The Ambiguity of the DSN-MUI Vis-à-Vis Banking Regulations: A Critique of the Existence of Fatwas and the Institutional System in Indonesia

Authors

  • Shaifurrokhman Mahfudz Univeristas Islam Tazkia, Bogor
  • Shofi Arofatul Marits Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fatah Cileungsi, Bogor
  • Ahmad Dahlan Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri, Purwokerto
  • Moch Taufik Harno Universitas Islam Madinah

DOI:

https://doi.org/10.15408/aiq.v18i1.53110

Keywords:

Islamic finance, Fatwa, DSN-MUI, Sharia governance, Regulatory framework

Abstract

This study critically analyzes the regulatory and institutional frameworks that govern the issuance and enforcement of financial fatwas in Indonesia's Islamic finance industry. The study focuses on the central role of the DSN-MUI, which provides religious legitimacy and technical guidance on Sharia compliance for Islamic Financial Institutions. Drawing on doctrinal legal analysis of legal, institutional, and regulatory documents, this study identifies a complex regulatory framework governing the DSN-MUI. These findings show that although DSN-MUI operates as a quasi-autonomous civil society body, DSN-MUI remains closely related to and influenced by state institutions. This relationship allows government authorities to selectively transform DSN-MUI fatwas—initially consultative and non-binding—into legally enforceable regulations. Although this mechanism allows the state to leverage DSN-MUI's religious legitimacy, it also raises concerns about institutional autonomy and potential political intervention. The study argues that this institutional ambiguity is a significant systemic weakness that could jeopardize the long-term independence of DSN-MUI and the integrity of Indonesia's Sharia compliance framework. This article concludes by recommending structural and legislative reforms to clarify DSN-MUI's mandate and strengthen the resilience of Indonesia's Sharia governance system.

 

Abstrak 

Studi ini secara kritis menganalisis kerangka peraturan dan kelembagaan yang mengatur penerbitan dan penegakan fatwa keuangan di industri keuangan syariah Indonesia. Studi ini berfokus pada peran sentral DSN-MUI, yang memberikan legitimasi agama dan bimbingan teknis tentang kepatuhan Syariah untuk Lembaga Keuangan Islam. Dengan menggunakan analisis hukum doktrinal terhadap dokumen hukum, kelembagaan, dan regulasi, penelitian ini mengidentifikasi kerangka regulasi yang kompleks yang mengatur DSN-MUI. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun DSN-MUI beroperasi sebagai badan masyarakat sipil kuasi-otonom, DSN-MUI tetap terkait erat dan dipengaruhi oleh lembaga negara. Hubungan ini memungkinkan otoritas pemerintah untuk secara selektif mengubah fatwa DSN-MUI—awalnya konsultatif dan tidak mengikat—menjadi peraturan yang dapat ditegakkan secara hukum. Meskipun mekanisme ini memungkinkan negara untuk memanfaatkan legitimasi agama DSN-MUI, mekanisme ini secara bersamaan menimbulkan kekhawatiran mengenai otonomi kelembagaan dan potensi intervensi politik. Studi ini berpendapat bahwa ambiguitas kelembagaan semacam itu merupakan kelemahan sistemik yang signifikan yang dapat membahayakan independensi jangka panjang DSN-MUI dan integritas kerangka kerja kepatuhan Syariah Indonesia. Pasal ini diakhiri dengan merekomendasikan reformasi struktural dan legislatif untuk memperjelas mandat DSN-MUI dan memperkuat ketahanan sistem tata kelola Syariah Indonesia.

References

Afandi, S. (2019). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penerapan Metode Annuitas Dalam Pembiayaan Murabahah Di Perbankan Syariah (Studi Kasus di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kebonjeruk). Madani Syari’ah, 1(1), 1–47.

Al-Hakim, S. (2013). Perkembangan Regulasi Perbankan Syariah di Indonesia. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 13(1), 15–32. https://doi.org/https://doi.org/10.18326/ijtihad.v13i1.15-31.

Alamudi, I. A., & Hasan, A. (2023). Kedudukan Fatwa Dsn Dalam Tata Hukum Nasional. Mitsaqan Ghalizan: Jurnal Hukum Keluarga Dan Pemikiran Hukum Islam, 3(2), 11–31.

Anshori, A. G. (2008). Sejarah Perkembangan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia dan Implikasinya bagi Praktik Perbankan Nasional. La_Riba: Jurnal Ekonomi Islam, 2(2), 159–172.

Ansori, I. (2008). Problematika Dewan Pengawas Syariah Dan Solusinya. NIZHAM, 2(1), 19–35.

Awaluddin, & Febrian, A. (2020). Kedudukan Fatwa Dsn-Mui Dalam Transaksikeuangan Pada Lembaga Keuangan Syariah Di Indonesia. ALHURRIYAH: Jurnal Hukum Islam, 6(2), 196–209.

Aziz, J. A., Maghfiroh, S., Kholifah, A., Voak, A., & Althof, C. C. (2025). Rethinking 'Interest' in Islamic Finance: A Critique of the Method of Fatwa MUI and Its Legitimacy in Indonesia. Journal of Islamic Thought and Civilization, 15(1), 81–98. https://doi.org/10.32350/jitc.151.05

Dahlan, A. (2018). Two Tier di Bank Syariah: Transformasi Fikih dalam Bisnis. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 8(1), 95–108.

Dahlan, A., Mawardi, & Mahfudz, S. (2023). The Crucial History of Sharia Banking Law Development in Indonesia. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 17(1), 27–40.

Dahlan, A., Voak, A., Chin, J., Mariyani Squire, E., & Aprianto, N. E. K. (2024). Ethno-Political Dynamism and Its Role in the Development of Indonesian Islamic Banking Law. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 7(2), 393–409. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v7i2.11077

Dasopang, N. S. (2025). Sharia Banking Supervision in Indonesia: Legal Mechanisms and Implications. Jurnal Ilmiah MIZANI, 12(01), 227–240. https://doi.org/10.21098/jimf.v6i2.1093.8

Dharmayani, A. A., Humairah, F. A., & Iqbal, M. N. (2025). The Role And Authority Of The National Shariah Council In The Development Of Shariah Economic Law In Indonesia. Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum, 15(02), 130–139. https://doi.org/10.58471/justi.v15i02

Faisal. (2014). Metode Anuitas dan Proporsional Murabahah Sebagai Bentuk Transparansi dan Publikasi Laporan Bank. Mimbar Hukum, 26(3), 382–394.

Fakhrina, A., & Hamid, A. (2025). Sacralizing the Market? The Role of DSN – MUI in the Legal- Economic Legitimacy of Islamic Banking in Indonesia. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 25(1), 125–142.

Haitsam, G. (2025). Indonesia Sejarah Perkembangan DSN MUI dan Istinbath Hukum. Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, 2(2), 72–82. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/majelis.v2i2.647

Hamidah, K. (2012). Sinergi Antara Agama Dengan Negara Menuju Proses Negara Madani. Jurnal Islamic Review, 1(2), 191–212.

Hartini, S., Purwoto, A., Hartono, R., & Apriadi, A. (2025). Authority of The National Sharia Council (DSN) and The Financial Services Authority (OJK) in The Regulation of Shakira Banks After The Birth of Law No.21 of 2011 Linked To Sharia Principles According To Sharia Banking Law. Journal of Life Style and SDGs Review, 5(21), 1–14.

Hasan, L. O. (2024). Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia Under Construction Sharia Economic Supervision System in Indonesia. Asian Journal of Engineering, Social and Health, 3(1), 134–146.

Imaniyati, N. S., & Adam, P. (2019). The Fatwa Position of DSN-MUI in The National Banking System. Mimbar, 33(1), 142–148.

Irfani, K. (2022). Politik Hukum: Relasi Antara Politik, Hukum dan Agama di Indonesia. JPW (Jurnal Politik Walisongo, 4(1), 1–23. https://doi.org/10.21580/jpw.v4i1.5468

Mubarak, M. Z., & Bakar, M. Z. A. (2018). Politik Islam Mahathir Mohammad Di Malaysia Dan Soeharto Di Indonesia. Al-A’raf, 15(1), 27–58.

Mudzhar, M. A. (2013). The Legal Reasoning and Socio-Legal Impact of The Fatwas of The Council Of Indonesian Ulama on Economic Issues. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 13(1), 9–20.

Putri, A. F. (2023). Pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Terhadap Kepatuhan Prinsip Syariah Pada Bank Syariah. Jurist-Diction, 6(1), 49–64. https://doi.org/10.20473/ydk.v32i2.4632

Ramadhan, F., Wahid, D. N., & Nizam, N. (2023). Relations Between State and Religion: Legal Studies and Court Decisions. JAPHTN-HAN, 2(1), 1–36. https://doi.org/https://doi.org/10.55292/japhtnhan.v2i1.58

Rizki, D., Misnawati, & Wardani, T. U. (2026). Problematika Independensi Dewan Pengawas Syariah Dalam Perbankan Syariah (Analisis Dilema Sentralisasi Dan Desentralisasi). Ghaly: Journal of Islamic Economic Law, 4(1), 114–147.

Sanusi, R. N., & Wahyudi, A. (2026). Peran OJK, BI, dan DSN-MUI dalam Pengembangan Keuangan Syariah (Intregasi Regulasi dan Fatwa). JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi), 12(2), 1154–1164.

Suaidi, Mun'im, Z., Astuti, S. D., Riyadi, I., Khabibah, S., & Huda, N. (2025). Harmonization Between DSN-MUI Fatwas and OJK Regulations : Towards an Innovative and Inclusive Sharia-Compliant Fintech Ecosystem in Indonesia. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 24(1), 182–197.

Suhendar, H., Mukhlas, O. S., & Hakim, A. A. (2023). Legal Politics of the Existence of Fatwa in Islamic Financial Institutions: Evidence from Indonesia. Jurnal Hukum Islam, 21(2), 279–308.

Tarmidzi, Khasanah, K., Arwani, A., Said, K., & Ramadhan, M. U. C. (2024). The Pursuit of Legal Harmony in the Integration of Sharia Economic Law Compilation, OJK Regulations, and DSN-MUI Fatwas. HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, 10(1), 121–139.

Widiyono, T. (2024). The Legal Position of The Indonesian Ulema Council in Applying The Principles of Islamic Law in Islamic Banking Operations In Indonesia. Journal of Social Research, 3(9), 1–8.

Zein, F. (2018). Legislasi Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Dalam Kebijakan Ekonomi Negara. Jurnal Cita Hukum (Indonesian Law Journal), 6(1), 71- 94. https://doi.org/10.15408/jch.v6i1.8267

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Original Research Articles

How to Cite

The Ambiguity of the DSN-MUI Vis-à-Vis Banking Regulations: A Critique of the Existence of Fatwas and the Institutional System in Indonesia. (2026). Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 18(1), 19-32. https://doi.org/10.15408/aiq.v18i1.53110