Strategi Komunikasi Guru dalam Sosialisasi Program KJP Plus Kepada Wali Murid SDN Pondok Pinang 01
DOI:
https://doi.org/10.15408/relations.v2i2.46754Abstract
Pendidikan merupakan aspek fundamental, namun keterbatasan ekonomi sering menjadi kendala utama bagi banyak keluarga dalam menyekolahkan anak-anak mereka. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginisiasi Program Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) untuk menjamin akses pendidikan yang merata. Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala komunikasi antara sekolah dan wali murid. Kurangnya pemahaman wali murid terhadap prosedur dan syarat program, serta lemahnya efektivitas sosialisasi, seringkali menyebabkan kegagalan dan kegagalan dalam pengajuan program KJP Plus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi guru dalam sosialisasi Program KJP Plus kepada wali murid di SDN Pondok Pinang 01. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi pustaka dan pengumpulan dokumen-dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi berlangsung dalam lima tahap yaitu penelitian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Guru sebagai komunikator utama menggunakan media seperti WhatsApp dan pertemuan tatap muka, serta menyesuaikan cara berkomunikasi sesuai dengan karakteristik orang. Pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat teknis, namun juga bersifat edukatif dan memotivasi sehingga dapat mengurangi kebingungan orang tua dalam memahami program KJP Plus.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Guru, Sosialisasi, KJP Plus, Wali Murid.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Relations: Journal of Media Studies and Public Relations

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.