Revolusi dan Taktik Keseharian: Peran Media Sosial dalam Melawan Penguasa Mesir pada Peristiwa Arab Spring

Authors

  • Daffa Agussandy Ikhsan Syarif Hidayatullah Islamic State University
  • Alfinsyah Rizki Pratama Syarif Hidayatullah Islamic State University

DOI:

https://doi.org/10.15408/sh.v4i1.39890

Keywords:

keseharian, media sosial, Mesir.

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis peran media sosial sebagai taktik keseharian yang digunakan oleh masyarakat Mesir untuk melawan strategi dominasi rezim otoriter selama Arab Spring tahun 2011. Arab Spring adalah salah satu peristiwa dalam sejarah yang berhasil mengubah corak politik di negara-negara Timur Tengah. Peristiwa ini merupakan momen historis penting yang berhasil menumbangkan penguasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menerapkan kerangka Teori Praktik Keseharian (Strategi vs. Taktik) dari Michel de Certeau. Data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis konten media sosial, artikel berita, dan publikasi ilmiah untuk mengidentifikasi pola praktik online yang memicu perlawanan offline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masifnya penggunaan media sosial terbukti terintegrasi erat dengan kehidupan keseharian masyarakat, terutama sejak tahun 2011. Media sosial berperan sebagai taktik yang gesit, berhasil memotong kontrol informasi sentralistik rezim (Strategi), dan dimanfaatkan rakyat untuk menyebarkan narasi tandingan serta memprovokasi aksi kolektif. Secara keseluruhan, media sosial berfungsi sebagai ruang taktis yang dibentuk oleh praktik keseharian rakyat, secara efektif melawan dan membongkar dominasi strategi penguasa Mesir. Hal ini menegaskan bahwa transformasi media sosial menjadi senjata politik memberikan wawasan baru tentang peran taktik yang berasal dari keseharian dalam perubahan sosial.

Downloads

Published

2025-06-30