Penerapan Concursus Idealis Pada Tindak Pidana Penculikan Anak (Studi Putusan Nomor 157/Pid.Sus/2025/PN Rap)
DOI:
https://doi.org/10.15408/qatfpk62Keywords:
penculikan anak, Concursus Idealis, Penyalahgunaan Senjata apiAbstract
Penelitian ini menganalisis penerapan asas concursus idealis dalam perkara penculikan anak yang disertai kepemilikan senjata api secara ilegal, dengan fokus pada Putusan Nomor 157/Pid.Sus/2025/PN Rap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif yang dipadukan dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara formal, hakim telah tepat menjatuhkan pidana berdasarkan dakwaan kumulatif yang diajukan jaksa. Pertimbangan hakim juga telah memenuhi syarat hukum dengan memeriksa alat bukti dan mempertimbangkan faktor meringankan seperti perdamaian. Namun, analisis mendalam mengungkap bahwa hakim belum secara maksimal menerapkan konstruksi concursus idealis. Fakta kasus yang merupakan satu rangkaian perbuatan dengan tujuan tunggal seharusnya dikualifikasikan sebagai concursus idealis (Pasal 63 KUHP), bukan sekadar kumulasi dua delik terpisah. Ketidakmaksimalan penerapan asas ini berimplikasi pada: (1) potensi ketidaktransparan dalam petimbangan dan konstruksi pemidanaan, (2) melemahnya fungsi edukatif hukum, dan (3) perlindungan korban yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun putusan hakim telah sesuai secara prosedural, analisis subtantif terhadap penerapan concursus idealis masih belum lengkap
