PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN POLIFENOL TANAMAN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr) PADA MEDIA TANAM DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMAT

Elly Proklamasiningsih, Iman Budisantoso, Inayatul Maula

Abstract


Abstrak

Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) merupakan tanaman sayuran yang berkhasiat obat karena mengandung senyawa aktif diantaranya flavonoid, steroid, dan tanin yang digunakan sebagai antioksidan. Peningkatan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi biomassa tanaman, yang diharapkan  dapat meningkatkan kandungan senyawa aktif pada tanaman seperti polifenol. Penggunaan asam humat dapat meningkatkan kualitas media tanaman sehingga pertumbuhan tanaman dapat meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan senyawa polifenol tanaman katuk, serta menentukan konsentrasi asam humat yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol terhadap tanaman katuk. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan asam humat pada media tanam dengan konsentrasi 0 g/kg; 4g/kg; 8g/kg dan 12 g/kg. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman meliputi jumlah daun, berat basah dan berat kering serta kandungan polifenol. Data dianalisis dengan analisis variansi dengan taraf uji 5% dan 1% dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada level 5%. Pemberian asam humat dengan konsentrasi 6,23 g/kg pada media tanam dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kandungan polifenol tanaman katuk. .

Kata kunci

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) is medicine efficacious vegetable because it contains active compounds such as flavonoid, steroid, and tannin. Those compounds were used as antioxidants. The growth of the plant increased the production of the biomass plant. It is expected that increasing biomass plant can increase active compound content in the plant like polyphenols. The use of humic acid can improve the quality of plant medium so the growth of the plant can increase as well. The purpose of this study was to find out the effect of humic acid to the growth and polyphenols content in katuk plant and to determine the concentration of acid humic that effective to increase the growth and polyphenol content to katuk plant. This research used an experimental method with a fully randomized design that consists of four humic acid treatments to plant medium with concentration of0 g/kg; 4g/kg; 8g/kg and 12 g/kg. Each treatment was repeated for three times. The parameters observed in this research were the leaf number, the wet weight, and the dry weight and the polyphenols content. The data were analyzed by analysis of variance with a 5% and 1% level of confidence , and continued to the least significant differences test at 5% level of confidence. The results showed that the addition of humic acid by 6.23 g/kg to the growing media increased the plant growth and polyphenols content in katuk plant.


Keywords


Asam humat; Pertumbuhan; Polifenol; Sauropus androgynus (L.) Merr; Humid acid; Growth; Polyphenols

Full Text:

PDF

References


Ali, M. B., Singh, N., Shohael, A. M., Hahn, E. J., & Paek, K.-Y. (2006). Phenolics metabolism and lignin synthesis in root suspension cultures of Panax ginseng in response to copper stress. Plant Science, 171(1), 147-154.

Anttonen, M. J., & Karjalainen, R. (2008). Evaluation of means to increase the content of bioactive phenolic compounds in soft fruits. I International Symposium on Biotechnology of Fruit Species: Biotechfruit, 839.

Chen, Y., & Aviad, T. (1990). Effects of humic substances on plant growth 1. In P. MacCarthy, C. E. Clapp, R. L. Malcolm, & P. R. Bloom (Eds.), Humic substances in soil and crop sciences: selected readings (humicsubstances) (pp. 161-186). Madison, USA:

Darwati, I. (1998). Penggunaan asam humat untuk meningkatkan pertumbuhan setek brotowali. Warta Tumbuhan Obat Indonesia, 4(2), 7-8.

Fatimah, S., & Handarto, B. M. (2008). Pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sambiloto (Andrographis paniculata, Nees). Jurnal Embryo, 5(2), 133-148.

Fauziah, A. B. (2009). Pengaruh asam humat dan kompos aktif untuk memperbaiki sifat tailing dengan indikator pertumbuhan tinggi semai Enterolobium cyclocarpum Griseb dan Altingia excelsa Noronhae (Skripsi). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hardjowigeno, S. (2003). Ilmu tanah ultisol. Jakarta: Akademika Pressindo.

Herbert, R. (1995). Biosintesis metabolit sekunder edisi kedua. Diterjemahan oleh Srigandono B. Semarang: IKIP Semarang Press.

Keerthi, M., Lakshmi, P. J., Santhosh, A. M., & Rama, R. N. (2014). Review on polyphenols as natures gift. World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 3(4), 445-455.

Khaled, H., & Fawy, H. A. (2011). Effect of different levels of humic acids on the nutrient content, plant growth, and soil properties under conditions of salinity. Soil and Water Research, 6(1), 21-29.

Luthria, D. L. (2006). Influence of sample preparation on the assay of phytochemicals. American Laboratory, 38(7), 12.

Mualim, L., Aziz, S. A., & Melati, M. (2009). Kajian pemupukan NPK dan jarak tanam pada produksi antosianin daun kolesom. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 37(1), 55-61.

Rahman, N., Marliyati, S. A., Damanik, M. R. M., & Anwar, F. (2013). Antioxidant activity and total phenol content of ethanol extract tatokak fruit (Solanum torvum). Pakistan Journal of Nutrition, 12(11), 973-977.

Reynolds, A. G., Wardle, D. A., Drought, B., & Cantwell, R. (1995). Gro-mate soil amendment improves growth of greenhouse-grown chardonnay' grapevines. HortScience, 30(3), 539-542.

Santoso, U. (2014). Katuk, tumbuhan multikhasiat. Bengkulu: Badan Penerbit Fakultas Pertanian Unib.

Sembiring, J. V., Nelvia, N., & Yulia, A. E. (2016). Pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pembibitan utama pada medium sub soil ultisol yang diberi asam humat dan kompos tandan kosong kelapa sawit. Jurnal Agroteknologi, 6(1), 25-32.

Sharif, M., Khattak, R. A., & Sarir, M. (2002). Effect of different levels of lignitic coal derived humic acid on growth of maize plants. Communications in Soil Science and Plant Analysis, 33(19-20), 3567-3580.

Soedradjad, R., & Sunihar, A. S. (2017). Kandungan fenolik dan flavonoid biji tanaman kedelai yang berasosiasi dengan Synechococcus sp. dan dipupuk organik. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), 12(1), 5-8.

Subekti, S., Piliang, W. G., Manalu, W., & Murdiati, T. (2006). Penggunaan tepung daun katuk dan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) sebagai substitusi ransum yang dapat menghasilkan produk puyuh Jepang rendah kolesterol. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 11(4), 254-259.

Tripatmasari, M. T., Aziz, S. A., & Ghulamahdi, M. (2014). Pengaruh pemupukan dan waktu pemanenan terhadap produksi antosianin daun dan kuisertin umbi tanaman daun dewa (Gynura pseudochina (L.) DC) 1. Agrovigor: Journal Agroecotechnology, 7(1), 25-36.

Ulfin, I., & Setyowati, D. (2007). Optimasi kondisi penyerapan ion aluminium oleh asam humat. Akta Kimia Indonesia Journal, 2, 88-90.




DOI: https://doi.org/10.15408/kauniyah.v12i1.8972 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a CC-BY- SA.

Indexed By:

/public/site/images/rachma/logo_moraref_75 /public/site/images/rachma/logo_google_scholar_75_01 /public/site/images/rachma/logo_isjd_120 /public/site/images/rachma/logo_garuda_75 /public/site/images/rachma/logo_crossref_120/public/site/images/rachma/logo_base_2_120 /public/site/images/rachma/neliti-blue_75   /public/site/images/rachma/dimensions-logo_120