SELF-HEALING FOR WOMEN WITH UNWANTED PREGNANCIES AT YAYASAN RUMAH TUMBUH HARAPAN BANDUNG

Tuti Kartika, Arini Dwi Deswanti, Muhammad Ananta Firdaus, Mira Azzasyofia, Vrinsca Paulus

Abstract


Abstract. Women who experience unwanted pregnancies (PKTD) face very complex problems: being left behind by the man who impregnated them, being expelled by their families, being stigmatized by society, feeling deep shame and guilt, and losing their future. This study aims to examine the problem of unwanted pregnancy and its solution by RUTH Foundation. The research method is descriptive qualitative with data collection techniques of in-depth interviews, documentation study, observation, and Focus Group Discussion. The results of the study illustrate that the PKTD have problems of shame and fear, loss of future, and being left by the man who impregnated them. This research also succeeded in identifying self-healing services provided by the RUTH Foundation, namely healing carried out by the KTD women themselves with assistance from RUTH Foundation officers. The media used are sewing, knitting, painting, baking, flower arranging, going to nature, and other entertainment media. Self-healing is carried out continuously by emphasizing the willingness and ability of KTD women. The conclusion of this study is that self-healing by the RUTH Foundation has succeeded in leading women with domestic violence to forgive themselves and accept the situation they are in. Forgiving themselves and accepting the conditions experienced has opened up space for women with domestic violence to foster self-motivation and build a fighting spirit to continue a better life. The most important thing is that the Ruth Foundation has saved two generations, namely the CVC herself as a mother and the fetus in her mother's womb.

 

Keywords: Women, unwanted pregnancy, self-healing.

 

Abstrak. Perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (PKTD) menghadapi permasalahan sangat kompleks: ditinggal lelaki yang menghamilinya, diusir keluarga, mendapatkan stigma masyarakat, rasa malu dan bersalah yang mendalam, serta kehilangan masa depan. Studi ini bertujuan mengkaji permasalahan PKTD dan solusinya oleh Yayasan RUTH. Metode penelitian berbentuk deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menggambarkan bahwa PKTD memiliki masalah rasa malu dan takut, kehilangan masa depan, dan ditinggal lelaki yang menghamilinya. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi pelayanan self healing yang diberikan oleh Yayasan RUTH yakni penyembuhan yang dilakukan oleh perempuan KTD itu sendiri dengan pendampingan dari petugas Yayasan RUTH. Media yang digunakannya adalah menjahit, merajut, melukis, membuat kue, merangkai bunga, pergi ke alam terbuka, dan media hiburan lainnya. Self healing dilakukan secara terus menerus dengan menekankan pada kemauan dan kemampuan perempuan KTD. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa self healing oleh Yayasan RUTH berhasil mengantar perempuan KTD memaafkan dirinya dan menerima situasi yang dialaminya. Memaafkan diri sendiri dan menerima kondisi yang dialami telah membuka ruang bagi perempuan KTD untuk menumbuhkan motivasi diri dan membangun semangat juang melanjutkan kehidupan yang lebih baik. Hal paling penting adalah Yayasan Ruth telah menyelamatkan dua generasi, yaitu PKTD itu sendiri sebagai seorang ibu dan janin dalam kandungan ibunya. 

 

Kata kunci: Perempuan, kehamilan tidak diinginkan, self-healing.


Keywords


women; unwanted pregnancy; self-healing; perempuan; kehamilan tidak diinginkan; self-healing;

References


Adhiningtyas, N. P., & Utami, M. S. (2020). Gratitude Cognitive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Kualitas Hidup pada Perempuan dengan HIV/AIDS. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 6(1), 92–106.

Alifah, A. P., Apsari, N. C., & Taftazani, B. M. (2022). Faktor Yang Mempengaruhi Remaja Hamil Di Luar Nikah. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(3), 529. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i3.38077

Anjainah, N. L., & Muhid, A. (2023). Efektivitas Forgiveness Therapy untuk Memperbaiki Tingkat Self-Acceptance pada Wanita Penderita Kanker Payudara: Literature Review. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5(1), 80–88.

Apriliyani, I., Dwidiyanti, M., & Sari, S. P. (2020). Pengaruh terapi mindfulness terhadap tingkat depresi pada remaja. 1(1).

Arisanti Yulanda, N., & Herman, H. (2020). Pengaruh Coaching: Self Healing Terhadap Tingkat Stres Dan Kadar Kortisol Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Dengan Hemodialisis. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 218–226. https://doi.org/10.34035/jk.v11i2.450

Bahrien, B., & Ardianty, S. (2017). Pengaruh Efektivitas Terapi Self Healing Menggunakan Energi Reiki terhadap Kecemasan Menghadapi Ujian Skripsi. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(1), 141–148.

Creswell, J. W. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (3rd ed.). Sage.

Eukaristianica Theofani. (2020). Resiliensi pada Wanita yang Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan. JURNAL DIVERSITA. https://doi.org/10.31289/diversita.v6i1.3035

Fauziah, P. S., Hamidah, H., & Subiyatin, A. (2022). Kehamilan Tidak Diinginkan di Usia Remaja. Muhammadiyah Journal of Midwifery. https://doi.org/10.24853/myjm.3.2.53-62

Ismarwati, I., & Utami, I. (2017). Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Journal of Health Studies, 1(2), 168–177.

Joseph, M. C., Satiadarma, M. P., & Koesma, R. E. (2018). Penerapan terapi seni dalam mengurangi kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga di Jakarta. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 2(1), 77–87.

Latipah, S., Prabawati, D., & Susilo, W. H. (2020). Efektifitas Mindfulness Based Intervention: Doa Buka Hati Terhadap Perubahan Depresi Pasien HIV/AIDS. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia, 4(1).

Mutohharoh, A. (2022). Self-Healing. JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, 2(1), 73–88.

Noor, M., Atieka, N., & Yunisa, L. (2020). Counseling Milenial (Cm). 1(December), 9–23.

Oktaviana, S. K. (2022). Terapi Pemaafan untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Remaja Korban Kekerasan. Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya, 5(1), 59–70.

Pertiwi, N. F. A., & Abida, L. L. (2022). Dampak Kehamilan Tidak Diinginkan pada Remaja. Jurnal Fisioterapi Dan Kesehatan Indonesia, 2(02).

Prawono, V. I. (2015). Peran rancangan intervensi dengan pendekatan art therapy terhadap body image dissatisfaction pada perempuan dewasa muda. Psibernetika, 8(2).

Rahmah, H. (2021). Konsep Berpikir Positif (Husnuzhon) dalam Meningkatkan Kemampuan Self-Healing. 71.

Redho, A., Sofiani, Y., & Warongan, A. W. (2019). Pengaruh self-healing terhadap penurunan skala nyeri pasien post Op. Journal of Telenursing (JOTING), 1(1), 205–214.

Rohmatin, E., & Sunarya, L. I. P. (2021). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA DI DESA RAJADATU KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA. Media Informasi, 17(1), 72–78.

Rumah RUTH. (2023a, March). Program Kerja Yayasan Rumah Tumbuh Harapan. https://rumahruth.or.id/service

Rumah RUTH. (2023b, March). Visi & Misi Yayasan RUTH. https://rumahruth.or.id/about-us

Sari, D. S., & Utami, M. S. (2022). Gratitude Cognivite Behavior Therapy Untuk Meningkatkan Harga Diri Remaja Korban Perceraian. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 8(1), 128–139.

Soukotta, V., & Satiadarma, M. P. (2018). ART THERAPY TO REDUCE DEPRESSION DUE TO DOMESTIC VIOLENCE AT “X” COMMUNITY IN AMBON. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 2(2), 518–525.

Wahyono, D., & Santoso, P. S. (2022). PELATIHAN PSIKOEDUKASI ART THERAPY DENGAN MERAJUT UNTUK MENGURANGI KECEMASAN DAN MEMBANGUN SDM BERDAYAGUNA PADA REMAJA DESA NGRAWAN, BERBEK, NGANJUK. ABDI MASSA: Jurnal Pengabdian Nasional (e-ISSN: 2797-0493), 2(04), 1–6.

Widyasari, R., & Aryastami, N. K. (2018). Kajian sosiologis perilaku beresiko kesehatan pada kekerasan dalam berpacaran mahasiswa di Yogyakarta. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 21(1), 48–59.


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/empati.v12i1.31791

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2023 Tuti Kartika, Arini Dwi Deswanti, Muhammad Ananta Firdaus, Mira Azzasyofia, Vrinsca Paulus

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.