PROGRAM PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MENDORONG PERUBAHAN SOSIAL PADA PEDAGANG PASAR YOSOMULYO PELANGI KOTA METRO
ISLAMIC RELIGIOUS EXTENSION PROGRAM IN PROMOTING SOCIAL CHANGE AMONG TRADERS AT YOSOMULYO PELANGI MARKET IN METRO CITY
DOI:
https://doi.org/10.15408/jpa.vi.49977Keywords:
Yosomulyo Pelangi Market, Religious Counselors, Social Change, Traders, Pasar Yosomulyo Pelangi, Penyuluh Agama, Perubahan Sosial, PedagangAbstract
Abstrak: Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Kota Metro merupakan inovasi pasar berbasis komunitas yang tidak hanya menjadi pusat ekonomi akan tetapi pasar payungi juga merupakan ruang interaksi sosial masyarakat. Namun, di balik geliatnya, masih ditemukan perilaku pedagang yang kurang mencerminkan nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan. Kondisi ini menjadi latar belakang hadirnya program penyuluh agama yang bertujuan membina pedagang melalui pendekatan spiritual dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program penyuluh agama di Payungi mendorong terjadinya perubahan sosial di kalangan pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Adapun data-data penelitian di dapatkan dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap penyuluh agama serta pedagang pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program seperti pesantren wirausaha, tahsin-tahfidz Al-Qur’an, kajian syuruq, pembacaan sholawat dan hadits, serta Jumat Berkah menjadi sarana yang digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara kontekstual. Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman keislaman pedagang, tetapi juga membentuk perilaku sosial yang lebih jujur, peduli, dan kolaboratif dalam kehidupan pasar. Perubahan sosial terjadi secara bertahap melalui pendekatan yang membumi dan persuasif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program penyuluh agama memiliki kontribusi nyata dalam membentuk komunitas pasar yang religius dan berdaya sosial. Oleh karena itu, keberlanjutan dan penguatan program ini sangat disarankan agar dampak positifnya terus berkembang di masa mendatang.
Abstract: Yosomulyo Pelangi Market (Payungi) in Metro City is a community-based market innovation that serves not only as an economic center but also as a space for social interaction among the public. However, behind its vibrancy, there are still behaviors among traders that do not fully reflect Islamic values such as honesty, social care, and the spirit of togetherness. This condition prompted the initiation of a religious counselor program aimed at fostering traders through spiritual and educational approaches. This study aims to explore how the religious counselor program at Payungi encourages social change among traders. The research uses a qualitative approach with a field study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving religious counselors and market traders. The findings show that programs such as the Entrepreneurial Islamic Boarding School, Qur’an Recitation and Memorization (Tahsin-Tahfidz), Morning Study (Kajian Syuruq), collective Salawat and Hadith reading, and the Friday Blessing initiative serve as contextual mediums to convey religious values. These programs not only enhance the traders’ understanding of Islam but also foster more honest, caring, and collaborative social behaviors within the market environment. Social change occurs gradually through grounded and persuasive approaches. This study concludes that the religious counselor program has a tangible contribution in shaping a religious and socially empowered market community. Therefore, the continuity and strengthening of this program are highly recommended to ensure its positive impact continues to grow in the future.
References
Addai, G., Amponsah, O., & Dinye, R. D. 2022. “Social Interactions in Periodic Urban Markets and Their Contributions to Sustainable Livelihoods: Evidence from Ghana.” Regional Sustainability.
Creswell, J. W. 2014. “Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th Ed.).” SAGE Publications.
Lestari, S., & Harfiani, R. 2023. “Program Jumat Berkah Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam.” Hikmah 20(2).
Manggala, Harwan Dharma Aji. 2019. “Perubahan Sosial Di Tosari (Studi Kasus Lunturnya Folklore Masyarakat Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan).” Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development.
Mulyadi, S. 2022. “Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Lembaga Pendidikan Islam.” Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) 7(01):27–34. doi:10.36352/jt-ibsi.v7i01.302.
Pabbajah, Mustaqim. n.d. “Dialekta Islam Dan Budaya Lokal: Strategi Bertahan komunikasi Bawakareang Di Sulawesi Selatan.”
Pelayanan bimbingan rohani Islam dalam mengurangi tingkat stres pada pasien keguguran di Rumah Sakit St. Madyang Palopo. 2024. Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam.
Sugiyono. 2018. Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R Dan D. Bandung: Alfabeta.
Syahriawiti, Wiwi. 2020. “Implementasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dalam Meningkatkan Efektivitas Perizinan Usaha Pada Dinas Penanaman Modal Kabupaten Cirebon.” Cendikia Jaya 2(2):22–46. doi:10.47685/cendekia-jaya.v2i2.71.
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2025.“Pahala Subuh Keliling.”
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahma Fauziah, Qois Azizah Bin Has, Fadhil Hardiansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

