Transformasi Representasi Arsip di Era Digital (Kajian Literatur 2015-2024)

Authors

  • Arvia Earwantama
  • Kartika Puspita Sari
  • Meilani Mega Juwita
  • Nurul Habib Romadhan
  • Taufik Asmiyanto

Abstract

Periode 2015–2024 menandai lonjakan digitalisasi arsip dalam skala global. Namun, representasi arsip digital masih didominasi narasi institusional yang berisiko meminggirkan suara komunitas. Metode yang digunakan adalah critical literature review terhadap dua puluh artikel dalam Archival Science terbitan 2015–2024. Data dianalisis menggunakan matriks relevansi berdasarkan fokus studi, aktor dominan, subjek termarginalkan, bentuk representasi arsip, pendekatan partisipatif, diakhiri kritik dominasi institusi melalui pendekatan Foucault. Hasil kajian menunjukkan bahwa metadata dan sistem deskripsi arsip bekerja sebagai teknologi kuasa yang menyaring pengetahuan, mengesampingkan konteks komunitas lokal, dan menyederhanakan makna sosial. Subjek marginal seringkali dieksklusi dari narasi arsip digital melalui sistem otomasi yang bias. Meski demikian, sejumlah artikel menawarkan praktik resistensi melalui arsip komunitas dan model postcustodial. Hasil analisis menunjukkan representasi arsip masih didominasi institusi besar, sehingga diperlukan kebijakan metadata yang inklusif, partisipatif, dan adil secara sosial untuk mendorong keadilan representasi di era digital.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Transformasi Representasi Arsip di Era Digital (Kajian Literatur 2015-2024). (2025). Library Insights Journal, 2(2), 37-50. https://journal.uinjkt.ac.id/lij/article/view/50300