SIKAP SYAIKH MUHAMMAD AL-TAHIR IBN ASYUR TERHADAPFENOMENA SEKULERISME DI TUNISIA PADA MASA KEPEMIMPINANHABIB BURGUIBA

Authors

  • Muhammad Rayhan Syaifuddin Ilham Pesantren Al Hidayah Basmol Author
  • Ahmad Kusyairi Suhail UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Author
  • Muhammad Mufti Faiq Kamal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Author

Abstract

Abstract

This research aims to examine Sheikh Ibn Ashur's attitude towards the phenomenon of secularism in Tunisia during Habib Bourguiba's leadership. Tunisia is a country where 99.5% of its 10.8 million population is Muslim. As stated in the country's official law, Tunisia is part of the Islamic community that pays special attention to Islamic objectives. Given that the majority of Tunisia's population is Muslim, the phenomenon of secularism, which separates religion from the state in Tunisia and was propagated by Habib Bourguiba through his political policies, has caused much opposition from various parties, both from the public and religious scholars. One of the figures who raised objections and criticism against the phenomenon of secularism in Tunisia was Sheikh Ibn Ashur. The method used by the researcher in this study is the descriptive-analytical method. In writing this research, the researcher examined and reviewed sources and books of classical and contemporary heritage, newspapers, magazines, and journals related to secularism in Tunisia during Habib Bourguiba's leadership and Sheikh Ibn Ashur's attitude towards it. The results of the study show that Sheikh Ibn Ashur opposed secularism itself and several manifestations of secularism in Tunisia, such as the abolition of waqf (religious endowments), Bourguiba's call for Tunisian people to break their fast during Ramadan, Bourguiba's attacks on the Quran and the Prophet and the ban on polygamy.

Keywords: Secularism, Tunisia, Sheikh Ibn Ashur

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap Syekh Ibnu Asyur terhadap fenomena sekularisme di Tunisia pada masa kepemimpinan Habib Bourguiba. Tunisia adalah negara dengan 99,5% penduduknya beragama Islam dari total populasi 10,8 juta jiwa. Seperti yang dinyatakan dalam undang-undang resmi negara Tunisia, Tunisia merupakan bagian dari umat Islam yang memberikan perhatian khusus pada tujuan-tujuan Islam. Mengingat mayoritas penduduk Tunisia adalah Muslim, fenomena sekularisme yang memisahkan agama dari negara di Tunisia, yang disebarkan oleh Habib Bourguiba melalui kebijakan-kebijakan politiknya, telah menimbulkan banyak pertentangan dari berbagai pihak, baik dari masyarakat maupun para ulama. Salah satu tokoh yang mengajukan keberatan dan kritik terhadap fenomena sekularisme di Tunisia adalah Syekh Ibnu Asyur.  Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitis. Dalam penulisan penelitian ini, peneliti menelaah dan mengkaji sumber-sumber dan buku-buku turats klasik dan kontemporer, surat kabar, majalah, dan jurnal yang berkaitan dengan sekularisme di Tunisia pada masa kepemimpinan Habib Bourguiba serta sikap Syekh Ibnu Asyur terhadapnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap Syekh Ibnu Asyur menentang sekularisme itu sendiri dan beberapa manifestasi sekularisme di Tunisia seperti penghapusan wakaf, ajakan Bourguiba kepada rakyat Tunisia untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan, serangan Bourguiba terhadap Al-Qur'an dan Rasul, serta larangan poligami.

Kata Kunci: Sekulerisme, Tunisia, Syaikh Ibn Asyur

Downloads

Published

2025-11-20

How to Cite

SIKAP SYAIKH MUHAMMAD AL-TAHIR IBN ASYUR TERHADAPFENOMENA SEKULERISME DI TUNISIA PADA MASA KEPEMIMPINANHABIB BURGUIBA. (2025). Dirasat: Journal of Islamic Studies, 1(1), 108-123. https://journal.uinjkt.ac.id/djis/article/view/48978