PENGARUH PUISI BĀNAT SUʿĀD DALAM PUJIAN TERHADAP NABI TERHADAP SASTRA ARAB (KAJIAN SASTRA ANALITIS)
Keywords:
Bānat Suʿād, Ka‘b bin Zuhayr, puisi pujian, sastra Arab, qaṣīdat al-burdah, RasulullahAbstract
Abstract
This study aims to explore in depth the influence of the poem Bānat Suʿād by Kaʿb ibn Zuhayr in praising the Prophet Muhammad Saw and its impact on the development of Arabic literature across different historical periods. This poem is renowned not only for its eloquent language and powerful expression of admiration for the Prophet but also for its significant historical context—namely, the moment when the Prophet Saw accepted Kaʿb’s apology and honored him by bestowing his cloak (burdah), a gesture that became a symbol of mercy and prophetic nobility. The study adopts a comparative approach by analyzing the evolution of Arabic literary works following the emergence of Bānat Suʿād, particularly within the genre of madḥ al-Nabawī (praise poetry dedicated to the Prophet). The findings reveal that Bānat Suʿād, also known as Qaṣīdat al-Burdah, marked a foundational moment in the tradition of prophetic praise poetry, which has continued to flourish from the classical era to the modern age. Its influence is evident in various poetic dimensions—including themes, style, structure, and spiritual value—and has profoundly shaped the works of later poets, from Sufi mystics to court panegyrists. Ultimately, this tradition remains a vital part of the Arabic Islamic literary heritage, blending deep reverence for the Prophet with the enduring creativity of poetic expression throughout Islamic civilization.
Keywords: Bānat Suʿād, Ka‘b bin Zuhayr, panegyric poetry, Arabic literature, qaṣīdat al-burdah, Prophet Muhammad
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membahas secara mendalam pengaruh puisi Bānat Suʿād karya Kaʿb bin Zuhayr dalam memuji Rasulullah Saw terhadap perkembangan sastra Arab dari masa ke masa. Puisi ini tidak hanya dikenal karena keindahan bahasanya dan kekuatan ekspresinya dalam menggambarkan pujian kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi juga karena konteks historis yang mengiringinya, yakni peristiwa penting berupa penerimaan permohonan maaf Kaʿb oleh Rasulullah Saw dan pemberian burdah (jubah) sebagai bentuk penghormatan dan pengampunan. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan membandingkan perkembangan karya-karya sastra Arab pasca kemunculan Bānat Suʿād, khususnya dalam genre puisi madḥ al-Nabawī (pujian kepada Nabi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bānat Suʿād, yang kemudian dikenal sebagai Qaṣīdat al-Burdah, menjadi titik tolak lahirnya tradisi puisi pujian kepada Nabi yang terus berkembang dari periode klasik hingga modern, baik dalam aspek tematik, gaya bahasa, struktur, maupun nilai spiritual yang dikandungnya. Pengaruh puisi ini sangat terasa dalam karya-karya penyair setelahnya, termasuk dalam tradisi puisi Sufi dan panegirik istana, hingga menjadi bagian penting dan lestari dalam khazanah sastra Arab Islam yang menyatukan antara kecintaan terhadap Nabi dan kreativitas sastra sepanjang sejarah peradaban Islam
Kata Kunci: Bānat Suʿād, Ka‘b bin Zuhayr, puisi pujian, sastra Arab, qaṣīdat al-burdah, Rasulullah