Sharia Legal Perspective on Joint Property Transactions: An Analysis of DSN-MUI Fatwa No. 160/DSN-MUI/VII/2024 on Ijārat al-Māl al-Mushtarak and Al-Māl al-Mushāʿ
DOI:
https://doi.org/10.15408/aiq.v18i1.51435Keywords:
Ijarah, Harta Milik Bersama, Al-ḍararu Yuzalu, Sadd al-Dzari’ahAbstract
This study analyzes the juridical issues embedded in Fatwa No. 160/DSN-MUI/VII/2024 concerning Ijarah al-māl al-mushtarak and al-māl al-mushāʿ, particularly the provision permitting one partner to lease a jointly owned asset share to another partner without obtaining the consent of the remaining partners. The study employs a qualitative case study approach by examining the Fatwa’s normative framework, the principles of fiqh muʿāmalāt, and their implications for Islamic financial industry practices. The findings reveal that removing the inter-partner consent requirement could create uncertainty about ownership rights, conflicts of interest, and harm to other parties, thereby opening the possibility of ḍarar. This condition is analyzed through the legal maxim al-ḍararu yuzālu and the Sadd al-dharāʾiʿ approach, both of which emphasize preventing potential harm before it occurs. Theoretically, this study argues that the identity of the lessee (whether a partner or a non-partner) does not eliminate the obligation to obtain consent, as ownership rights in mal mushāʿ are inherently attached, collective, and proportionally vested in each party. Accordingly, this study recommends making inter-partner consent mandatory in Ijarah al-māl al-mushtarak to ensure transparency, accountability, legal certainty, and justice in transactions and within the Islamic financial industry.
Abstrak
Studi ini menganalisis isu-isu yuridis yang terkandung dalam Fatwa No. 160/DSN-MUI/VII/2024 mengenai Ijarah al-māl al-mushtarak dan al-māl al-mushāʿ, khususnya ketentuan yang mengizinkan satu mitra menyewakan saham aset yang dimiliki bersama kepada mitra lain tanpa mendapatkan persetujuan dari mitra lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan menelaah kerangka normatif Fatwa, prinsip-prinsip fiqh muʿāmalāt, dan implikasinya terhadap praktik industri keuangan Islam. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa menghapus persyaratan persetujuan antar mitra dapat menimbulkan ketidakpastian tentang hak kepemilikan, konflik kepentingan, dan kerugian bagi pihak lain, sehingga membuka kemungkinan ḍarar. Kondisi ini dianalisis melalui maksim hukum al-ḍararu yuzālu dan pendekatan Sadd al-dharāʾiʿ, yang keduanya menekankan pencegahan potensi bahaya sebelum terjadi. Secara teori, studi ini berargumen bahwa identitas penyewa (baik mitra maupun non-mitra) tidak menghilangkan kewajiban untuk memperoleh persetujuan, karena hak kepemilikan dalam mal mushāʿ secara inheren melekat, kolektif, dan proporsional dimiliki oleh masing-masing pihak. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan agar persetujuan antar mitra diwajibkan dalam Ijarah al-Māl al-Mushtarak untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, kepastian hukum, dan keadilan dalam transaksi serta dalam industri keuangan Islam.
References
Ahmad, M. Y., Abdullah, M. M., Zakaria, Z., Jamsari, E. A., Muttaqin, A., Safiai, M. H., Ashari, M. Z. A. H., & Nasir, B. M. (2024). Joint ownership of land: Issues and solutions according to the National Land Code 1965 and Islamic law. International Journal of Advanced Research. https://www.journalijar.com/article/51380/joint-ownership-of-land-issues-and-solutions-according-to-the-national-land-code-1965-and-islamic-law/
Al-Ghanaim, K. (2013). Mortgage of shared property in Islamic jurisprudence and Jordanian civil law. An-Najah University Journal for Research—B (Humanities), 27(1), 57–104. https://doi.org/10.35552/0247-027-001-003
Al-Mishri, M. I. M. I. (1974). Lisan al-Arab. Dar Ehia al-Tourath al-Arabi.
Al-Zarqa, M. (1998). Al-Madkhal al-fiqhi al-'amm. Dar al-Qalam.
Amin, R. (2020). Sadd al-Dzari’ah: Korelasi dan Penerapannya dalam Hukum Ekonomi Syariah. Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah, 4(2). https://doi.org/10.30651/justeko.v4i2.6856
Bakar, M. A., Ramli, N. A., Zaghloul, S. G. G., Ahmed, A. R. M., Abous, M., Thahir, M. F. M., & Azzis, N. M. A. (2021). Issues on intellectual property as a jointly acquired property: A critical analysis from shariah and law perspectives. Linguistics and Culture Review, 2299–2317. https://doi.org/10.21744/lingcure.v5nS4.1922
Billah, M. E. M., & Setiawan, P. B. (2024). Analisis Terhadap Implementasi Konsep Mudharat dan Maṣlaḥah Dalam Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Lex Et Lustitia, 1(2), 48–60. https://doi.org/10.70079/lel.v1i2.68
Bubakr, L. (2015). Al-tasharruf fi al-mal al-sya'i syu'an ikhtiyaran: Dirasah muqaranah bain al-fiqh al-Islami wa al-qanun al-madani. Jami'ah Wahran.
Dewi, S. M., Rati, D. F., & Nurrahim, C. (2025). Analisis Fatwa DSN-MUI No. 159 Tentang Jual Beli Al-Mal Al-Musytarak Dan Al- Mal Al-Musya: Kajian Fiqh muʿāmalāt dan Implementasi di Era Digital. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(1), 633–642. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.978
DSN-MUI. (2024a). Fatwa Nomor 159/DSN-MUI/VII/2024 Tentang Jual Beli al-Mal al-Musytarak dan al-Mal al-Mushāʿ.
DSN-MUI. (2024b). Fatwa Nomor 160/DSN-MUI/VII/2024 Tentang Ijarah al-Mal al-Musytarak dan al-Mal al-Mushāʿ.
Fitriana, A. N., & Yazid, M. (2023). Analisis risiko dan proses manajemen risiko pada bank syariah. BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 11(1). https://doi.org/10.21043/bisnis.v11i1.20954
Gojali, D. (2023). Philosophy of Ownership Law in Islam (Analysis of Fiqh Principles). International Journal of Social Science and Human Research, 6(08), 4990–4996. https://doi.org/10.47191/ijsshr/v6-i8-51
Hamdi, A. S., & Junaedi, A. (2022). Penerapan Kaidah-Kaidah Hukum Fiqih dalam Ekonomi Syariah. YUSTISI, 9(2). https://doi.org/10.32832/yustisi.v9i2.8339
Hartotok, A., Azizah, L., Wulandari, A., & Waluyo. (2025). Perbandingan Hukum Kepemilikan Bersama Dalam Islam: Studi Terhadap Konsep Al-māl al-mushāʿ Dan Al-māl al-mushtarak. Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 19(5), 21–30. https://doi.org/10.2324/725eje22
Hasanuddin, & Mubarok, J. (2024). Perbuatan Hukum Terhadap Harta Milik Bersama. Pusat Riset, Kajian, Publikasi, Dan Pengembangan (Pusat Riskalikbang) Fatwa DSN-MUI.
Hudafi, H., & Lakuanine, A. B. (2021). Penerapan Akad Ijarah dalam Produk Pembiayaan Bank Syariah. Mutawazin, 2(1), 43–55.
Intan Arafah, I. A. (2020). Pendekatan Sadd Adz-Dzari’ah Dalam Studi Islam. Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah, 5(1), 68–86. https://doi.org/10.32505/muamalat.v5i1.1443
Ishak, S. (2020). Kemudharatan tidak dihilangkan dengan kemudharatan. Al-Mizan, 7(2), 117–126.
Jauhari, W. (2018). Kaidah Fikih: Adh-Ḍararu Yuzal. Rumah Fiqih Publishing. https://opac.atmaluhur.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/ZTliYzAxM2VmNGU5OTkzZTdjZmI2M2UxZmFjMmMzZDVhNTA1MTRhZg==.pdf
Lita, H. N., Mahamood, S. M. B., Suryamah, A., & Darodjat, R. (2023). Implementation of Shirkah Principles (Partnership) in the Establishment of a Waqf Asset Management Company. International Journal of Islamic Economics and Governance, 4(2), 65–77. https://doi.org/10.58932/MULD0031
Marpaung, W., & Adly, M. A. (2022). Discourse of Joint Property in Review of Istinbath Islamic Law. Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 10(01), 257–278. https://doi.org/10.30868/am.v10i01.2453
Monawer, A. T. M., Abdul Rahman, N. N., Al-Nahari, A. A. A. Q., Abdullah, L. H., Ali, A. K., & Meguellati, A. (2022). The actualization of maqāṣid al-sharīʿah in Islamic finance: A conceptual framework. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 15(5), 847–864. https://doi.org/10.1108/IMEFM-06-2020-0293
Muhajirin. (2020). The implementation of sadd al-dzari’ah on muʿāmalah akad. Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan, 14(1), 87–99. https://doi.org/10.38075/tp.v14i1.39
Nurjanah, A., Indianita, E., Aini, H. N., & Waluyo, W. (2025). Konsep al-Mal al-Musytarak dan al-Mal al-Mushāʿ dan Implikasinya dalam Akad Jual Beli dan Ijarah. Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 17(8), 111–120. https://doi.org/10.2324/73nseg46
Nurliah. (2024). Penerapan Kaidah Al dararu yuzalu biqodril imkaani pada praktik ribā dalam transaksi ekonomi. Sipakainge: Inovasi Penelitian, Karya Ilmiah, dan Pengembangan (Islamic Science), 2(9). https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/sipakainge/article/view/9896
Otoritas Jasa Keuangan, Departemen Perbankan Syariah. (2024a). Laporan perkembangan keuangan syariah Indonesia 2024. https://www.kneks.go.id/storage/upload/1752034467-LPKSI%20-%20QualityPrint-20250702B%20-%20compress.pdf
Otoritas Jasa Keuangan, Departemen Perbankan Syariah. (2024b). Pedoman produk pembiayaan mushārakah perbankan syariah. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Documents/Pages/Pedoman-Produk-Pembiayaan-Mushārakah-Perbankan-Syariah/Pedoman%20Produk%20Mushārakah%20-%20OJK.pdf
Permana, I. (2020). Penerapan Kaidah-kaidah Fiqih dalam Transaksi Ekonomi di Lembaga Keuangan Syariah. Tahkim, 3(1), 17–38. https://doi.org/10.29313/tahkim.v3i1.5617
Putra, P. A. A. (2024). Konsep Sadd Al-Dzarî’ah Menurut Ibn Qayyim Al-Jauziyyah Dan Aplikasinya Dalam Hukum Ekonomi Syariah (Mu’âmalah Mâliyyah). Journal for Islamic Studies, 7(1).
Putra, P. A. A. (2025). Aplikasi Kaidah Lâ Ḍarara Wa Lâ Dhirâr Dalam Hukum Ekonomi Syariah. Al-Kharaj Jurnal Ekonomi Keuangan & Bisnis Syariah, 6(2), 4164–4179. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v6i2.4391
Putri, N. S. A. Z., Adenia, T. A. N., Dina, S. A. R., Sutiawan, M. A., Abdussalam, M. H., & Kurniawan, T. (2025). Penerapan Kaidah Adh-Ḍararu Yuzālu dalam Praktik Ekonomi Islam. SYARIAH : Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 53–63. https://doi.org/10.62017/syariah.v3i1.5942
Razak, D. A., & Tazwar, F. (2018). Islamic home financing practices in selected OIC countries: An assessment in the light of maqasid al-shariah. Journal of Islamic Management Studies, 1(2), 1–11.
Sadique, M. A. (2019). Joint proprietorship and business partnership (‘inan) in Islamic law: An analysis of the defining criteria [Conference paper]. 2nd International Conference on Governance, Organization and Business, Kota Bharu, Malaysia. https://irep.iium.edu.my/77595/
Sulong, J., & Taha, M. M. (2021). Joint ownership on agricultural land: A case study on Muʿāmalah contracts and the Shariah model. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 11(11), 1293–1306. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v11-i11/11288
Wardani, A. K. (2025). Konsep Kepemilikan dalam Fiqh muʿāmalāt: Studi Perbandingan antara Kapitalisme dan Syariah. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11), 559–564. https://doi.org/10.5281/ZENODO.15736249
Zulfikri, Z., & Faizah, I. (2023). Sadd al-Dzari’ah sebagai Media dalam Penyelesaian Perkara Kontemporer. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 4(2), 169–185. https://doi.org/10.51675/jaksya.v4i2.474