Afiliasi Politik Media dalam Framing Pemberitaan Debat Pilpres 2024 pada Asumsi.co dan Republika.co.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana framing pemberitaan debat Pilpres 2024 pada dua media massa, yaitu asumsi.co dan republika.co.id. Kedua media tersebut diketahui memiliki afiliasi politik. CEO sekaligus Founder asumsi.co, Pangeran Siahaan, terlibat sebagai Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan Ganjar-Mahfud. Sementara itu, republika.co.id merupakan media yang berada dibawah naungan PT Mahaka Media Tbk yang didirikan oleh Erick Thohir, Chief di Tim Kemenangan Nasional (TKN) Fanta, salah satu unsur TKN Prabowo-Gibran. Dengan menggunakan metode analisis framing Robert N. Entman, penelitian ini mengeksplorasi empat elemen framing: define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Selain itu, penelitian ini juga mengaplikasikan dua dimensi besar dari Entman, yaitu seleksi isu dan penonjolan aspek tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam cara kedua media membingkai pemberitaan terkait pasangan calon presiden dan wakil presiden. Asumsi.co konsisten membingkai debat Pilpres 2024 dengan fokus pada citra positif pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menonjolkan performa matang dan penguasaan materi, sementara republika.co.id lebih variatif, menyoroti aspek personalitas, gestur fisik, dan retorika, dengan fokus utama pada citra positif Prabowo Subianto sebagai pemimpin tegas dan berpengalaman, serta sorotan tambahan pada Gibran Rakabuming Raka, sembari lebih kritis terhadap Anies Baswedan terutama terkait etika politik.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Azwar, A., Putra, R. P., & Uljanatunnisa, U. (2021). Unsur Keberpihakan Pada Pemberitaan Media Online Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Kampanye pada Kumparan.Com. Jurnal Studi Jurnalistik, 3(1), 48–62. https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.19878
Cushion, S., & Thomas, R. (2018). Reporting Elections: Rethinking the Logic of Campaign Coverage. Polity Press.
Dubois, E., & Blank, G. (2018). The echo chamber is overstated: the moderating effect of political interest and diverse media. Information Communication and Society, 21(5), 729–745. https://doi.org/10.1080/1369118X.2018.1428656
Eriyanto. (2021). Analsis Framing: Konstruksi Ideologi dan Politik Media. LKIS.
Hardani, A. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Pustaka Ilmu Group.
Heryanto, G. G. (2018). Media Komunikasi Politik. IRCiSoD.
Kaid, L.. (2015). Handbook Penelitian Komunikasi Politik (M. Rizal, Ed.). Nusa Media.
Masduki, dkk. (2023). Kepemilikan dan Afiliasi Politik Media di Indonesia. PR2MEdia
McCoy, M.(2019). Scandal and Democracy: Media Politics in Indonesia. Cornell University Press. http://www.jstor.org/stable/10.7591/j.ctv8j54x
McNair, B. (2017). An Introduction to Political Communication (6th Edition). Routledge.
Pawito. (2009). Komunikasi Politik: Media Massa dan Kampanye Pemilihan. Citra Mandiri.
Sobur, A.. (2015). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung.
Strömbäck, J., & Esser, F. (2014). Introduction: Making sense of the mediatization of politics. Dalam Journalism Studies (Vol. 15, Nomor 3, hlm. 243–255). Routledge. https://doi.org/10.1080/1461670X.2014.897412
Tapsell, R. (2015). Indonesia’s Media Oligarchy and the “Jokowi Phenomenon.” Indonesia, 99, 29–50. https://doi.org/10.5728/indonesia.99.0029
DOI: https://doi.org/10.15408/jsj.v7i1.42859
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Indexed by:
Jurnal Studi Jurnalistik is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International