Keterlekatan Ekonomi Terhadap Kehidupan Sosial

Melis Melis



Basically, economic factors play an important role in human life. Economics does cover many fields in people's lives, especially in the socio-cultural field. Economic factors in social life play an important role in determining the level of social status of a person or group of people in their environment. In social life there are several factors that influence the level of a person's social status, namely economic factors, educational factors, hereditary factors, and a person's job factor. But in social life in Indonesia, generally economic factors are the main things that can be used as a benchmark for a person's social status. A person with a high level of wealth will be different in lifestyle and habits compared to people who are below the standard level. This social stratification certainly causes some of the impacts that occur in social life, both negative and positive impacts.

Keywords: Economy, Education, Social


Pada dasarnya, faktor ekonomi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Ekonomi memang mencakup banyak bidang dalam kehidupan masyarakat, terutama bidang sosial budaya. Faktor Ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat memegang peran penting  dalam menentukan tingkat status sosial seseorang atau sekelompok orang di dalam lingkungannya. Dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat status sosial seseorang, yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor keturunan, dan pekerjaan seseorang. Tetapi dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia umumnya faktor ekonomi adalah hal utama yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur status sosial seseorang. Seseorang dengan tingkat kekayaan yang tergolong tinggi akan berbeda pola hidup dan kebiasaannya dibandingkan dengan orang yang tingkat ekonomi di bawah standar. Stratifikasi sosial ini tentunya menimbulkan beberapa dampak yang terjadi dalam kehidupan sosial, baik dampak negatif maupun dampak positif.

Kata Kunci: Ekonomi, Pendidikan, Sosial


DOI: 10.15408/sjsbs.v5i1.7908


Burt, 1992. “Social capital refers to the structure of individuals' contact networks—the pattern of interconnection among the various people with whom each person is tied. The central idea behind social capital arguments is that differences in social contexts produce inequality” dalam Dessy Ariani Agustus 2015.

Dalton, 1959. “Instead, 'out-of-role' and informal action is often needed to deal with ambiguous and equivocal problems”. Dalam Dessy Ariani 2015.

Granovetter, M. 1985. “Economic Action and Social Structure: The Problem of Embeddedness”. American Journal of Sociology 91 (3): 481: 510.

Granovetter, M. 2002. “A Theoretical Agenda For Economic Sociology” PP. 35-60 dalam The New Economic Sociology: Development In An Emerging Field. Diedit oleh M. Guillen R. Collins, P. England dan M. Meyer. New York: Russel Sage Foundation.

Granovetter and Swedberg, 1992. “New Synthesis of Economics and Sociology“ (New Synthesis: Smelser and Swedberg, I994; Martinelli and Smelser 1990 dalam Dessy Ariani Agustus 2015.

Karl Polanyi, 1957. Trade and Market in the Early Empires: Economies in History and Theory, Edited by Dessy Adriani diakses pada Agustus 2015.

Nur Rianto dan Euis Amalia, 2014. Teori Mikroekonomi Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Jakarta: Kencana

Powell & Smith-Doerr, 1994 “Organizational structure, social capital and human capital Daniel Maman ABSTRACT This shape the career strategies and attainments of individual directors” dalam Dessy Ariani Agustus 2015.

Zulkifli Ijul, diakses pada tanggal 8 Agustus 2016

Full Text: PDF

DOI: 10.15408/sjsbs.v5i1.7908


  • There are currently no refbacks.