Analisis Bibliometrik Publikasi Preservasi Digital Koleksi Kearifan Lokal di Indonesia (Komparasi dengan Lima Negara ASEAN)
Abstract
Publikasi preservasi digital tentang kearifan lokal merupakan cerminan dari komitmen sebuah lembaga dalam melestarikan nilai-nilai luhur bangsa. Melestarikan koleksi lokal berarti mewariskan nilai-nilai luhur bangsa ke generasi muda untuk jangka panjang. Setiap negara memiliki koleksi khas dan menjadi kekayaan tak ternilai. Perkembangan teknologi sangat membantu proses pelestarian dan dapat dianalisis dari publikasi di jurnal ilmiah. Produktivitas tiap negara dalam hal preservasi koleksi lokal dapat dikaji dari publikasi di berbagai jurnal ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian preservasi digital budaya masyarakat di Indonesia dan dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik VosViewer dengan cakupan publikasi di jurnal ilmiah dari tahun 2018 – 2022. Data diambil dari database Scopus. Indonesia merupakan negara dengan produktivitas publikasi ilmiah paling tinggi diantara 6 negara ASEAN lainnya terkait preservasi digital koleksi kearifan lokal, sedangkan yang paling rendah adalah Vietnam. Analisis co-occurrence berdasarkan kata kunci pada 6 negara menunjukkan bahwa kata kunci teratas adalah local wisdom (Indonesia), sustainability (Malaysia), human (Singapore dan Filipina), e-learning (Thailand) dan digital transformation (Vietnam). Kata ‘human’ menjadi kata kunci teratas yang ditemukan di publikasi 2 negara. Berbagai kata kunci dari tren penelitian terbaru terkait preservasi digital kearifan lokal dapat dilihat dari pendekatan: isi atau subjek konten kearifan lokal, teknologi yang digunakan untuk preservasi, proses preservasi, dan tujuan preservasi. Topik yang belum banyak dieksplor di publikasi Indonesia terkait dengan kata kunci: augmented reality, critical thinking skills, creativity, digital economy, digital leadership,digital platform, digital storytelling, financial literacy, fintech, forest management, heritage, islamic law, learning outcome, media literacy, policy, service quality, tourism development, tourist destination, transformation, virtual reality. Produktivitas publikasi terkait preservasi digital kearifan lokal perlu dipertahankan dan ditingkatkan Indonesia dengan mengeksplor topik-topik terkait kata kunci yang belum banyak dibahas. Pustakawan perlu melakukan kajian berkesinambungan terkait produktivitas publikasi tersebut untuk mengetahui perkembangan terbaru.