The Right of Ijbar Exercised by Guardians over Female Children: A Perspective from Indonesian Legislation
DOI:
https://doi.org/10.15408/mr.v2i2.37799Abstract
AbstractThis study examines the concept of ijbar rights from the perspective of Indonesian legislation. It aims to analyze the concept of ijbar in Islamic law and to examine the legal position of ijbar rights within the Indonesian statutory framework. This research employs a qualitative method using a normative juridical approach through library research. The normative juridical approach is a legal research method that relies on the analysis of library materials and secondary data as the primary sources of information. The data were analyzed using a descriptive method. The findings indicate that the concept of a guardian's ijbar right has not been explicitly regulated in detail under Indonesian law. Nevertheless, several statutes indirectly relate to the exercise of ijbar rights, including the Marriage Law, the Law on Sexual Violence Crimes, and the Child Protection Law. The responsibility and discretion of a guardian play a crucial role in determining how ijbar rights are exercised in relation to the marriage of a child under the guardian's authority.
Keywords: Ijbar; Mujbir Guardian; Legislation.
Abstrak
Penelitian ini membahas hak ijbar dalam perspektif peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hak ijbar dalam Islam serta kedudukan hak ijbar dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui studi kepustakaan. Pendekatan yuridis normatif merupakan metode penelitian hukum yang didasarkan pada pengkajian bahan pustaka atau data sekunder sebagai sumber utama untuk dianalisis. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep hak ijbar wali belum diatur secara rinci dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Namun demikian, terdapat beberapa peraturan perundang-undangan yang secara kontekstual berkaitan dengan hak ijbar wali, seperti Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Tanggung jawab serta kebijakan seorang wali sangat memengaruhi bagaimana hak ijbar tersebut digunakan dalam pelaksanaan perkawinan anak yang berada di bawah perwaliannya.
Kata Kunci: Ijbar; Wali Mujbir; Peraturan Perundang-Undangan.
Downloads
References
Ahmadi, Fahmi Muhammad & Jaenal Aripin, Metode Penelitian Hukum, (Ciputat: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah, 2010).
Al-Dimasyqi, Abi Al-Fida’ Ismail Ibnu Umar Ibnu Katsir Al-Qurasyi, Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim, Juz I, cetakan II, (Riyadh: Al-Thaibah, 1999).
Al-Dimyati, Muhammad Shata, Hashiyah I’anatu Al-Talibin, Juz III, (Beirut: Dar al-kutub al-ilmiah, 2009).
Ali, Achmad, Menguak Teori Hukum (Legal Theory) & dan Teori Peradilan (Judicial Prudence) Termasuk Undang-Undang (Legisprudence), (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010).
Al-Jaziri, Abdurrahman, Fikih Empat Mazhab Jilid 5,(Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2015).
Al-Zuhaili Wahbah ibn Musthafa, Fiqh al-Islam wa ‘Adillatuh, (Damaskus: Dar al-Fikr, 1985), Juz 7.
Asnawi, Habib Shulton, Kritik Teori Hukum Feminis Terhadap UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Jurnal Al-Ahwal Vol. IV, No. 1, (2011).
Engineer, Asghar Ali,Hak-Hak Perempuan Dalam Islam, diterjemahkan Farid dan Cici Farkha Assegaf (Yogyakarta : Bentang, 1994).
Fakih, Mansur, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 1996).
Hidayat, Taufik, “Rekontruksi Hak Ijbar”, De Jure Jurnal Syari’ah dan Hukum, Edisi No. 1 Vol. I, 10 s/d 22, (2009).
Imron, Ali, Perlindungan dan Kesejahteraan Anak Dalam Perkawinan di Bawah Umur, Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, Vol XIII, No. 12, (November 2013).
Izzati, Arini Robbi, Kuasa Hak Ijbar Terhadap AnakPerempuan Perspektif Fiqh Dan HAM, Jurnal Al-Mawarid Vol. IX No. 2, (2011).
Julyano, Mario & Aditya Yuli Sulistyawan, Pemahaman Terhadap Asas Kepastian Hukum Melalui Konstruksi Penalaran Positivisme Hukum, Jurnal Crepido, Vol. 01, No. 01, (Juli 2019).
Junaidi, Heri dan Abdul Hadi, Gender dan Feminisme Dalam Islam, Jurnal Muwazah Vol.II, No. 2, (Desember 2010).
Mesraini, Dkk, Teori Hukum Feminisme Dan Kaidah Fikih Sebagai Pertimbangan Hakim Dalam Perkara Dispensasi Kawin, Palastren: Jurnal Studi Gender, Vol. XIII, No. 1, (Juni 2020).
Muchtar, Ayi Ishak Sholih dkk, Pendapat Imam Syafi’i Tentang Hak Ijbar Wali: Suatu Kajian Berperspektif Gender, Jurnal Istinbath, Vol. XVI, No. 1(2021).
Prayogo, R. Tony, Penerapan Asas Kepastian Hukum Dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Hak Uji Materiil dan Dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 06/PMK/2005 Tentang Pedoman Beracara Dalam Pengujian Undang-Undang, Jurnal Legislasi Indonesia, Vol. XIII, No.02, (Juni 2016).
Sabiq, Said, Fiqh Sunnah, (Mesir: Dar Al-Fikr, 1983).
Suhra, Sarifa, Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Al-Quran dan Implikasinya Terhadap Hukum Islam, Jurnal Al-Ulum, Vol. XIII, No. 2, (Desember 2013).
Umar ,Nasaruddin, Mendekati Tuhan Dengan Kualitas Feminim, (Jakarta: Quanta, 2014).
Umar, Nasaruddin, Argumen Kesetaraan Gender, (Jakarta: Paramadina, cetakan II 2001).
Weisberg, D. Kelly, Feminist Legal Theory: Foundation, (Philadelphia: Temple University Press, 1993).
Downloads
Published
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Muqarin Review: Jurnal Perbandingan Mazhab

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
