OPTIMALISASI PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT HUKUM ADAT DALAM SEKTOR BIOETANOL MELALUI PENERAPAN IMPACT BENEFIT AGREEMENT SEBAGAI PERWUJUDAN TRANSISI ENERGI BERKEADILAN

Authors

  • Dominica Esteralma Noviputri Universitas Airlangga
  • Raisha Putri Maharani Universitas Airlangga
  • Nabila Afifah Abida Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.15408/9tzerf39

Keywords:

Bioetanol; Masyarakat Hukum Adat; Impact Benefit Agreement

Abstract

Indonesia, dengan potensi lahan seluas 12 juta hektare untuk pengembangan bioetanol dan target mencapai 1,2 juta kiloliter produksi bioetanol pada tahun 2030, berkomitmen dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil melalui transisi ke energi terbarukan. Bioetanol, sebagai salah satu solusi dalam transisi energi, memiliki potensi untuk mempercepat pencapaian target energi nasional, namun di sisi lain juga menimbulkan dampak negatif terkait konflik tanah ulayat dengan masyarakat hukum adat (MHA). Meskipun UU No. 39 Tahun 2014 tentang “Perkebunan” mengakui hak ulayat, namun penerapan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) masih sering terabaikan, yang mengakibatkan ketidakadilan bagi MHA. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum MHA dalam agenda transisi energi berupa pemanfaatan bioetanol di Indonesia saat ini, serta merumuskan mekanisme implementasi Impact Benefit Agreement (IBA) dalam menjamin partisipasi aktif dan memberikan kepastian hukum bagi MHA dalam agenda transisi energi. Bentuk dari peraturan hukum nasional dapat merujuk pada komparasi hukum negara Kanada. Peraturan tersebut mencakup aspek yang meliputi subjek hukum IBA, prinsip dasar dan mekanisme pelaksanaan, lembaga pengujian dan pengawasan, pengaturan syarat klausul perjanjian, serta mekanisme penyelesaian sengketa. Rekonstruksi hukum tersebut kemudian dilakukan dalam UU 39/2014 tentang “Perkebunan”, PP 22/2021 tentang “Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”, serta Perpres 40/2023 tentang “Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).”

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Alting, H. (2011). Dinamika hukum dalam pengakuan dan perlindungan hak masyarakat hukum adat atas tanah. LaksBang Pressindo.

Bushar, M. (2003). Asas-asas hukum adat. PT Pradnya Paramita.

Hadjon, P. M., & Djatmiati, T. S. (2020). Argumentasi hukum. Gadjah Mada University Press.

Kusumaatmadja, M. (1995). Hukum, masyarakat, dan pembinaan hukum nasional. Binacipta.

Marzuki, P. M. (2006). Penelitian hukum. Prenada Media.

Paloboran, M. (2025). Bioethanol: Bahan baku, rantai pasok, karakteristik & optimasi pembakarannya (T. A. Pangruruk, Ed.). Scopindo Media Pustaka.

Rasjidi, L. (1990). Dasar-dasar filsafat hukum. Citra Aditya Bakti.

Wacks, R. (2006). Philosophy of law: A very short introduction. Oxford University Press.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2024). Catatan iklim dan kualitas udara Indonesia.

Institute for Essential Services Reform. (2020). Pengenalan transisi energi.

Nationally Determined Contribution Indonesia. (2022). Enhanced nationally determined contribution.

Nuraini, N. (Tahun tidak disebutkan). Gerakan sosial baru dan politik lingkungan (Tesis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Yayasan Masyarakat Kehutanan Lestari. (2025). Transisi (semu) energi.

Artikel Jurnal

Atong, P. (2025). Dinamika konflik agraria di Indonesia: Faktor penyebab dan dampaknya. FOKUS: Publikasi Ilmiah Untuk Mahasiswa, 23(1).

Cascadden, M., Gunton, T., & Rutherford, M. (2021). Best practices for impact benefit agreements. Resources Policy, 70, 101921.

Datta, A., & Krishnamoorti, R. (2022). Understanding the greenhouse gas impact of deforestation fires in Indonesia and Brazil in 2019 and 2020. Frontiers in Climate, 4(2).

Dulhunty, A. (2023). When extractive and racial capitalism combine – Indigenous and caste-based struggles with land, labour and law in India. Geoforum, 147, 103887.

Elfitra, Afrizal, & Zuldesni. (2019). Free, prior and informed consent (FPIC) as a conflict mitigation instrument: FPIC applicability for mitigation of structural agrarian conflicts in Indonesia.

Fahmi, C., & Armia, M. S. (2022). Protecting indigenous collective land property in Indonesia under international human rights norms. Journal of Southeast Asian Human Rights, 6(1).

Fidler, C., & Hitch, M. (2007). Impact and benefit agreements: A contentious issue for environmental and aboriginal justice. Environment Journal, 35(2).

Hutama, W. R., & Poespasari, E. D. (2020). Legal protection for indigenous people in land dispute with corporation. PalArch’s Journal of Archaeology of Egypt/Egyptology, 17(4).

Le Meur, P. Y., et al. (2013). “Horizontal” and “vertical” diffusion: The cumulative influence of impact and benefit agreement (IBAs) on mining policy-production in New Caledonia. International Journal of Minerals Policy and Economics, 38(4).

Mitchell, T., Arseneau, C., Thomas, D., & Smith, P. (2019). Towards an indigenous-informed relational approach to free, prior, and informed consent (FPIC). International Indigenous Policy Journal, 10(4).

Papillon, M., Leclair, J., & Leydet, D. (2020). Free, prior and informed consent: Between legal ambiguity and political agency. International Journal on Minority and Group Rights, 27(2).

Rachman, N. F., & Masalam, H. (2017). The trajectory of indigeneity politics against land dispossession in Indonesia. Sriwijaya Law Review, 1(1).

Rianawati, E., Sagala, S., Hafiz, I., Anhorn, J., Alemu, S., Hilbert, J., Rosslee, D., et al. (2021). The potential of biogas in energy transition in Indonesia. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 1143(1).

Segah, H., Afentina, Fatkhurohman, & Aguswan, Y. (2025). Deforestation characteristics between 2006 and 2020 over tropical forest in Central Kalimantan, Indonesia. Indonesian Journal of Geography, 57(1).

Susmiati, Y. (2018). The prospect of bioethanol production from agricultural waste and organic waste. Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 7(2).

Qodri, M. (2019). “Benang merah” penalaran hukum, argumentasi hukum dan penegakan hukum. Jurnal Hukum Progresif, 7(2).

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 25 Tahun 2013.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2015.

Putusan Pengadilan

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2012). Putusan Nomor 35/PUU-X/2012.

Supreme Court of Canada. (2004). Judgement No. 29419/SCC/73/2004.

Website Internet

Climate Science Investigations. (2023, March 4). Energy: The driver of climate. Climate Science Investigations South Florida. Climate Science Investigations South Florida - Energy: The Driver of Climate

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman. (2018, September 6). Teori-teori lingkungan hidup. https://dlh.slemankab.go.id/teori-teori-lingkungan-hidup/

Fansiskan Papua. (2024, October 3). Proyek PSN Merauke melibatkan aparat militer mengancam dan menghilangkan hak hidup orang asli Papua “Mih Ti A Man, Yah, Tik Ma Kamin Anim Nanggo”. Siaran-Pers-Proyek-PSN-Merauke-Melibatkan-Aparat-Militer-Mengancam-dan-Menghilangkan-Hak-Hidup-Orang-Asli-Papua-3-Okt-2024.pdf

Government of Canada. (2025, June 25). Minerals and the economy. Minerals and the economy - Natural Resources Canada

Im-Mining. (2006, March 8). Progress on Meadowbank. Home - International Mining

Bell, J. (2006, March 4). Kivalliq Inuit strike benefit deal on Meadowbank. Nunatsiaq News. Homepage

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2022, November 4). Presiden Jokowi luncurkan program bioetanol tebu untuk ketahanan energi. Siaran-Pers-Proyek-PSN-Merauke-Melibatkan-Aparat-Militer-Mengancam-dan-Menghilangkan-Hak-Hidup-Orang-Asli-Papua-3-Okt-2024.pdf

Kendari Info. (2025, June 16). Puspaham Sultra soal konflik agraria di Angata Konsel: Bukan sekadar sengketa lahan. Puspaham Sultra soal Konflik Agraria di Angata, Konsel: Bukan Sekadar Sengketa Lahan

Kendari Merdeka. (2025, January 18). Saling klaim lahan, penyebab konflik masyarakat dan PT Marketindo Selaras. Saling Klaim Lahan, Penyebab Konflik Masyarakat dan PT Marketindo Selaras

Makati, K. (2025, April 20). Menyelesaikan konflik agraria di Konawe Selatan, keadilan yang tak bisa ditunda. Lingkar Sultra. Menyelesaikan Konflik Agraria di Konawe Selatan, Keadilan yang Tak Bisa Ditunda

Low Carbon Development Indonesia. (2024). Sektor energi. Sektor Energi – LCDI

Media Indonesia. (2024, December 16). Walhi: Rencana pengembangan hutan bioetanol rugikan lingkungan dan masyarakat. Walhi rencana pengembangan hutan bioetanol rugikan lingkungan dan masyarakat

Mongabay. (2025, June 28). Masyarakat adat di Merauke tersingkir proyek tebu dan bioetanol, transisi energi berkeadilan? Masyarakat Adat di Merauke Tersingkir Proyek Tebu dan Bioetanol, Transisi Energi Berkeadilan?

Pertamina. (2024, July 17). Bioetanol: Energi harapan masa depan. “Bioetanol: Energi Harapan Masa Depan”

Ragsdale, R. (2011, February 27). Mining news: Meadowbank marks production milestone. Petroleum News. Meadowbank Marks production Milestone

Tempo. (2024, October 17). Masyarakat adat Merauke tolak PSN food estate: Proyek berlangsung brutal. Masyarakat Adat Merauke Tolak PSN Food Estate: Proyek Berlangsung Brutal

Waingapu.com. (2024, September 2). WALHI NTT kritisi proyek investasi yang dinilai abaikan lingkungan hidup rakyat Sumba. WALHI NTT Kritisi Proyek Investasi yang Dinilai Abaikan Lingkungan Hidup Rakyat Sumba.

World Meteorological Organization. (2025, March 19). WMO report documents spiralling weather and climate impacts. WMO report documents spiralling weather and climate impacts

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

OPTIMALISASI PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT HUKUM ADAT DALAM SEKTOR BIOETANOL MELALUI PENERAPAN IMPACT BENEFIT AGREEMENT SEBAGAI PERWUJUDAN TRANSISI ENERGI BERKEADILAN. (2026). UIN Law Review: Jurnal Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 2(1), 30-60. https://doi.org/10.15408/9tzerf39