Usahatani Jagung Dalam Kebijakan Peningkatan Produksi Pangan Di Provinsi Bengkulu

Herlena Bidi Astuti

Abstract


ABSTRAK

Jagung merupakan komoditas tanaman pangan paling strategis setelah padi, selain sebagai komoditas pangan jagung juga merupakan bahan baku utama pakan ternak. Banyak program diluncurkan oleh pemerintah untuk peningkatan produksi pangan khususnya jagung salah satu program unggulan pemerintah adalah UPSUS (Upaya Khusus) untuk peningkatan beberapa komoditas unggulan Pertanian diantaranya adalah jagung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran usahatani jagung dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan produksi pangan  dan respon petani terhadap efektifitas program di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016 dengan metode survey, lokasi ditentukan secara purposive di wilayah sentra jagung dan penerima bantuan UPSUS Jagung yaitu Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Seluma. Data dikumpulkan dengan metode survey menggunakan kuesioner terhadap sampel 60 orang responden petani jagung yang ditentukan secara random (simple random sampling).  Data dianalisis dengan menggunakan analisis perbandingan MBCR dan Net MBCR (komparatif before - after)dari biaya produksi, produktivitas usahatani, keuntungan dan luasan lahan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan 12,8% produksi, 12,8 % Keuntungan, MBCR 1,63 dan Nett MBCR 1,02 dari usahatani jagung tingkat petani karena kebijakan pemerintah untuk peningkatan produksi pangan. 


Keywords


Usahatani, Jagung, Kebijakan, Produksi dan Pangan

References


DAFTAR PUSTAKA

Arwani Ahmad, Tri Harwati dan Sri Hardiatmi. 2013. Pengaruh Jumlah Benih Perlubang Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis. Jurnal Inovasi Pertanian. Volume 12. No 2. Halaman 27-40

Asroh Ardi, Nurlaili dan Fahrulrozi. 2015. Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L). Pada Berbagai Jarak Tanam Di Tanah Ultisol. Jurnal Lahan Suboptimal. Volume 4. No 1. Halaman 66-70

Boediono. 2009. Ekonomi Indonesia Mau Kemana.? Kumpulan Esai Ekonomi. PT Gramedia Jakarta.

BPS. 2017. Provinsi Bengkulu Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu

Dermoredjo K.Saktyanu.2014. Analisis Kebijakan Pngembangan Padi, Jagung, Dan Kedelai Di Indonesia Dalam Menghadapi Perdagangan Bebas Asean. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 12. No 1. Halaman 51-68

Hanani, N. 2012. Strategi Pencapaian Ketahanan Pangan Keluarga. E- Journal Ekonomi Pertanian. Volume 1. No. 1. Halaman

Liana Twenty, MS Mokhtar dan A Zulfikar. 2016. Potensi Pengembangan Jagung Di Lahan Suboptimal Kalimantan Tengah. Prosiding. Halaman 199-208

Nedi Benediktus, Suprapti Supardi dan Joko Sutrisno. 2013. Analisis Usahatani Jagung Di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Agribibusiness Review. Volume 1. No 1. Halaman 33-44.

Polnaya F dan J E Patty. 2013. Kajian Pertumbuhan Dan Produksi Varietas Jagung Lokal Dan Kacang Hijau Dalam Sistem Tumpangsari. Jurnal Agrologia. Volume 1. No.1. Halaman 42-50.

Sugandi Dedi.2016. Laporan Akhir Analisis Kebijakan Peningkatan Produksi Pangan Strategis Jagung dan Kedelai di Provinsi Bengkulu. BPTP Balitbangtan Bengkulu.

Siagian Renville. 2003. Pengantar Manajemen Agribisnis. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Syuryani dan Faesal. 2016. Budidaya Jagung Pada Lahan Sawah Tadah Hujan. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Volume 35. No. 1. Halaman 71-80.

Rikumahu Vilma Victa, J Pongoh, dan JM Paulus. Perkecambahan Benih Jagung (Zea mays L) Pada Berbagai Umur Panen Benih Dan Kelembaban Media Tanam. Jurnal Eugenia. Volume 18. No.3. Halaman 205-216




DOI: https://doi.org/10.15408/aj.v14i1.16298 Abstract - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

CrossRef CrossRef

ISSN : 1979-0058

AGRIBUSINESS JOURNAL CONTACT

DR. Ir. Elpawati, MP.
Jln. Ir.H. Juanda No. 95 Ciputat Tangerang 15412
» Tel / fax : (021) 7493315 / (021) 7493315


View My Stats