Validitas Konstruk dari Multidimensional Measure of Islamic Spirituality (MMS) Menggunakan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA)

Amalia Ridha Sudirman, Rena Latifa

Abstract


Abstract

This study aims to examine validity of items in Multidimensional Measure of Islamic Spirituality (MMS) scale which was first formulated by Dasti and Sitwat (1988). There are eight aspects of Islamic spirituality in this construct, namely: 1) quest and search for divinity, 2) feelings of connectedness with Allah, 3) self discipline, 4) anger-expansive, 5) self-aggrandizement, 6) meanness-generosity, 7) tolerance-intolerance, and 8) Islamic practices. Through 199 participants who are Moslem women and used to live in big cities, we conducted the validity of measuring instruments by using Confirmatory Factor Analysis (CFA) method and assisted by software Lisrel 8.7. CFA test results show that MMS scale that has been adapted into 46 items is valid.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas item dalam skala Multidimensional Measure of Islamic Spirituality (MMS) yang pertama kali dirumuskan oleh Dasti dan Sitwat (1988). Ada delapan aspek kerohanian Islam dalam konstruksi ini, yaitu: 1) pencarian keilahian, 2) perasaan terhubung dengan Allah, 3) disiplin diri, 4) kemarahan-ekspansif, 5) peningkatan diri, 6) kejelekan -generositas, 7) toleransi-intoleransi, dan 8) praktik Islam. Melalui 199 responden yang tinggal di kota-kota besar, kami melakukan validitas alat ukur dengan menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil tes CFA menunjukkan bahwa skala MMS yang telah diadaptasi menjadi 46 item valid.

 


Keywords


Islamic spirituality measurement; Pengukuran spiritualitas Islam; uji validitas konstruk; analisis faktor konfirmatori; construct validity test; confirmatory factor analysis

References


Ahmad, M., Khan, S., 2015. Model kerohanian bagi kaum muslimin lanjut usia . Jurnal Kesehatan Agama. DOI 10.1007 / s10943-015-0039-0.

Dasti, R., & Sitwat, A., 2014. Pengembangan ukuran multidimensi spiritualitas Islam . Jurnal Kesehatan Mental Muslim , 8 (2), 47-67. http://dx.doi.org/10.3998/jmmh.10381607.0008.204.

Fisher, J., 2011. Model empat domain: Menghubungkan spiritualitas, kesehatan, dan kesejahteraan. Agama , 2, 17-28. DOI : 10.3390 / rel2010017.

Ghorbani, N., Watson, P. J., Shiva, G., Zhuo, C., 2014. Mengukur kerohanian muslim : Hubungan religiusitas pengalaman muslim dengan penyesuaian agama dan psikologis dalam iran. Jurnal Kesehatan Mental Muslim , 8 (1), 77-94. http://dx.doi.org/10.3998/jmmh.10381607.000 8.105.

Hardt, J., Schultz, S., Xander, C., Becker, G. , Dragan , M., 2012. Kuesioner spiritualitas: Dimensi inti dari spiritualitas. Psikologi , 3 (1), 116-122. http://dx.doi.org/10.4236/psych.2012.31017.

Meezenbroek, EJ, et al., 2012. Mengukur sp iritualitas sebagai pengalaman manusia universal: Tinjauan kuesioner spiritualitas. Jurnal Agama dan Kesehatan , 51, 336-354. DOI 10.1007 / s10943-010-9376-1.

Muldoon, M., & King, N., 1995. Spiritualitas, perawatan kesehatan, dan bioetika. Jurnal Agama dan Kesehatan , 34, 329-349.

Parsian, N., & Dunning, T., 2009. Mengembangkan dan memvalidasi kuesioner untuk mengukur spiritualitas: Proses psikometrik. Jurnal Global Ilmu Kesehatan , 1 (1), 2-11.

Reed, PG, 1992. Paradigma yang muncul untuk penyelidikan spiritualitas dalam keperawatan. Penelitian dalam Keperawatan dan Kesehatan , 15, 349-357.

Sharma, SK, & Sharma, OP, 2016. Spiritualitas mengarah ke kebahagiaan: Sebuah studi korelatif. Jurnal Internasional Psikologi India , 3 (2), 50-54.

Umar, J. , 2011. Analisis faktor konfirmatori: Bahan ajar perkuliahan . Jakarta: Fakultas Psikologi UIN Jakarta.

Weathers, E., 2018. Spiritualitas dan kesehatan: Perspektif timur tengah . Agama , 9, 33-50. DOI : 10.3390 / rel9020033.


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/jp3i.v8i2.13402

Refbacks

  • There are currently no refbacks.