Ulama, Jangan Menjadi Sumber Perselisihan

Authors

  • Ahmad Mukri Aji Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.15408/adalah.v2i4.11418

Abstract

Ulama adalah orang yang memiliki ilmu agama dan pengetahuan. Keulamaan yang dengan pengetahuan nya tersebut memiliki rasa takut dan tunduk kepada Allah Swt. Sebagai orang yang mempunyai wawasan luas, maka ulama hendaknya mampu mengukir peran aktif di tengah masyarakat. Salah satu peran ulama yang harus dicatat adalah mereka sebagai kelompok terpelajar yang membawa pencerahan kepada masyarakat sekitar. Ulama pun memiliki peran sebagai pewaris para nabi, sumber rujukan bagi manusia. Barang siapa mengikut petunjuk mereka, maka ia termasuk orang yang selamat. Barang siapa yang dengan kesombongan dan kebodohan menentang mereka, ia termasuk orang yang sesat. Para ulama adalah wali dan kekasih Allah, dialah manusia yang pengetahuannya tentang Allah bertambah, mengetahui keagungan dan kekuasaanNya, maka dalam dirinya timbul rasa takut dan takzim akan keagungan dan ketinggian kekuasaanNya.

 

References

Munawwir, A.W. Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, Surabaya: Pustaka Progressif 1997.

Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka 2007.

Syâkir, Asy-Syeikh Ahmad. ‘Umdatu at-Tafsîr ‘An al-Hafidz Ibn Katsîr, Kairo: Dâr al-Wafa, 2005 M, Juz: 3.

Yunus, Nur Rohim; Sholeh, Muhammad; Susilowati, Ida. "Rekontruksi Teori Partisipasi Politik Dalam Diskursus Pemikiran Politik Negara" dalam Salam; Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, Vol. 4, No. 3 (2017).

https://kumparan.com/@kumparannews/jalan-teduh-quraish-shihab-1r5x5XXvkJC

Downloads

Published

2018-05-22

Issue

Section

Articles