Pengurangan Risiko Bencana: Sebuah Restrospeksi Pasca-Tsunami Aceh 2004

Irina Rafliana

Abstract

Isu kebencanaan masih belum banyak dikaji dalam disiplin ilmu sosial; seolah persoalan kebencaan dipandang sebatas fenomena alam dan tidak berkaitan dengan dinamika sosial; seolah korban kebencanaan hanya perlu dipulihkan kembali sementara proses pemulihan dan konsekuensinya luput dicermati. Peristiwa Tsunami Aceh pada tahun 2004, dengan besarnya jumlah korban dan kehancuran yang diakibatkannya, mendorong para pengkaji sosial untuk semakin memerhatikan persoalan kebencanaan lebih serius. Tulisan ini akan mengkaji proses intervensi berbagai kalangan terhadap korban bencana. Diskursus kebencanaan memang dimulai dari disiplin ilmu alam yang memunculkan pendekatan teknikalisasi intervensi. Namun, ilmu sosial dapat berperan menambah cara pandang dan menguatkan pemahaman tentang berbagai risiko dan konsekuensi sosial, yang luput dari perhatian pendekatan-pendekatan teknikalisasi.

Keywords: pengurangan risiko bencana, intervensi sosial, Tsunami Aceh.


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/empati.v3i1.9762

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 EMPATI: JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.