PERSEPSI PETANI TERHADAP KINERJA GAPOKTAN DANAU DENDAM DI KELURAHAN DUSUN BESAR KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU

Tika Mardiyanti, Basuki Sigit Priyono, Reswita Reswita

Abstract


Gapoktan as one part of government services needs to be evaluated for the effectiveness of its functions, one of which is by measuring the performance of Gapoktan in terms of Human Resources (HR) and customers (members). The purpose of this evaluation is to assist Gapoktan in carrying out the function of Gapoktan as the government's flagship to reach farmers directly and as an institution that makes it easier for farmers to access information (Sihotang and Arsyad 2019). Performance evaluation is very important because it is to determine the level of achievement possessed by the Gapoktan. Assessment of Gapoktan performance results can be done through measuring the perceptions of Gapoktan members themselves. Perception is an individual's assessment or view of an object around them which is influenced by positive or negative thoughts about the object. The aim of this research was 1) To analyzed farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam, 2) To analyzed factors related to farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam. The determination of the location in this study was in the Dusun Besar Village, Singaran Pati District, Bengkulu City which was done deliberately. The method of determining respondents using the Slovin formula, with the number of respondents as many as 60 samples. The research was conducted from November to December 2020.

The results of this study indicate that farmers’ have a deficient perception of the performance of Gapoktan Danau Dendam. This is evidenced by the acquisition of a score of 142,21 from the perception assessment or the farmers who stated that the Gapoktan Danau Dendam had not carried out its function properly. Meanwhile, the factors that were significantly related to farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam were formal education and access to information. While the factors of age, experience, land area, family income, and number of family dependents were not significantly related with farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam.


Keywords: Perception, Performance of Gapoktan, Farmers, Gapoktan Danau Dendam



Abstrak

Gapoktan sebagai salah satu bagian dari pelayanan pemerintah perlu dievaluasi efektifitas  fungsinya, salah satunya yaitu dengan melalukan pengukuran kinerja Gapoktan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelanggan (anggota). Tujuan evaluasi ini untuk membantu Gapoktan dalam menjalankan fungsi Gapoktan sebagai unggulan pemerintah untuk meraih petani secara langsung dan sebagai lembaga yang memudahkan petani mengakses informasi (Sihotang and Arsyad 2019). Evaluasi kinerja sangat penting karena untuk mengetahui tingkatan prestasi yang dimiliki oleh Gapoktan tersebut. Penilaian terhadap hasil  kinerja Gapoktan dapat dilakukan melalui pengukuran persepsi anggota Gapoktan itu sendiri. Persepsi meerupakan penilaian atau pandang individu terhadap suatu obyek yang ada di sekitar mereka yang dipengaruhi oleh pikiran positif atau negatif terhadap obyek tersebut. Di  Kelurahan Dusun Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, saat ini memiliki enam kelompok dengan petani tercatat aktif  yang terhimpun dalam Gabungan Kelompok Tani Danau Dendam. Komoditas utama petani di Gapoktan ini adalah padi.  Pergesaran pola hidup diperkotaan karena kesibukan masing-masing anggota Gapoktan dan pengurus Gapoktan karena perbedaan rutinitas lain sebagai petani menyebabkan aktivitas Gapoktan sudah mulai berkurang seperti pertemuan-pertemuan rutin untuk membahas rencana kegiatan dan program kerja Gapoktan sehingga fungsi dari Gapoktan sebagai penyedia sarana produksi, sebagai  wahana belajar, unit kerjasama, dan unit produksi, unit pemasaran tidak lagi tidak lagi berjalan, dan Gapoktan hanya sekedar papan nama yang terpampang tanpa aktivitas. Tujuan dari penelitan ini adalah: 1) Menganalisis persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam, 2) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam. Penentuan lokasi dalam penelitian ini adalah di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu yang dilakukan secara sengaja. Metode penentuan responden menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah responden sebanyak 60 sampel Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2020.

Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa petani memiliki persepsi kurang baik terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil rata-rata skor sebesar 142,21 dari penilaian persepsi petaninya yang menyatakan bahwa Gapoktan Danau Dendam belum melaksanakan fungsinya dengan baik. Sementara faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam adalah pendidikan formal, pendapatan keluarga, dan akses terhadap informasi. Sedangkan faktor-faktor umur, pengalaman, luas lahan, dan jumlah tanggungan keluarga tidak berhubungan nyata dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam.


Kata Kunci: Persepsi, Kinerja Gapoktan, Petani, Gapoktan Danau Dendam 



Full Text:

PDF

References


Demmallino, E.B., Rahmadanih, dan Aswar. 2018. Efektivitas Kinerja Gabungan Kelompok Tani Pottanae. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. 14(3): 285-296.

Imanuddin, J.A. 2013. Evaluasi Kinerja Gapoktan Mekarmukti dan Dampaknya terhadap Petani Cabai Anggota di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Skripsi.Universitas Muhammadiyah Cirebon. (tidak dipublikasikan).

Imron, M.A. 2020. Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Gapoktan Pada Makmur Di Kampung Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Skripsi. Jurusan Agribisnis, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Dharma Wacana Metro. (tidak dipublikasikan).

Kartono. 2009. Persepsi Petani dan Penerapan Inovasi Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu Padi Sawah di Lokasi Prima Tani Kabupaten Serang Provinsi Banten. Tesis. Institut Pertanian Bogor.

Kementerian Pertanian. 2016.Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. Kementerian Pertanian RI.

Ngadha K., S. Nikolaus dan F. Klau. 2019. Persepsi Petani Terhadap Peranan Kelompok Tani Fa Masa Dalam Usahatani kopi di Desa Beiwali Kecamatan Bejawa Kabupaten Ngada. Buletin Excellentia. 2:175-185.

Sapari. 2009. Pemanfaatan Media Komunikasi Prima Tani, Aksesibilitas Kelembagaan Tani dan Persepsi Petani Tentang Teknologi Agribisnis Industrial Pedesaan. Jurnal Komunikasi Pembangunan. Vol. 7 No. 1.

Sihontang, R.J., A. Arsyad, dan S. Masithoh. 2019. Analisis Kinerja Gapoktan Berdasarkan Tingkat Kepuasan Anggota dan Karyawan. Jurnal Agribisains. 5(2): 130-28.

Utomo, P., D.P. Utami dan I. A. Wicaksono. 2012. Persepsi Petani Terhadap Budidaya Padi System Of Rice Intensification (SRI) di Desa Ringgit Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Surya Agritama. Volume 1 No. 2

Widyawati, R.F. dan A. Pujiono. 2013.Pengaruh Umur,Jumlah Tanggungan Keluarga, Luas Lahan, Penduduk, Jarak Tempat Tinggal Pekerja ke Tempat Kerja dan Keuntungan Terhadap Curahan Waktu Kerja Wanita Tani Sektor Pertanian di Desa Tajuk Kecamatan Getansan Kabupaten Semarang. Diponegoro Journal Of Economics. 2.

Widiyastuti, E. Widiyanti dan Sutarto. 2016. Persepsi Petani Terhadap Pengembangan System Of Rice Intensification (SRI) di Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang. Jurnal Agrista. 4 (3): 476-485.

Yani, D.E., Ludivica ES., dan R. Noviyanti. 2010. Persepsi Anggota Terhadap Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Teknologi Budidaya Belimbing. Jurnal Matematika, Sains, dan Teknologi. 11(2) :133-145.




DOI: https://doi.org/10.15408/saj.v1i2.23091 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.