RAHASIA GRAMATIKAL HURUF-HURUF MA’ANI: ANALISIS SINTAKSIS HURUF MIN, AN, DAN WAW TERHADAP TIGA AYAT KUNCI SURAH AT-TAUBAH
Keywords:
sintaksis Qur’ani, huruf ma‘ani, Surah at-Taubah, makna gramatikal, struktur retorisAbstract
Abstract
This study investigates the syntactic and semantic functions of three selected ḥurūf al-ma‘ānī (particles of meaning) in Surah at-Tawbah, focusing on their grammatical and interpretive implications. The research applies a qualitative method with a textual-descriptive approach, integrating classical Arabic grammatical analysis with Qur’anic interpretation. Specifically, it explores the particle min (verse 1), which enters fi‘il (verbs); an (verse 44), which also governs verbs; and waw (verse 11), which connects both nouns and verbs. The particle min denotes the starting point of divine legislation, affirming that the message of disavowal originates from the highest authority—God and His Messenger. The particle an a motivational function, revealing the believers' sincere and unhesitating intention to engage in jihad. Meanwhile, waw is interpreted as an initiation a new statement, underscoring the didactic nature of Qur’anic legislation. The study highlights that these particles are not mere grammatical tools but essential conveyors of meaning that influence the text’s broader semantic and theological interpretations. The syntactic functions of these particles contribute to the verses' legal and rhetorical dimensions. Future research may expand this study by analyzing additional particles across various surahs or by constructing computational models to detect grammatical patterns in the Qur’anic corpus.
Keywords: Qur’anic syntax, ḥurūf al-ma‘ānī, Surah at-Tawbah, grammatical meaning, rhetorical structure
Abstrak
Penelitian ini mengkaji fungsi sintaksis dan semantik dari tiga ḥurūf al-ma‘ānī (huruf makna) terpilih dalam Surah at-Taubah, dengan menyoroti implikasi gramatikal dan tafsirnya. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-tekstual, serta mengintegrasikan analisis tata bahasa Arab klasik dengan penafsiran Al-Qur’an. Fokus kajian tertuju pada huruf min (ayat 1) yang masuk ke isim (kata kerja), an (ayat 44) yang juga masuk ke fi‘il, dan waw (ayat 11) yang berfungsi menghubungkan antara isim dan fi‘il. Huruf min menunjukkan permulaan legislasi syar‘i dari Allah dan Rasul-Nya, menandakan bahwa pengumuman pemutusan hubungan berasal dari otoritas tertinggi. Huruf an menunjukkan motivasi batin dan ketulusan niat kaum mukmin dalam berjihad. Sementara itu, huruf waw difungsikan sebagai pembuka kalimat baru yang menggarisbawahi sisi edukatif dan pedagogis dari hukum-hukum Qur’ani. Studi ini menunjukkan bahwa huruf-huruf tersebut bukan sekadar unsur gramatikal, melainkan sarana penting dalam menyampaikan makna yang berdampak pada dimensi semantik dan teologis Al-Qur’an. Fungsi sintaksis huruf-huruf tersebut berkontribusi pada pemahaman hukum dan retorika dakwah. Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan dengan menganalisis huruf-huruf lain dalam berbagai surat, atau membangun model komputasional untuk mendeteksi pola gramatikal dalam korpus Al-Qur’an.
Kata Kunci: sintaksis Qur’ani, huruf ma‘ani, Surah at-Taubah, makna gramatikal, struktur retoris