Digital Literacy and Islamic Ethics: Maintaining Brotherhood among NU Community Organizations in the Hoax Information Era
DOI:
https://doi.org/10.15408/relations.v3i1.50288Abstract
Penelitian ini mengkaji strategi pelestarian ukhuwah Islamiyah di tengah maraknya berita hoaks di lanskap digital Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 pengguna media sosial aktif yang terlibat dalam klarifikasi hoaks, serta analisis dokumen teks Al-Qur'an, pernyataan MUI dan Kominfo, dan literatur ilmiah (September-November 2024). Analisis tematik mengungkap pola penyebaran hoaks, kerentanan masyarakat, dan penanggulangan yang efektif. Temuan utama mengungkapkan: (1) komunitas dengan jaringan ukhuwah yang kuat menunjukkan ketahanan terhadap disinformasi 78% lebih besar; (2) “Fenomena Bypass Emosional” ada di mana 87% Muslim mengetahui prinsip-prinsip verifikasi Islam, tetapi hanya 33% yang menerapkannya pada konten yang memuat emosi; (3) verifikasi jaringan berbasis masjid mengurangi hoaks sirkulasi sebesar 73%. Studi ini memperkenalkan “Kerangka Kerja Tabayyun Digital”, mengoperasionalkan verifikasi Al-Qur'an (QS Al-Hujurat: 6) dalam konteks media sosial, dan “Metodologi Neo-Isnad”, mengadaptasi memulai hadis untuk analisis konten digital. Kontribusi praktisnya termasuk membangun “Dewan Fiqh Digital” dan memberdayakan pemuda Muslim sebagai “duta dunia maya ukhuwah”.” Penelitian ini menunjukkan bahwa resistensi terhadap hoaks yang efektif memerlukan sintesis warisan epistemologis Islam dengan kewarganegaraan digital, mengubah literasi informasi menjadi kewajiban agama bagi umat yang tangguh secara spiritual, cerdas secara digital, dan kohesif secara sosial.
Kata Kunci: Ukhuwah Islamiyah, hoaks, literasi digital, Muslim Indonesia, tabayyun.
References
Abdillah, M. (2024). Islam and Democracy: The Case of the Early Reform Era. Jurnal Indo-Islamika, 14(2), 357–376. https://doi.org/10.15408/jii.v14i2.43764
Al-Siba‟i, M. (1993). Al-Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam. Diponegoro.
Alifi, D. P., Hidayah, F. N., & Vanessa, A. (2024). Media dalam Islam: Membangun Sikap Kritis Terhadap Berita Palsu dan Propaganda. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 122–133. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/ihsan.v2i2.201
Ardi, I. M., Mulyaning Ati, R., Rhangga, A., Anggraini, P., & Eka Syahputra, H. (2023). Literasi Digital sebagai Upaya Kritis Memrangi Berita Bohong: Studi Terhadap Gerakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). KOMUNIKA, 10(2), 145–153. https://doi.org/10.22236/komunika.v10i2.10756
Ash-Shabuni, M. A. (n.d.). Shafwah At-Tafasir Jilid 1. Dar Ash-Shabuni.
Azka, I., & Sari, R. M. (2023). HOAX AND INTOLERANCE: Implications of Social Media Reporting on the Emergence of Intolerance in Muslim Communities in Indonesia. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 4(1), 85–98. https://doi.org/https://doi.org/10.15548/al-adyan.v4i1.6397
Dyatmika, T., Bakhri, S., Kamal, M. R., Kusuma, J., No, B., Utara, P., Pekalongan, K., & Tengah, J. (2021). Hoax dan Literasi Media Internet di Era Covid-19. Sangkep: Jurnal Sosial Keagamaan, 4(1), 64–93. https://doi.org/10.20414/sangkep.v2i2.p-ISSN
Elsanita, N., Putri, A., Bilqis, F., Savira, N. R., & Firmansyah, M. I. (2024). Exploring the impact of religious hoaxes on social media : a study of student experiences and religiosity. TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education, 11(2), 217–230. https://doi.org/10.17509/t.v11i2.75854
Emeraldien, F. Z., Sugihartati, R., & Rahayu, T. P. (2021). Inaccuracy within Online Journalism in Indonesia. Journal The Messenger, 13(2), 179–193. https://doi.org/10.26623/themessenger.v13i2.1011
Endang Saifuddin Anshari. (2004). Wawasan Islam. Gema Insani Press.
Erine Nur Maulidya, Angga Natalia, Iin Yulianti, & Muhammad Havez. (2023). Strategi Penanggulangan Informasi Hoax dan Terorisme di Media Sosial oleh Unit Polisi Virtual Provinsi Lampung. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 8(1). http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=8&mnorutisi=2
Fauziah, D. N. (2020). HASAD DALAM PERSPEKTIF ULAMA (Tinjauan Islam Tentang Hasad, Penyebab dan Penawarnya). HAWARI: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, 1, 11–21. https://doi.org/https://doi.org/10.35706/hawari
Ferguson, B. B., & Istiono, W. (2024). Hoax News Detection in Indonesian Political Headlines Using Multinomial Naive Bayes. Jitsi: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi, 5(4), 168–179. https://doi.org/10.62527/jitsi.5.
Firdaus, A. Al, & Firmansyah, H. (2025). Building Social Solidarity from the Perspective of the Qur ’ an : The Principle of Ukhuwah Islamiyah. ARJI: Action research Journal Indonesia, 76. https://doi.org/https://doi.org/10.61227/arji.v7i1.283
Fitri, R. S., Anisah, H. U., Hatami, H., & Fauziannor, A. (2025). The Role of Islamic Values in Addressing Hoaxes and Misinformation in Digital Media : A Systematic Literature Review. Islamic International Conference on Education, Communication, and Economics, 1(May), 960–971.
Halim, A. (n.d.). Kamus Lengkap 900 Miliar Praktis. Fajar Mulya.
Jamilah, S., & Missouri, R. (2024). Peran Etika Berbahasa dalam Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian di Era Digital. Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan, 1(2), 67–75. https://doi.org/10.63866/pendiri.v1i2.62
Lestari, T., & Ula, D. M. (2024). Dampak Media Sosial Terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 3(11), 61–70. https://doi.org/https://doi.org/10.6578/triwikrama.v3i11.3935
MAFINDO. (2022). Survei Nasional Penyebaran Hoaks Berbasis Agama di Media Sosial Indonesia. https://www.mafindo.or.id/survey-hoaks-agama-2022
Mushthafa Al-Maraghi. (1974). Tafsir Al-Maraghi Juz IV. al-Babi al-Halabi.
Muslimat, F., Mardiriani, P., & Basyaiban, H. (2025). STRATEGI DAKWAH USTADZ TIKTOK DALAM MEMBANGUN. Relations: Journal of Media Studies and Public Relations, 2(2), 50–60.
Nasional, D. P. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pusat Bahasa. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Parhan, M., Jenuri, J., & Islamy, M. R. F. (2021). Media Sosial dan Fenomena Hoax: Tinjauan Islam dalam Etika Berkomunikasi. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 59–80. https://doi.org/10.15575/cjik.v5i1.12887
Salsabila, F. Y. (2019). RADIKALISME SEBAGAI BIBIT PERPECAHAN ANTARUMAT BERAGAMA. Jurnal Kewarganegaraan, 3(2), 97–102. https://doi.org/https://doi.org/10.31316/jk.v3i2.1309
Shihab, M. Q. (2005). Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an Vol. 7. Lentera Hati.
Singh, B., & Kumar, D. (2022). Predicting image credibility in fake news over social media using a multi-modal approach. Neural Computing and Applications, 34(24), 21503–21517. https://doi.org/10.1007/s00521-021-06086-4
Sufyan, Q. A., & Hartono, M. S. (2023). REASON AS A SOURCE OF ISLAMIC LAW: Epistemological Approach. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 10(1), 19–34. https://doi.org/https://doi.org/10.19105/islamuna.v10i1.7835
Sundro Napitupulu, Alfredo Pratama, Christian Simbolon, G. A., & Ravanda Matthew Marcel Siahaan, R. B. (2025). Tinjauan Yuridis Fenomena Informasi Palsu Dan Ujaran Kebencian Di Media Sosial. Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 12(4), 1–23. https://doi.org/doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461
Umar, W., Salim, A. A., & Rahman, R. A. (2025). Understanding the Dynamics of Fake Accounts to Combat Hoax Dissemination. In Lex Scientia Law Review (Vol. 9, Issue 1). https://doi.org/10.15294/lslr.v9i1.4283
Yunus, M. (n.d.). Kamus Arab – Indonesia. PT. Hidakarya Agung.
Zulfadhli, M., Hamdani, H., & Farokhah, L. (2021). The Analysis of Hoax News Content on Facebook Reviewed from the Theory of Critical Discourse Analysis and Linguistic Rules. Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5, 288–304. https://doi.org/doi.org/10.21009/AKSIS.050204
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fadhil Wathani, Rifa Anis Fauziah, Wawan Ariaji

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



