DUKUNGAN SOSIAL GERAKAN UNTUK KESEJAHTERAAN TUNARUNGU INDONESIA (GERKATIN) TERHADAP PENYANDANG TULI

Maulidina Sekar Jannati

Abstract


Abstract. A person with a deaf person is someone who has a disorder or damage to the ear organs. They prefer to be called Deaf (Tuli) than Deaf (Tunarungu). As a language used daily, Deaf friends get accessibility in fulfilling their rights and support from un-deaf friends and deaf friends. In this study, the authors used a qualitative research method with interviews, documentation studies and observations to study and describe the forms of social support provided by the Movement for Welfare Deaf Indonesia (GERKATIN) to Deaf friends and also examine the influence of Deaf friends who have joined this organization. The results showed that GERKATIN’s social support included: (1) social support, namely in the aspect of informative support such as the presence of Sign Language Interpreters (JBI), and social media that helped Deaf friends access information; (2) emotional support, such as sharing among members; (3) instrumental support, such as BISINDO learning places as socialization access to the community; (4) award support, such as JBI on television or in formal events; and (5) group support, such as sharing feelings among Deaf friends. Direct influences such as intensive support and communication provided by fellow members, indirect influences, namely the existence of a place to share stories, and interactive influences such as GERKATIN have an influence on Deaf friends to make this organization a place for their welfare such as avoiding discrimination that has many negative impacts.

 

Abstrak. Orang dengan penyandang tuli adalah seseorang yang mengalami gangguan atau kerusakan pada organ-organ telinganya. Mereka lebih senang dipanggil dengan Tuli daripada Tunarungu. Sebagai bahasa yang digunakan sehari-hari membuat teman Tuli mendapatkan aksessibilitas dalam memenuhi hak-hak mereka dan dukungan dari teman-teman dengar maupun teman-teman Tuli.  Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dukungan sosial yang diberikan oleh Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) kepada teman Tuli. Juga meneliti tentang pengaruh teman Tuli yang telah bergabung di organisasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial GERKATIN meliputi: (1) dukungan sosial, yaitu pada aspek dukungan informatif seperti dengan adanya Juru Bahasa Isyarat (JBI), dan  sosial media yang membantu teman Tuli mengakses informasi; (2) dukungan emosional, seperti teman sharing antar sesama anggota; (3) dukungan instrumental, seperti tempat-tempat belajar BISINDO sebagai akses sosialisasi kepada masyarakat; (4) dukungan penghargaan, seperti JBI di televisi atau di acara-acara formal; dan (5) dukungan kelompok, seperti berbagi rasa antar sesama teman Tuli. Pengaruh langsung seperti dukungan dan komunikasi intensif yang diberikan oleh sesama anggota, pengaruh tidak langsung, yaitu adanya tempat berbagi kisah, dan pengaruh interaktif seperti GERKATIN mempunyai pengaruh kepada teman Tuli untuk menjadikan organisasi ini sebagai wadah kesejahteraan mereka seperti terhindarnya dari diskriminasi yang mempunyai banyak dampak negatif.

 


Keywords


social support; Deaf people; BISINDO;Dukungan sosial; penyandang Tuli; BISINDO

References


Bachtiar, W. (1997). Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah. Jakarta: Logos.

Danesi, M. (2012). Pesan, Tanda dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

databoks. (2017, Februari 9). Penyandang Disabilitas di Jakarta 6 Ribu Jiwa. Retrieved Oktober 28, 2019, from databoks: https://databoks.katadata.co.id

Djunaedi, Ghoni, M., & Almansyur, F. (2012). In Metode Penelitian Kualitatif (p. 25). Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Efendi, M. (2006). Psikopedagagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara.

Ghufron, M. N., & S, R. R. (2012). Gaya Belajar Kajian Teoritik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Moleong, L. J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Peterson, S. J., & Bredow, T. S. (2013). Middle Range Theories. Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins.

Pujileksono, S. (2015). Metodologi Penelitian Komunikasi Kualitatif. Malang: Intrans Publishing.

Rahmi, H. (2012). Meningkatkan Kemampuan Pengoperasian Perkalian Melalui Metode Horizontal Bagi Anak Tunarungu. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 114.

Sarwono, J. (2006). In Metode Penelitian Kualitatif (p. 22). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugianto, N., & Samopa, F. (2015). Analisis Manfaat dan Penerimaan Terhadap Implementasi Bahasa Isyarat Indonesia Pada Latar Belakang Komplek Menggunakan Kinect dan Jaringan Syaraf Tiruan. Jurnal Informatika dan Sistem Informatika, 56-70.

Tarmidi, & Rambe, A. R. (2010). Korelasi Antara Dukungan Sosial Orang Tua dan Sel-Directed Learning pada Siswa SMA. Jurnal Psikologi, 217.


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/empati.v8i1.14688

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Maulidina Sekar Jannati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.