Framing Film Dokumenter Netflix Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso: Perspektif Model Robert N. Entman

Authors

  • Iis Aulya Universitas Mataram
  • Muhammad Jamiluddin Nur Universitas Mataram
  • Yy Wima Riyayanatasya Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.15408/interaksi.v5i2.48837

Keywords:

Framing, Konstrusi Realitas, Ice Cold

Abstract

Film dokumenter sebagai produk media tidak hanya merepresentasikan peristiwa, tetapi juga membingkai realitas sosial sesuai dengan sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian dalam film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso dengan menggunakan model analisis framing Robert N. Entman, serta penggabungannya dengan teori konstruksi realitas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan empat perangkat utama Entman: define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Netflix membingkai peristiwa ini secara bertahap. Diawal, film menonjolkan kecurigaan terhadap Jessica sebagai penyebab kematian Mirna melalui narasi visual dan wawancara serta saksi yang menguatkan dugaan keterlibatan. Namun, seiring berkembangnya cerita framing bergeser menjadi kritik terhadap ketimpangan sistem hukum di Indonesia dengan menampilkan sisi Jessica sebagai pihak yang layak dipertimbangkan atas dugaan yang dijatuhkan padanya. Penelitian ini menunjukkan bahwa film dokumenter tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk realitas sosial yakni dengan menampilkan dan menyerukan reformasi hukum diakhir film untuk menunjukkan dan menumbuhkan kesadaran agar lebih reflektif dalam memahami keadilan

References

Asri, R. (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film . Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 74.

Djamzuri, M. I., & Mulyana, A. P. (2022). Fenomena Netflix Platform Premium Video Streaming membangun kesadaran cyber etik dalam perspektif ilmu komunikasi. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 6(1).

Fitraeni, Febriana. (2024). nalisis Framing Pemberitaan Online Film “Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso”. UMSIDA, 3.

Hanifa, F. (2022). Film Dokumenter The Social Dilemma (Studi Konten Analisis Dalam Perspektif Fungsi Media (Doctoral dissertation, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi).

Khairunnisa, K. (2021). Analisis Framing Film Dokumenter" Sexy Killers" Tentang Oligarki Dan Lingkungan (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan).

Rezkia, F. (2021). Analisis Framing “Zero Tolerance” Pada Film Indonesia: Diversity Under Threat di Youtube DW (Deutsche Welle) Documentary (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan).

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Saeni, E. (2024). Robert N. Entman's Framing Analysis on Academic Community Reporting Criticizing President Jokowi's Attitude in the 2024 Election in Online Media (kompas.com, detik.com, and republika.co.id). Journal of Communication Creative and Digital Culture, 33.

Wahyuni, F. N., & Safira, F. P. (2024). Analisis framing pemberitaan kasus kopi sianida dalam film dokumenter melalui layanan streaming online netflix. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 3348-3358.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Framing Film Dokumenter Netflix Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso: Perspektif Model Robert N. Entman. (2025). INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 5(2), 186-198. https://doi.org/10.15408/interaksi.v5i2.48837