Bimbingan Agama Dalam Mengatasi Kecemasan Pada Lansia Melalui Dzikir di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung – Jakarta Timur

Authors

  • Adelia Pratiwi Dewini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • M Jufri Halim

DOI:

https://doi.org/10.15408/jpa.v8i1.24369

Keywords:

Bimbingan agama, kecemasan, lansia, dzikir.

Abstract

Lanjut usia meruakan suatu keadaan yang ditandai dengan perubahan dan penurunan kesehatan, kekuatan, ketahanan fisik serta daya kemampuan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Kondisi kelemahan dan penurunan tersebut menjadi masalah yang serius yang dapat mengakibatkan kecemasan. Selain mengalami penurunan fisik, para lansia harus menghadapi masalah psikologis seperti kekhawatiran tentang rasa takutnya terhadap kematian, kehilangan keluarga atau teman karib, dukungan sosial. Panti sosial ini telah memberikan bimbingan agama kepada lansia terutma kegiatan dzikir “Dzikir Ratib Al-Hadad” secara khusus diberikan oleh pihak panti berupa memberikan jalan yang dapat mengatasi lansia dari kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses bimbingan agama dalam mengatasi kecemasan pada lansia melalui dzikir dan faktor pendukung dan penghambat bimbingan agama dala mengatasi kecemasan pada lansia melalui dzikir. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yan digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Juga dari referensi buku, jurnal dan data lembaga yang terkait dengan lansia. Hasil penelitin ini menjelaskan bahwa proses pelaksanaan bimbingan agama memiliki berpengaruh terutama dalam kegiatan dzikir dalam mengatasi kecemasan pada lansia. Kegiatan dzikir khusus dengan materi Dzikir Ratib Al-Hadad. Keutaman dari dzikir ini adalah jika mengamalkannya akan dipanjangkan umur, mendapat khusnul khotimah dan senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT. Dzikir ini membawa perubahan pada lansia dalam mengatasi kecemasan. Adanya ketenangan dan ketentraman jiwa, kebahagiaan serta mengingatkan akan kematian dengan khusnul khotimah. Faktor pendukungnya yaitu dari sarana dan prasarana serta dukungan besar dari semua pihak panti sosial. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kondisi penurunan fisik dan kesehatan.

References

Arifin. (1982). Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama. Jakarta: PT Terayon Press.

Bakar Atjeh, Abue. (1992). Pengantar Ilmu Tarekat. Solo: Ramadhan Cet VII.

Daradjat, Zakiah. (1982). Kesehatan Mental. Jakarta: PT. Gunung Agung.

H.M, Arifin. (1997). Pokok Pokok Pikiran tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama. Jakarta: Bulan Bintang.

H.M Yusnan, Asmuni. (1993). Ilmu Tauhid. Jakarta : RajaGrafindo Persada.

Hawari, Dadang. (1999). Al-Qur’an : Ilmu Kedokteran dan Keseahtan Jiwa. Yogyakarta : Dana Bhakti Prima Yasa.

Hurlock, Elizabeth B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanang Rentan Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Lexy J, Moleon. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nata, Abuddin. (2012). Pemikiran Pendidikan Islam dan Barat. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Rahim Faqih, Aunur. (2001). Bimbingan dan Konseling Islam. Yogyakarta: UII Press.

Rajab, Khairunnas. (2018). Psikologi Ibadah (Memakmurkan Kerajaan Illahi di Hati Manusia). Jakarta : AMZAH.

Struart dan Sundeen. (1998). Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 3 ahli Bahasa Khair Yani. S. Jakarta : EGC.

Sue dkk. (1992). Multicultural counseling competencies: a call to the profession. Journal of Counseling and Development (70).

Sukmadinata. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Graha Aksara

Syarif et al. (2012). FARMAKOLOGI DAN TERAPI. Ed. 5. Jakarta: FKUI.

Downloads

Published

2022-01-21

How to Cite

Bimbingan Agama Dalam Mengatasi Kecemasan Pada Lansia Melalui Dzikir di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung – Jakarta Timur. (2022). Jurnal Penyuluhan Agama, 8(1), 19-28. https://doi.org/10.15408/jpa.v8i1.24369