Identitas dan Adaptasi Sosial Hindu Bali di Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.15408/inklusiva.v4i1.52647Keywords:
Cultural Identity, Social Adaptation, Balinese Ethnic Group, Kampung Bali Bekasi, Multicultural SocietyAbstract
Penelitian ini mengkaji proses pembentukan, pemertahanan, dan negosiasi identitas sosial komunitas Hindu Bali di Bekasi sebagai kelompok diaspora minoritas di tengah masyarakat perkotaan multikultural yang didominasi kelompok mayoritas. Fokus penelitian terletak pada representasi identitas dalam kehidupan sehari-hari serta strategi adaptasi sosial untuk menjaga keberlangsungan nilai, norma, dan tradisi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis didasarkan pada teori fungsionalisme struktural Émile Durkheim dan kerangka AGIL Talcott Parsons, serta didukung teori identitas sosial dan ketegangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Hindu Bali mampu mempertahankan identitas keagamaan dan budaya melalui praktik ritual, pewarisan nilai, serta adaptasi dalam bahasa, bentuk ibadah, dan relasi sosial lintas agama. Dalam kerangka AGIL, komunitas ini menunjukkan pola adaptasi konformitas yang memungkinkan terciptanya integrasi dan stabilitas sosial tanpa kehilangan identitas budaya di tengah dinamika masyarakat multikultural.
References
Abidin, Wawancara oleh Penulis. Bekasi, 18 September 2025.
Aisyah, Siti. Cultural Adaptation and Identity: The Case of Indonesian Migrants in Urban Areas", Journal of Indonesian Social Sciences, Vol. 6 No. 2 (2020).
Alvonnjr, “Mpu Kuturan: Perannya Dalam Pembentukan Identitas Bali”, 2025, https://budayabali.com/id/mpu-kuturan.
Budiasa, I Ketut. Wawancara oleh Penulis. Bekasi, 5 Oktober 2025.
Dini, Ni Nyoman Muliar. Wawancara oleh Penulis. Bekasi, 20 September 2025.
Habibie, Muhammad Yusuf. “Eksistensi Seni Bali Dalam Komunitas Multikultural di Kampung Bali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat”, Jurnal Intelek Insan Cendikia, Vol. 2 No. 5 (2023).
Hall, S. Introduction: Who Needs ‘Identity’? Questions of Cultural Identity, London: SAGE Publications, 1996.
Komang, Ni Luh dan I Made Wiraha “Nilai Filosofis Tata Ruang Bangunan Tradisional Bali Dalam Teks Asta Kosala Kosai”, Sphatika Jurnal Teologi, Vol. 11, No.1 (2020).
Kurniasari, Ni Agus Ayu Ketut. “Brand Awarenes Kampung Bali di Kota Bekasi”, Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu, Vol. 4 No. 2 (2022).
Merton, Robert K. “Social Structure and Anomie”, Jurnal American Sociological Review, Vol.3 No.5 (1938).
Rafael, Daniel, Dkk. “Kampung Bali Sebagai Daya Tarik Wisata di Kecamatan Bekasi Utara”, Jurnal Ilmu Sosial, Vol. 5 No. 5 (2022).
Subawa, I Made Pasek. “Nilai Teologis Arsitektur Tradisional Masyarakat Hindu di Bali”, Jurnal Shatika, Vol. 10, No. 2 (2019).
Sumarjaya, I Wayan Agus. Wawancara oleh Penulis. Bekasi, 24 Januari 2025.
Tajfel, Henri & John Turner. An integrative theory of intergroup conflict. Dalam W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The Social Psychology of Intergroup Relations, England: University of Bristol, 1979.
TN, Ismail. “Menelusuri Keberagaman Suku dan Budaya di 38 Provinsi Indonesia: Kaya Tradisi Beragam Budaya”, 2025 https://www.timenews.co.id/ragam/99513992854/menelusurikeberagamansukudanbahasadi38provinsiindonesiakayatradisiberagambudaya#googlevignette.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pipit Fikriyani, Rahmat Hidayatullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.
