Diskursus Perkembangan Turats Dalam Islam

Dirga Ayu Lestari

Abstract


Dinamika pemikiran Islam menunjukkan trend yang sama sekali baru, perkembangan ini ditandai dengan lahirnya karya-karya akademis dan intelektual sebagai pembacaan ulang terhadap warisan budaya dan intelektual Islam. Tradisi bukan dimaknai sebagai penerimaan secara totalitas atas warisan klasik, sehingga istilah otentisitas menjadi sesuatu yang debatable. Pengkajian terhadap turats mutlak dibutuhkan dalam rangka menemukan formasi baru epistemologi Arab-Islam. Sebab inti reformasi pemikiran sebenarnya terletak pada upaya mengembangkan sebuah metode dan visi baru tentang turats. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis kajian pustaka. Peneliti mengambil data dengan teknik mencari referensi dari berbagai sumber pustaka, terutama mengambil data dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yakni sumber data utama yang dicari, adapun sumber sekunder merupakan data pendukung. Sumber primer terdiri dari buku karya Muhammed Abed Al-Jabiri yang berjudul Formasi Nalar Arab: Kritik Tradisi Menuju pembebasan dan pluralism wacana Interreligius. Adapun sumber sekunder terdiri dari buku, jurnal, hasil seminar dan diskusi dengan ahli yang relevan dengan tema penelitian. Islam sebagai agama baru” bagi bangsa Arab masehi telah menjadi inspirator utama untuk menjadi bangsa yang besar dan terkenal. Ada beberapa sarjana muslim yang memberikan wacana pemikiran mengenai tradisi dan budaya yaitu lebih tepatnya turats. Antara lain yaitu:  Pertama, Muhammed Arkoun menggunakanistilah dekonstruktif untuk turats. Ia bukan hanya berani membongkar (mendekontruksi), tetapi ia juga mencoba membangun kembali (rekontruksi) tradisi Islam yang pernah ada. Namun, ini nampaknya sebuah proyek yang sukar, sehingga ia terpaksa melakukan rekontruksi ini dengan meminjam metode dari Barat. Kedua, Hasan Hanafi menggunakan istilah oksidentalisme untuk turat. oksidentalisme ini tidak dapat dilepaskan dari tiga pilar atau agenda dari proyek tradisi dan pembaharuannya (at-turats wa at-tajdid), yang meliputi sikap kritis terhadap tradisi, sikap kritis terhadap Barat dan inilah yang sering disebut dengan oksidentalisme dan sikap kritis terhadap realitas

Keywords


Turats; Islam

References


Al-Jabiri, Muhammed Abed. 2003. Formasi Nalar Arab: Kritik Tradisi Menuju pembebasan dan pluralism wacana Interreligius. terj. Imam Khoiri. Yogyakarta: IRCiSoD.

Al-Jabiri, Muhammed Abed. 2000. Post-Tradisionalisme Islam, terj. Ahmad Baso. Yogyakarta: Lkis.

Amin, Samsul Munir. 1987. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amzah, 2009.

Arkoun, Mohammed. Al-Fikr Al-Islami Qiraat ‘Ilmiyyah, terj. Hasyim Shaleh. Bairut: Markaz al-Islam al- Kaumi.

Arkoun, Mohammed. 1996. Rethingking Islam, terj. Yulian W. Asmin, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

As-syaukanie, A. Luthfi.1998. Tipologi dan wacana pemikiran Arab Kontemporer, dalam Jurnal Paramadina Vol I No I, Juli-Desember.

Aziz, A., Islamy, A., & Saihu. (2019). Existence of Naht Method in the Development of Contemporary Arabic Language. Taqdir: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 5(2). https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.19109/taqdir.v5i2.4926

Aziz, A., & Mubin, F. (2021). Tafsir Tarbawī: Wacana Khalifah Dan Khilāfah Dalam Reformasi Pendidikan Islam Holistik. Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu Dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an, 21(01), 127–153.

Echols, John M. 1979. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Hanafi, Hassan. 2000. Oksidentalisme: Sikap Kita terhadap Tradisi Barat, terj. M. Najib Buchori, Jakarta: Paramadina.

Haris, Khalif Muammar. 2012. Pandangan Islam Terhadap Tradisi dan Kemodenan. Universitas Kebangsaan Malaysia dalam Jurnal Hadhari.

Hitti, Philip K. 2005. History of the Arabs, Terj. R Cecep Lukman Yasin. Jakarta: Serambi.

Ibrahim, Hasan.2009. Sejarah dan Kebudayaan Islam 2. Jakarta: Kalam Mulia.

Ibrahim, Hasan. Sejarah dan Kebudayaan Islam 1. Jakarta: Kalam Mulia, 2009

Issa J. Boullata. 2001. Dekonstruksi Tradisi, Gelegar Pemikiran Arab Islam. Terj. Imam Khoiri. Yogyakarta: Lkis.

Jamil, M. Mukhsin. 2005. Membongkar Mitos Menegakkan Nalar: Pergulatan Islam Liberal Versus Islam Literal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kasdi, Abdurrohman & Umma Farida. 2013. Oksidentalisme Sebagai Pilar Pembaharuan (Telaah Terhadap Pemikiran Hassan Hanafi), STAIN Kudus Fikrah dalam Jurnal Vol. I, No. 2, Juli-Desember.

Misrawi, Zuhairi. 2001. Dari Tradisionalisme Menuju Post-Tradisionalisme Islam, Geliat Pemikiran Islam Arab”, dalam Jurnal Tashwirul Afkar, No. 10, Tahun.

Mubin, F., & Made, S. (2021). Analisis Tafsir Maqashidi Tentang Pelaksanaan Salat Jumat Online Di Era Pandemi. Al-Burhan, 21(02), 172–198.

Munawir, Ahmad Warson. 1997. Al Munawir: Kamus Arab Indonesia Edisi 2. Surabaya: Pustaka Progresif.

Saihu, M. (2019). Urgensi ‘Urf dalam Tradisi Male dan Relevansinya dalam Dakwah Islam di Jembrana-Bali. Jurnal Bimas Islam. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i1.91

Saihu, M. (2021). Creating Community Based On Religion And Culture: Social Learning In Hindu And Muslim Relationships In Bali. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 10(01), 219–246.

Qardawi, Yusuf. 1996. Al-Qur’an Berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Gema Insani Press.

Wijaya, Aksin. 2004. Menggugat Otensitas Wahyu Tuhan; Kritik Atas Nalar Tafsir Gender. Yogyakarta: Safiria Insania Press.

Zaid, Nasr Hamid Abu. Kritik wacana agama, terj. Khoiron Nahdliyyin. Yogyakarta:LKiS, 2003.

Zailani. 2012. Rekontruksi Tradisi Islam (Studi Pemikiran Muhammed Arkoun tentang Sunnah), dalam Jurnal Ushuluddin Vol. XVIII No. 2, Juli 2012


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/kordinat.v22i1.33487

Refbacks

  • There are currently no refbacks.