PENGARUH KOLONIALISME: KEBIASAAN MANDI MENGGUNAKAN SABUN MASYARAKAT HINDIA BELANDA

Authors

  • Maemunah Maemunah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • Adinda Nur Halizah
  • Sartika Yulandari Azizah

DOI:

https://doi.org/10.15408/sh.v2i2.39916

Keywords:

Kolonialisme, Mandi, Sabun, Hindia Belanda

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pengaruh kolonialisme terhadap kebiasaan mandi menggunakan sabun masyarakat Hindia Belanda. Pada masa kolonial, gagasan superioritas Eropa yang dibawa oleh Inggris dan Belanda mempengaruhi banyak aspek kehidupan sehari-hari, termasuk mandi. Mandi menggunakan air saja menjadi budaya masyarakat Hindia Belanda. Kebiasaan mandi masyarakat Eropa yang awalnya dianggap tidak perlu dan bahkan berbahaya bagi kesehatan, mulai diperkenalkan di Hindia Belanda melalui interaksi dengan para kolonial. Orang Eropa dan blasteran yang tinggal di Hindia Belanda biasanya mandi di ruang tertutup dengan menggunakan sabun, sementara masyarakat pribumi mandi di sungai terbuka tanpa sabun. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan menggunakan sabun mulai menyebar dikalangan masyarakat Hindia Belanda, terutama setelah didirikannya pabrik sabun unilever pada tahun 1930. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana pengaruh kolonialisme terhadap praktik keseharian masayarakat Hindia Belanda.

Author Biographies

  • Adinda Nur Halizah
    UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Sartika Yulandari Azizah
    UIN Syarif Hixdayatullah Jakarta

References

Adev Natural Indonesia, “Sejarah Sabun: Pembuatan dan Perkembangan Sabun di Eropa dan Amerika”, 6 September 2021.

Amanda Lathifah Laksamana Putri, Linda Sunarti, Strategi Promosi Sabun Lux di Jawa, 1929-1941, Jurnal Sejarah Indonesia Volume 6 Nomor 1 2023.

Dien Madjid Metode Sejarah Teori Dan Praktik Jakarta : 2021

Douglas Biow The culture of cleanliness in Renaissance Italy. Ithaca, NY: Cornell University Press 2006

Eyi Puspita, “Kala Sabun Jadi Penanda Peradaban”( https://tirto.id/kala-sabun-jadi-penanda-peradaban-gx2c ) , 5 November 2022.

Jay Akbar, “Membilas Sejarah Sabun”( https://historia.id/kultur/articles/membilas-sejarah-sabun-vVLg6/page/1 ), 08 Oktober 2010.

Jean Gelman Taylor, Bathing and Hygiene Histories from the KITLV Images Archive.

Kees Van Dijk and Jean Gelman Taylor, CLEANLINESS AND CULTURE Indonesian Histories (KITLV is an institute of the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW)).

Kees van Dijk, Soap is The Onset of Civilization, (KITLV Press Leiden 2011) .

Lawrence Wright Clean and decent; The fascinating history of the bathroom and the water closet and the sundry habits, fashions and accessories of the toilet principally in Great Britain, France and America. London: Routledge and Kegan Paul 1960

Pierre Bourdieu, Outline of the Theory of Practice: Structures and the Habitus Cambridge: Cambridge University Press, 2013

R. Achmad Sunjayadi, Akulturasi dalam Turisme di Hindia Belanda, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, Volume 8 Number 1 tahun 2018.

Schama, Simon The embarrassment of riches; An interpretation of Dutch culture in the Golden Age. New York: Knopf 1987

Vinupriya Sakkaravarthi, “History of Soap,” 27 December 2022 .

Wahyudi Akmaliah Muhammad, Tinjauan Buku: Politik Wacana Budaya Kebersihan dalam Pascakolonial Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Downloads

Published

2025-10-14