Menyingkap Dusta dalam Humor Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Kajian Semiotika Umberto Eco
DOI:
https://doi.org/10.15408/dialektika.v12i2.49786Keywords:
Political Humor, Lies, Mens Rea, Umberto Eco, Pandji PragiwaksonoAbstract
Humor kerap menjadi medium bagi masyarakat untuk mengekspresikan keresahan. Dalam praktiknya, humor tidak jarang memanfaatkan kebohongan secara simbolik sebagai strategi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap arti tanda dan simbol kritik politik yang muncul dalam pertunjukan Mens Rea (2025) karya Pandji Pragiwaksono 2025 melalui pendekatan semiotika Umberto Eco. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika. Data penelitian dihimpun dengan teknik transkripsi data dan observasi melalui melalui teknik transkripsi dan observasi terhadap segmen audio pertunjukan Mens Rea yang mengandung unsur kebohongan simbolik, seperti ironi, hiperbola, dan permainan realitas. Analisis dilakukan dengan mengacu pada konsep semiotics of the lie untuk memahami bagaimana tanda-tanda humor diproduksi dan dimaknai dalam konteks sosial-politik Indonesia. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebohongan dalam humor Pandji tidak berfungsi sebagai bentuk penipuan, melainkan strategi retoris untuk menyampaikan kritik terhadap realitas ekonomi dan relasi kekuasaan. Tanda dan simbol yang digunakan tidak bekerja pada tataran literal, tetapi membuka ruang negosiasi makna antara komika dan audiens. Dengan demikian, humor dalam Mens Rea berfungsi sebagai medium kritik politik yang aman dan reflektif, sekaligus menegaskan peran humor sebagai teks semiotik yang mengandung niat dan strategi makna yang terselubung.
References
Ar, A. M., Wirda, W., Rusbandi, A. S., Zulhendra, M., Bahri, S., & Fajri, D. (2024). Peran Niat (Mens rea) dalam Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 240–252. https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.140
Badan Pusat Statistik, D. (2025). Upah Minimum Kabupaten/Upah Minimum Provinsi di DI Yogyakarta (Rupiah/Bulan), 2025. Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Upah Minimum Kabupaten/Upah Minimum Provinsi di DI Yogyakarta (Rupiah/Bulan), 2025
Barus, A. S., Waleleng, G. J., & Londa, J. W. (2023). Analisis Semiotika Kritik Sosial Dalam Isi Materi Stand Up Comedy Spesial Pandji Pragiwaksono Juru Bicara Jakarta. Jurnal Acta Diurna Komunikasi, 5(1), 1–6.
Bourdieu, P. (2020). Bahasa dan Kekuasaan Simbolik (1st ed.). IRCiSoD.
CNN, I. (2025, Desember). Utang Pinjol Warga RI Tembus 92 T per Oktober 2025. CNN. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20251212011045-78-1305741/utang-pinjol-warga-ri-tembus-rp92-t-per-oktober-2025
Eco, U. (2009). Teori Semiotika (1st ed.). Kreasi Wacana.
Fadhilla, A. N. & Ismandianto Ismandianto. (2023). Semiotika Umberto Eco Dalam Representasi Perempuan Film Animasi Disney Raya and the Last Dragon. Medium, 11(01), 124–140. https://doi.org/10.25299/medium.2023.vol11(01).9673
Foucault, M. (1972). The Archaeology of Knowledge and The Iscqurse on Language (1st ed.). Tavistock.
Lesmana, M. (2014). Teks-teks Humor Politik di Indonesia: Sekedar Hiburan atau Sekaligus Kritikan? SUSURGALUR: Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah, 2(1), 91–100.
Miftah, M. A., Jupriono, & Rizqi, M. (2024). Pesan Moral dalam Materi Stand up Comedy Special Show Komoidoumenoi Pandji Pragiwaksono (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Prosiding Seminar Nasional Semakom, 2(1).
Pragiwaksono, P. (2019). Septictank (1st ed.). Bentang Pustaka.
Pranawukir, I., Sukma, A. H., Desilawati, N., Nanda, R., & Astanto, A. P. (2024). Representasi Perempuan Dalam Stand Up Comedy (Analisis Semiotika Pierce dalam Tayangan Annie Yang). Jurnal Semiotika, 18(1), 26–39.
Putranto, W. G., Hastjarjo, S., & Anshori, M. (n.d.). Kritik Politik dengan Menggelitik: Analisis Retorika Penampilan Stand-up Comedy Pandji Pragiwaksono. 8.
Ratnaningtyas, E. M., Ramli, Syafrudin, & Saputra, E. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif (1st ed.). Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Sabarudin, A. P., Multi, A., & Koesworo, S. (2024). Pengaruh Efektivitas Humor dan Komunikasi dalam Video Pandji Pragiwaksono Terhadap Sikap Mahasiswa Universitas Djuanda Pada Isu Kerusuhan Mei 1998. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(4), 18875–18882. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp
Safitri, H., & Purnomo, S. H. (2020). Absurditas Humor Dalam Dagelan Ketoprak Gaul 2023: Perspektif Semiotika Umberto Eco. 08.
Setiyoningrum, A., Anggoro, D. A., & Megantari, K. (2020). Analisis Semiotika “Umberto Eco” Pada Cover Majalah edisi Jokowi dan Anis. Indonesian Journal of Government and Communication Studies, 2(2), 50–57.
Sudjatmiko, D. P., & Hariyanto, D. (2024). Satire dan Kritik Sosial dalam Stand-Up Roasting Mamat Alkatiri. Journal of Library and archival Science, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.47134/jip.v1i1.2744
Sudjiman, P., & Zoest, A. V. (1992). Serba-Serbi Semiotika. PT Gramedia Pustaka Utama.
Triana, N. (2021). Komika Stand Up Comedy Dalam Perspektif Industri Budaya (Studi Kasus Pandji Pragiwaksono). Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies), 5(1), 165. https://doi.org/10.25139/jsk.v5i1.2952
Utami, I. I. (2018). Strategi Humor Pada Acara Stand-Up Comedy. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 2(2). https://doi.org/2549-2047
Yunisa, A., Agustin, N., Lisna, N., & Jimny, Z. A. D. (2025). Semiotic Analysis of Umberto Eco’s Theory in Lampung Oral Literature. Jurnal Pendidikan dalam Konteks Humaniora, 2(1), 10–18. http://dx.doi.org/10.23960/wiyatabudaya.v2i1.1192






