REPRESENTASI TRAGEDI MEI 1988 DALAM PUISI “MEI” KARYA JOKO PINURBO DAN PUISI “AYAT-AYAT API” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah tragedi Mei 1998 yang terekam dalam puisi “Ayat-Ayat Api” karya Sapardi Djoko Damono dan puisi “Mei” yang ditulis oleh Joko Pinurbo dengan menggunakan telaah representasi sastra yang menitikberatkan hubungan karya sastra dengan konteks sosial masyarakat. Teknik yang digunakan oleh penulis dalam pengumpulan data adalah kajian pustaka dan dokumentasi. Proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan proses analisis kualitatif yang diawali dengan kegiatan membaca, mencatat, mengumpulkan, dan mengklasifikasi, hingga membuat kategori data agar menemukan sebuah pola dan hubungan-hubungan yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Sapardi Djoko Damono melalui puisi “Ayat-Ayat Api” menggambarkan tragedi Mei 1998 sebagai tragedi kemanusiaan yang melibatkan kekejaman, trauma, dan penderitaan yang dialami oleh masyarakat Indonesia, khususnya etnis Tionghoa, dengan penekanan pada peristiwa pembakaran, pembunuhan, dan pengusiran, sedangkan Joko Pinurbo melalui puisi “Mei” fokus pada kekerasan yang dialami oleh perempuan Tionghoa, terutama pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran. Hal ini menunjukkan, bahwa kedua puisi tersebut mempunyai benang merah dalam peristiwa atau tragedi Mei 1998.