat

Qaradhawi, Yusuf. 1995. Fatwa-fatwa Kontemporer 2. Jakarta: Gema Insani.

Rahman, Abdul, Maman, Muhidin, Sambas Ali. 2011. Panduan Memahami Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.

Saputra, A., Mulyadi, M., Putra, F., & Kurniati, K. (2025). Simbolisme haji dan emas dalam falsafah haji Bugis: Perspektif hukum Islam. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 3(2), 69. https://doi.org/10.59246/aladalah.v3i2.1232

Sarjan, Andi. 1999. Studi tentang Paham dan Kepercayaan Suku Bugis (Bone) di Sekitar Pelaksanaan Ibadah Haji. Hasil Penelitian Kolektif STAIN Watampone, Watampone: STAIN Watampone.

Shahab, Husein. 2000. Jilbab Menurut al-Qur’an dan As-Sunah. Bandung: Mizan.

Shahih, al-Fauzan, Syaikh Abdullah. 1995. Krieteria Busana Muslimah. Jakarta: Khazana Shun.

Shihab, M. Quraish. 1998. Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudlu’i atas Pelbagai Pesoalan Umat. Bandung: Mizan.

Subair. “Simbolisme Haji Orang Bugis: Menguak Makna Ibadah Haji Bagi Orang Bugis di Bone, Sulawesi Selatan”. Jurnal Ri’ayah, Vol. 03, No. 02, 2018.

Surtiretna, Nina, et al. 1995. Anggun Berjilbab. Bandung: al-Bayan.

Syarifah, Umaiyah. 2009. “Motif Sosia Melakukan Ibadah Haji Pada Masyarakat Desan Umbulmartani di Kecamatan Ngemplak”. Skripsi Fakultas Ushuluddin, Universitas Negeri Yogyakarta.

Syarifuddin, Amir. 2011. Ushul Fiqh. Jakarta: Panamedia Group.

Thalik, M. 1978. Analisa dalam Bimbingan Islam. Surabaya: Il-Ikhlas.

Wadud, Amina. 2006. Qur’an Menurut Perempuan: Membaca Kembali Kitab Suci dengan Semangat Keadilan. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Yamani, Ahmad Zaki. 1977. Syariat Islam Yang Kekal dan Persoalan Masa Kini. Jakarta: Intermasa.

Zainal, Amiruddin, Azikin. 2004. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2025-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Tradisi Berpakaian Mispa Pasca-Haji dalam Masyarakat Bugis: Studi Kasus Desa Bulu-Bulu, Tonra. (2025). Refleksi: Jurnal Kajian Agama Dan Filsafat, 24(2), 199-220. https://doi.org/10.15408/refleksi.v24.i2.42818