Analisis Pola Peresepan Obat Berdasarkan Perbedaan Status Penjamin (BPJS dan Non-BPJS)

Authors

  • Retno Tri Rahayu Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Marvel Marvel Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Nurmeilis Nurmeilis Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Estu Mahanani Dhilasari Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.15408/pbsj.v7i1.39009

Keywords:

evaluasi penggunaan obat, penjamin, indikator peresepan, pola peresepan, jumlah obat, antibiotik, njeksi.

Abstract

Evaluasi penggunaan obat merupakan aspek krusial dalam pelayanan farmasi klinik di fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara status penjamin (BPJS dan non-BPJS) dengan pola peresepan penggunaan obat berdasarkan indikator peresepan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di sebuah klinik di daerah Kroya (Provinsi Jawa Tengah) pada tahun 2020. Indikator peresepan yang digunakan mencakup rerata jumlah obat per lembar resep, persentase peresepan antibiotik untuk ISPA non-pneumonia (batuk-pilek) dan diare non-spesifik, serta peresepan injeksi untuk myalgia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data diperoleh secara retrospektif dari resep dan buku rawat jalan pasien. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling, menghasilkan 2.206 sampel resep yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p<0,05) antara penjamin BPJS dan non-BPJS dalam semua indikator peresepan yang dievaluasi. Perbedaan ini terlihat pada rerata jumlah obat yang diresepkan (BPJS: 2,91; non-BPJS; 3,42), persentase peresepan antibiotik pada ISPA non-pneumonia (BPJS: 41,5%; non-BPJS: 63,1%), persentase peresepan antibiotik pada diare non-spesifik (BPJS: 39,8%; non-BPJS: 68,1%), dan persentase peresepan injeksi pada myalgia (BPJS: 0,0%; non-BPJS: 4,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status penjamin dengan pola peresepan penggunaan obat berdasarkan indikator peresepan Kemenkes RI.

References

Andriani, Y., Kusuma, D.P. and Husna, N. (2025) ‘Evaluasi Rasionalitas Peresepan Obat Berdasarkan Indikator World Health Organization ( WHO ) di Puskesmas “ X ”’, Lumbung Farmasi Jurnal Ilmu Kefarmasian, 6(1), pp. 25–33.

Asyikin, A. (2017) ‘Identifikasi Drug Related Problem’s (DRPs) pada Pasien Diare di Perawatan Anak RSUD Pangkep Sulawesi Selatan’, Media Farmasi, 13(3), pp. 1576–1580.

Dewi, D.A.P.S., Arimbawa, P.E. and Jaelani, A.K. (2018) ‘Evaluation of Drugs Use with WHO Prescribing Indicator in Kuta Primary Health’, Jurnal Endurance, 3(3), pp. 483–489. Available at: https://doi.org/http://doi.org/10.22216/jen.v3i3.3492.

Fajriyah, S., Fatimah, S. and Sari, E.A. (2024) ‘Pola Peresepan Obat pada Pasien Myalgia di Puskesmas Nganjuk’, Pharma Bhakta, pp. 25–34.

Kemenkes RI (2016) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI (2023a) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/2197/2023 Tentang Formularium Nasional. Jakarta. Available at: https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/kepmenkes-2197-2023/.

Kemenkes RI (2023b) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI (2011) Modul penggunaan obat rasional, Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Pulungan, R., Chan, A. and Fransiska, E. (2019) ‘Evaluasi Penggunaan Obat Rasional di Puskesmas Kabupaten Serdang Bedagai’, Jurnal Dunia Farmasi, 3(3), pp. 144–152. Available at: https://doi.org/10.33085/jdf.v3i3.4484.

Saibaka, M.D., Lolo, W.A. and Mansauda, K.L.R. (2022) ‘Evaluasi Peresepan Obat Berdasarkan Indikator World Health Organization (WHO) di Puskesmas Teling Atas’, Pharmacon, 11(November), pp. 1685–1693.

Syamsul, D. (2019) ‘Evaluasi Pemakaian Antibiotik Yang Rasional Pada Ispa Non Pneumonia Di Puskesmas Induk Kota Binjai the Evaluation of Rational Antibiotic Use in Non Pneumonia Acute Respiratory Infections (Ari) At Main Health Centre of Binjai’, Jurnal Dunia Farmasi, 3(3), pp. 106–114.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Pola Peresepan Obat Berdasarkan Perbedaan Status Penjamin (BPJS dan Non-BPJS). (2025). Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ), 7(1), 71-79. https://doi.org/10.15408/pbsj.v7i1.39009