Responsibility of Airlines Company to the Passenger After The Ratification of the Montreal Convention 1999 by Indonesia

Fadia Fitriyanti, Yordan Gunawan, Ade Armansyah

Abstract


Aviation is a strategic business owned by a country, whether managed by a state company or a private company. In Indonesia, airplanes are the most important transportation. It is said to be able to connect every city, province, and inter-island very quickly compared to land and sea transportation. The importance of air transportation must be accompanied by regulations that guarantee the safety and security of airlines and passengers who are users of air transportation services. Security and safety are regulated through national and international rules which must be followed by every airline and passenger for the creation of a good aviation business. The main problem in the aviation business is aircraft accidents which result in aircraft destruction and death to all passengers and crew members. This cannot be avoided because the cause of the accident could be from aircraft engine damage, weather, or error from the pilot. This aircraft accident, not only damage airlines that have planes worth billions of rupiah but can damage passengers and heirs. Due to the risks involved in the aviation business. Although it is said that air transportation is very safe because the technology used by aircraft is the latest, accidents can not be avoided if it occurs.

Keyword: Responsibility; Airlines Company; Passenger; Montreal Convention 1999


 

Pertanggungjawaban dari Maskapai Penerbangan kepada Penumpang berdasarkan Ratifikasi Montreal Convention 1999 oleh Pemerintah Indonesia

 

Abstrak

Penerbangan merupakan salah satu bentuk usaha strategis dalam sebuah negara, baik dikelola oleh perusahaan negara sendiri, maupun oleh perusahaan swasta. Di Indonesia sendiri, perusahaan penerbangan merupakan transportasi yang paling penting karena jenis transportasi ini dapat menghubungan setiap kota, provinsi, dan antar pulau dengan cepat dibandingkan dengan transportasi darat maupun laut. Pentingnya transportasi udara ini, tentu harus dibarengi dengan aturan yang menjamin keamanan dan kesalamatan maskapai penerbangan serta penumpang yang menjadi pengguna jasa transportasi udara. Keamanan dan keselamatan tersebut, diatur melalui aturan nasional dan aturan internasional yang wajib diikuti oleh setiap perusahaan penerbangan dan penumpang demi terciptanya bisnis penerbangan yang baik. Permasalahan utama dalam bisnis penerbangan adalah kecelakaan pesawat terbang yang seringkali mengakibatkan hancurnya pesawat terbang dan kematian kepada seluruh penumpang dan juga kru pesawat. Hal ini tidak bisa dihindarkan dikarenakan penyebab kecelakaan tersebut bisa dari kerusakan mesin pesawat, cuaca, maupun kesalahan dari pilot. Kecelakaan pesawat terbang ini tidak hanya merugikan maskapai penerbangan yang memiliki pesawat yang harganya miliaran rupiah, namun dapat merugikan penumpang dan ahli warisnya, dikarenakan resiko yang ada  dalam bisnis penerbangan. Meskipun, dikatakan transportasi yang sangat aman karena teknologi yang digunakan pesawat adalah teknologi yang mutakhir, namun kecelakaan tersebut tidak dapat dihindarkan jikalau terjadi. Artikel ini membahas masalah pertanggungjawaban Pertanggungjawaban dari Maskapai Penerbangan kepada Penumpang setelah adanya Ratifikasi Montreal 1999 oleh pemerintah Republik Indonesia.

Kata Kunci: Tanggungjawab; Maskapai Penerbangan; Penumpang; Konvensi Montreal 1999

 

Ответственность авиакомпании перед пассажирами после ратификации Индонезией Монреальской конвенции 1999 г.

 Аннотация

Авиация - это стратегический бизнес, принадлежащий стране, независимо от того, управляется ли он государственными или частными компаниями. В Индонезии самолеты - самое важное средство передвижения. Говорят, что он может очень быстро соединить каждый город, провинцию и острова по сравнению с наземным и морским транспортом. Важность авиаперевозок должна сопровождаться правилами, гарантирующими охрану и безопасность авиакомпаний и пассажиров, пользующихся услугами авиаперевозок. Охрана и безопасность регулируются национальными и международными правилами, которые должны соблюдаться каждой авиакомпанией и пассажирами, чтобы создать хороший авиационный бизнес. Основная проблема в авиационном бизнесе - авиационные происшествия, в результате которых самолет выходит из строя и гибнут все пассажиры и экипаж. Это неизбежно, потому что причиной аварии могло быть повреждение двигателя самолета, погодные условия или ошибка пилота. Эта авиакатастрофа не только ставит в невыгодное положение авиакомпании, владеющие самолетами на миллиарды рупий, но также может причинить вред пассажирам и их наследникам. Из-за рисков, связанных с авиационным бизнесом, хотя говорят, что воздушные перевозки очень безопасны, поскольку в самолетах используются новейшие технологии, несчастных случаев нельзя избежать, если они происходят.

Ключевые Слова: ответственность; авиакомпания; пассажир; Монреальская конвенция 1999 г

Keywords


Responsibility, Airlines Company, Passenger, Montreal Convention 1999

Full Text:

PDF

References


Journal article

Ayu, Maria. "International Law Making: Convention for the Unification of Certain Rules for International Carriage by Air (Montreal Convention) 1999." Indonesian Journal of International Law, 2006: 242.

Cheng, Bin. "A New Era in the Law of International Carriage By Air: From Warsaw (1929) to Montreal (1999)." The International and Comparative Law Quarterly, 2004: 842.

Firmansyah, Ferry Irawan. "Konsep Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia." Perspektif, 2016: 226.

Hasanuddin Hasim. "Hubungan Hukum Internasional dan Hukum Nasional Perspektif Teori Monisme dan Dualisme." Mazahibuana: Jurnal Perbandingan Mazhab, 2019: 170.

Hertiawan, Eri. "The Aviation Law Review: Indonesia." The Law Review, 2018: 212.

Hikmahanto Juwana. "Kewajiban Negara dalam Proses Ratifikasi Perjanjian Internasional: Memastikan Keselarasan dengan Konstitusi dan Mentransformasikan ke Hukum Nasional." Undang: Jurnal Hukum, 2019: 3.

McKay, Jennifer. "The Refinement of the Warsaw System; Why the 1999 Montreal Convention Represents the Best Hope for Uniformity." Case Western Reserve Journal of International Law, 2002: 74.

Nasution, Bahder Johan. Metode Penelitian Ilmu Hukum. Bandung: CV. Mandar Maju, 2008.

Sand, Peter H. "Air Carriers' Limitation of Liability and Air Passengers' Accident Compensation under the Warsaw Convention." Journal of Air Law and Commerce, 1962: 276.

Sudiro, Ahmad. "Kajian Penyelesaian Santunan Terhadap Pengguna Jasa Angkutan Udara Nasional Yang Menderita Kerugian." Repository, 2010: 12.

Suzer, Bulent. "The Consolidation of the Warsaw System." McGill Law Journal, 1984: 24.

Wahana Sazpah, Fence Wantu, Nur Mohammad Kasim. "Tanggung Jawab Korporasi Boeing Company Atas Kecelakaan Pesawat di Wilayah Indonesia." Gorontalo Law Review, 2020: 80.

Website

Athika Rahma. Boeing Berikan Santunan Rp 1,6 Miliar ke Ahli Waris Korban Lion Air JT-610. 2019. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4100556/boeing-berikan-santunan-rp-16-miliar-ke-ahli-waris-korban-lion-air-jt-610 (accessed 05 23, 2020).

Directorate General of Air Transportation. Lalu Lintas Angkutan Udara Domestik dan Internasional: 2013-2019. 31 April, 2019. http://hubud.dephub.go.id/?id/llu/index/filter:airport,0 (accessed 06 24, 2019).

Fuller, Thomas. Crash of AirAsia Flight 8501 Spotlights Indonesia’s Poor Air Safety Record. The New York Times. 01 01, 2015. https://www.nytimes.com/2015/01/01/world/asia/airasia-flight-8501-indonesia-airline-safety.html (accessed 03 27, 2019).

Ria. Konvensi Montreal: Dibutuhkan Penumpang, Ditakuti Negara. 2015. https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt54d23af3a1660/konvensi-montreal--dibutuhkan-penumpang--ditakuti-negara/ (accessed 06 22, 2020).

Tyler, Tony. Developing the Potential of Indonesia’s Aviation Sector. International Air Transport Association. 03 12, 2015. http://www.iata.org/pressroom/pr/pages/2015-03-12-01.aspx (accessed 05 24, 2019).




DOI: https://doi.org/10.15408/jch.v9i1.17274 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/citahukum/index

Free counters!

View My Stats

Creative Commons License 
licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International