Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Religiusitas Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA)

Siti Aisyah Cahyaningrum

Abstract


Religiusitas dapat dipahami sebagai suatu pencarian individu atau kelompok pada hal yang sakral yang terbuka pada konteks kesakralan tradisional. Menurut. Fetzer (2003), religiusitas tersusun dari 12 dimensi, yaitu: pengalaman beragama sehari-hari (daily spiritual experience), mengalami kebermaknaan hidup dengan beragama (meaning), mengekspresikan keagamaan sebagai sebuah nilai (values), meyakini ajaran agamanya (beliefs), pengampunan (forgiveness), melakukan praktek beragama secara pribadi (private religious practices), menggunakan agama sebagai coping (religious/spiritual coping), mendapat dukungan dari sesama penganut agama (religious support), mengalami sejarah keberagamaan (religious/ spiritual history), komitmen beragama (commitment), mengikuti organisasi atau kegiatan keagamaan (organizational religiosness) dan meyakini pilihan agamanya (religious preference). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari remaja di desa Kutruk yang berjumlah 200 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 37 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Brief Multidimensional Measure of Religiousness/Spirituality (BMMRS) dapat diterima.

 

Religiosity can be understood as a search for individuals or groups on sacred things that are open in the context of traditional sacredness. According to. Fetzer (2003), religiosity is composed of 12 dimensions, namely: daily religious experience (daily spiritual experience), experiencing meaningfulness of life with religion (meaning), expressing religion as a value (values), believing the teachings of religion (beliefs), forgiveness (forgiveness), practicing personal religion, using religion as coping (religious / spiritual coping), getting support from fellow religious followers, experiencing religious history (religious / spiritual history), religious commitment ( commitment), following an organization or religious activity (organizational religiosness) and believing in a religious preference. This study aims to examine the validity of the boarding instrument. The data in this study were obtained from adolescents in Kutruk village, which numbered 200 people. The method used to test it is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study show that all items totaling 37 items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the one factor model theorized by the Brief Multidimensional Measure of Religiousness / Spirituality (BMMRS) is acceptable.


Keywords


Uji validitas konstruk, religiusitas, confirmatory factor analysis (CFA).

References


Adiyo. R. (2010). Skripsi: Beberapa faktor psikologis yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa di bidang statistika 1 & 2. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fetzer, E.(2003). Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality for Use in Health Research. A Report of the Fetzer Institute/ National Institute on Aging Working Group.

Joreskog & Sorbom. (1993). Lisrel 8: structural equation modeling with the SIMPLISTM command language. USA: Scientific Software International, Inc.


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12109

Refbacks

  • There are currently no refbacks.