Strategi Dakwah Ustadz TikTok dalam Membangun Keterhubungan dengan Generasi Muda
DOI:
https://doi.org/10.15408/relations.v2i2.46769Abstract
Perkembangan teknologi komunikasi membawa perubahan signifikan terhadap cara masyarakat mengakses dan memaknai dakwah. TikTok, sebagai media sosial berbasis video pendek, kini menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk berinteraksi dengan pesan keagamaan. Fenomena ini mendorong para dai muda seperti Husein Basyaiban untuk memanfaatkan platform tersebut sebagai media dakwah yang kreatif dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis isi untuk memahami strategi dakwah Husein di akun TikTok @kadamsidik00. Data diperoleh melalui observasi konten, respons audiens, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Husein Basyaiban berhasil menggabungkan nilai-nilai dakwah dengan pendekatan komunikasi dua arah yang interaktif, humoris, dan relevan dengan budaya digital. Gaya komunikasinya yang santai namun berbobot memperkuat hubungan emosional antara dai dan audiens. Strategi tersebut mencerminkan penerapan model komunikasi dua arah simetris dalam teori Public Relations, yang menekankan keseimbangan antara penyampaian pesan dan pemahaman terhadap audiens. Dengan demikian, dakwah digital Husein Basyaiban menjadi representasi transformasi dakwah modern yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika komunikasi era media sosial.
Kata kunci: Dakwah digital, Husein Basyaiban, TikTok, Komunikasi dua arah, Public Relations.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Relations: Journal of Media Studies and Public Relations

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.