Pergundikan di Pulau Jawa Masa Hindia Belanda 1870 – 1942

Authors

  • Zahra Berliani Pawelling Gesang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.15408/sh.v3i2.37852

Keywords:

Nyai, Pergundikan, Novel Sejarah, Kebudayaan Indis.

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana realita pergundikan yang ada di Pulau Jawa. Studi ini berupaya mengetahui bagaimana sejarah kelam dan juga penindasan yang dilakukan oleh orang Eropa kepada perempuan pribumi. Adapun sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah fotofoto yang terdapat di KITLV, laporan perkebunan De Millionen Uit Deli, Staatsblad, artikel dalam koran Algeemen Handelsblad, dan sebuah laporan yang dibukukan berjudul Cultuur-Adressbook Voor Nederlandsche-Indie. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kritik mimetik dan teori feminisme. Pendekatan ini berkaitan erat dengan sastra karena kritik mimetic adalah kritik yang memandang karya sastra sebagai aspek tiruan dalam hal sehari-hari. Sementara itu, teori feminism berkaitan erat dengan adanya perempuan yang menuntut haknya sama dengan lelaki. Pergundikan yang disebabkan karena faktor ekonomi pun mulai merajalela dan mendorong perempuan pribumi untuk hidup bersama pria Eropa dalam rumah tanpa adanya ikatan pernikahan. Tak hanya itu, pergundikan juga dapat disebabkan dari keluarganya yang menjual putrinya kepada pria Eropa untuk dijadikan gundik. Pemerintah Hindia Belanda kala itu yakni Jan Pieterszoon Coen sudah melakukan berbagai macam upaya untuk memberhentikan adanya praktik pergundikan, namun semua usahanya berakhir sia-sia. Praktik pergundikan yang melibatkan antara perempuan Pribumi dan pria Eropa tentunya menjadi sejarah kelam di Indonesia. Pergundikan ini berakhir semenjak para perempuan mulai berani bersuara, dan juga adanya modernisasi. Para nyai turut memiliki andil dalam modernisasi dan menghasilkan kebudayaan baru yang bernama kebudayaan Indis. Kebudayaan Indis menyangkut beberapa hal seperti gaya makan, gaya berpakaian, dan juga bahasa.

References

A.D.H. Heringa. Staatsblad Van Nederlandsche-Indie. Buitenzorg, 1898.

Adam Gultom. “Kebudayaan Indis sebagai Warisan Era Budaya Kolonial.” Warisan; Journal

of History and Culture Heritage 1, no. 1 (2020).

Annie Foore. Indische Huwelijken. Rotterdam: D. Bolle, 1895

Chijs, Van Der. Nederlandsch-Indisch Plakaatboek, 1601 - 1811. Batavia: Landsdrukkerij,

D.F.W, Rees. Het Pauparisme Onder de Europeanen in Nederlandsch-Indie. Vol. 2. Batavia:

Landsdrukkerij, 1901.

Djoko Sukitman, Kebudayaan Indis. Jakarta: Komunitas Bambu, 2011.

Elfa Michellia Karima. “Kehidupan Nyai dan Pergundikan di Jawa Barat 1900 – 1942.”

Diakronika 17 (2017).

Fadly Rahman. Rijstaffel Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial tahun 1870 - 1942.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2011.

G Francais, dan S.M. Ardan. Nyai Dasima. 2 ed. Jakarta: Masup Jakarta, 2013.

Gani Jaelani Penyakit Kelamin di Jawa 1812-1942. Bandung: Syabas Books, 2013.

Gani Jaelani. “Dilema Negara Kolonial; Seksualitas dan Moralitas di Hindia Belanda Awal

Abad XX.” Patanjala 11 (2019).

H. Kommer. Tjerita Nji Paina. 1 ed. Batavia: A. VEIT n CO., 1900.

Harmen Veldhuisen. Batik Belanda 1840 – 1940: Pengaruh Belanda pada Batik dari Jawa

Sejarah dan Kisah-kisah di Sekitarnya. Gaya Favorit Press, 2007.

Hayu Adi Darmarastri . “Keberadaan Nyai di Batavia 1870 - 1928.” Lembaran Sejarah 4

(2002).

Hellwig, Tineke. Citra Kaum Perempuan di Hindia Belanda. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,

Hendra Kurniawan. “Nyai dalam Pergundikan; Pendorong Munculnya Kaum Indo di Hindia

Belanda.” Historia Vitae Seri Pengetahuan dan Pengajaran Sejarah 28 (2014).

M.I.J Handel. Cultuur-Adressboek Voor Nederlandsche-Indie. Bandoeng. Firma A. Brinkman,

P. den Hengst. La Rijstaffel. Algemeen Handelsblad. 1931.

Petrik Matanasi. Sejarah Tentara; Munculnya Bibit-bibit Militer di Indonesia masa Hindia

Belanda sampai Awal Kemerdekaan. Yogyakarta: Narasi, 2011.

Pramoedya Ananta Toer. Bumi Manusia. I. Jakarta: Hasta Mitra, 1980.

Van De Brand. De Millionen Uit Deli. Amsterdam, 1903.

Downloads

Published

2024-12-31