Manajemen Perpustakaan Sekolah dan Tantangan Literasi Abad 21 Sistematic Review
Abstract
Perpustakaan sekolah saat ini dihadapkan pada tantangan global abad ke-21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi digital, tuntutan literasi informasi, serta kebutuhan penguatan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. Dalam konteks tersebut, manajemen perpustakaan sekolah memegang peran sentral dalam menyediakan layanan, koleksi, serta ruang belajar yang mampu menjawab kebutuhan literasi generasi digital. Artikel ini menggunakan pendekatan systematic review dengan menelaah 45 publikasi ilmiah internasional dan nasional yang terbit antara tahun 2015–2024. Data dikumpulkan melalui basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan Garuda. Analisis dilakukan dengan teknik tematik, mencakup identifikasi tren manajemen perpustakaan sekolah, strategi literasi abad ke-21, serta relevansinya dengan kebijakan pendidikan global. Hasil telaah menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan sekolah tidak hanya berfokus pada pengelolaan koleksi, tetapi juga menekankan pada transformasi digital, pengembangan learning commons, dan integrasi literasi digital. Studi-studi terkini menegaskan peran pustakawan sekolah sebagai fasilitator pembelajaran dan mitra guru dalam mendorong inquiry-based learning serta problem-based learning. Tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur, kesenjangan literasi digital antara sekolah kota dan desa, serta kebutuhan penguatan kompetensi profesional pustakawan. Namun, praktik baik dari berbagai negara menunjukkan bahwa inovasi layanan seperti makerspace, perpustakaan keliling berbasis teknologi, dan kolaborasi kurikulum mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat budaya literasi. Systematic review ini menegaskan bahwa manajemen perpustakaan sekolah di abad ke-21 harus berorientasi pada transformasi digital, keadilan akses, dan penguatan literasi informasi. Diperlukan strategi kolaboratif antara pustakawan, guru, dan pemangku kebijakan untuk mewujudkan perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi dan inovasi pembelajaran.